Gulma Kelompongang Kepung Sawit di PTPN IV Regional 1 Sei Baruhur

NORMAN SEMBIRING

- Redaksi

Senin, 7 September 2026 - 20:53 WIB

50148 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUHANBATU — WaspadaIndonesia.com

Kondisi pemeliharaan tanaman kelapa sawit di PTPN IV Regional 1 Kebun Sei Baruhur, Afdeling 4 tampak dipenuhi tumbuhan merambat yang disebut sebagai kelompongan, disertai tanaman pengganggu lainnya dan semak yang tumbuh cukup lebat, seperti diblok G

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai pelaksanaan pemeliharaan kebun. Sebab, tanaman sawit yang semestinya mendapat perawatan secara berkala terlihat seperti telah cukup lama tidak tersentuh kegiatan pengendalian gulma.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari dokumentasi lapangan, tajuk dan batang sejumlah pokok sawit tampak dikelilingi tumbuhan merambat. Pada bagian bawah tanaman juga terlihat vegetasi liar dan semak yang menutupi sebagian areal kebun.

Kondisi seperti ini patut menjadi perhatian karena gulma yang tumbuh berlebihan berpotensi mengganggu efektivitas pemeliharaan, menimbulkan persaingan terhadap tanaman utama, menghambat akses pekerja, serta menyulitkan kegiatan panen dan pemeliharaan.

Alasan rotasi 4 bulan dipertanyakan

Ketika dikonfirmasi pada Senin, 7 September 2026, di Kantor Afdeling 4, Asisten Afdeling disebut sedang tidak berada di tempat.

Sementara itu, Krani Afdeling bernama Juni memberikan penjelasan bahwa kegiatan pemeliharaan akan segera memasuki rotasi berikutnya.

Baca Juga :  Truk Kembali Terpuruk di Depan Kantor Kelurahan Teluk Merbau,Jalan Poros Kubu Rusak Parah

“Tidak lama lagi akan rotasi pemeliharaan, empat bulan sekali,” demikian penjelasan Juni saat dikonfirmasi.

Namun, keterangan tersebut justru memunculkan pertanyaan lanjutan. Pasalnya, berdasarkan pantauan lapangan, kondisi tanaman dan semak yang terlihat di Afdeling 4, khususnya Blok G14 menunjukkan bahwa pertumbuhan gulma sudah berlangsung cukup lama.1

Jika benar sistem pemeliharaan menggunakan rotasi empat bulanan, publik tentu berhak mempertanyakan bagaimana pengawasan terhadap kondisi tanaman selama jeda rotasi tersebut, terutama apabila pertumbuhan gulma sudah terlihat mengganggu areal tanaman.

Jangan hanya menunggu jadwal rotasi

Pemeliharaan perkebunan tentu tidak semata-mata berkaitan dengan jadwal administrasi atau rotasi pekerjaan. Kondisi aktual tanaman di lapangan semestinya menjadi salah satu dasar bagi pengelola kebun untuk menentukan apakah suatu areal membutuhkan tindakan lebih cepat.

Apalagi, produktivitas kebun sangat bergantung pada pengendalian gulma, sanitasi, pemeliharaan piringan dan gawangan, .

Karena itu, apabila suatu blok terlihat mengalami pertumbuhan gulma yang cukup berat sebelum jadwal rotasi berikutnya, evaluasi lapangan menjadi penting untuk memastikan standar pemeliharaan benar-benar berjalan sebagaimana mestinya.

Baca Juga :  Ismail Sarlata : " Perolehan Suara di Situs Resmi KPU, belum dapat dijadikan Informasi sepihak. "

Publik minta kinerja Asisten Afdeling 4 dievaluasi

Kondisi tersebut akhirnya memunculkan desakan agar manajemen PTPN IV Regional 1 Kebun Sei Baruhur tidak hanya melihat persoalan dari sisi jadwal rotasi, tetapi juga melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi di Afdeling 4.

Publik berharap kinerja Asisten Afdeling 4 beserta jajaran bawahannya dievaluasi, khususnya terkait pengawasan pemeliharaan tanaman dan respons terhadap kondisi gulma di lapangan.

Pertanyaan yang patut dijawab manajemen antara lain: kapan terakhir blok G dilakukan pemeliharaan, berapa luas areal yang telah dikerjakan, bagaimana standar pengendalian kelompongan dan gulma diterapkan, serta apakah kondisi tersebut telah memengaruhi produktivitas tanaman?

Manajemen PTPN IV Regional 1 juga diharapkan terbuka memberikan penjelasan agar persoalan ini tidak berhenti sebagai sorotan lapangan semata.

Sebab, kebun bukan hanya soal luas areal dan jumlah pokok sawit. Pemeliharaan yang konsisten merupakan bagian penting untuk menjaga tanaman tetap produktif dan memastikan aset perusahaan dikelola secara optimal.(rm)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Revit Rp 2,29 Miliar SMPN 10 Bangko Pusako,Spesipikasi Dipangkas Kepsek Akui Kesepakatan
Kuasai 400 Hektare di Zona Kuning Kawasan Hutan,Kebun S Pardede di Kubu Babussalam Disorot
Tim Gabungan Opsnal Polres Rohil dan Polsek Kubu Berhasil Melakukan Penangkapan Pelaku Percobaan Pencurian Dengan Penganiayaan Luka Berat Berhasil Ditangkap di Sumatera Barat.
Kejati Riau Tetapkan 9 Tersangka Korupsi PL 10 Persen PT PHR yang Dikelola PT SPRH
Kabid Pembinaan SMP Disdikbud Rohil Sulit Dihubungi,Kepala Sekolah : Dulu Lebih Sigap
Truk Sawit Senggol Tiang Kabel Listrik,Warga Teluk Merbau Ketakutan; PLN Diminta Segera Benahi Jaringan
Diduga ” Smoking Area “Siswa,Sudut SMAN 1 Pujud Dipenuhi Puntung Rokok dan Sampah
Revitalisasi Rp 1,28 Milyar SMPN 1 Tanjung Medan Antara Mubazir Atau di Korupsi

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 07:36 WIB

Bupati Karo Apresiasi Peran Media dalam Membangun Tanah Karo

Senin, 7 September 2026 - 07:26 WIB

PVMBG Kurangi Zona Bahaya Sinabung Jadi 5 Km, Pengungsi Kuta Tengah Dipulangkan

Minggu, 6 September 2026 - 07:27 WIB

Kecelakaan di Desa Mulawari Buka Tabir Ladang Ganja 4,5 Kg di Tanah Karo

Sabtu, 5 September 2026 - 07:54 WIB

Sinergi Penanganan Bencana, Kapolres Karo Tekankan Kesiapsiagaan Personel di Zona Erupsi

Jumat, 4 September 2026 - 11:44 WIB

Bupati TRK: Investasi Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat Nagan Raya

Jumat, 4 September 2026 - 07:13 WIB

Pangdam I/BB Kunjungi Makodim Karo, Bahas Evakuasi dan Pengamanan Warga Terdampak Sinabung

Kamis, 3 September 2026 - 15:56 WIB

Bupati TRK Resmi Lantik 125 Tuha Peut Gampong Se Kecamatan Beutong Periode 2026–2032

Kamis, 3 September 2026 - 15:44 WIB

300 Matras dan Ribuan Masker Tiba di Pengungsian Sinabung, BNPB Dukung Pemkab Karo

Berita Terbaru

PRINGSEWU

Pemkab Pringsewu Gelar Salat Istisqa

Jumat, 11 Sep 2026 - 12:43 WIB

PRINGSEWU

Pemkab Pringsewu Gelar Lomba Pariwara Antikorupsi

Jumat, 11 Sep 2026 - 09:05 WIB