ROKAN HILIR — WaspadaIndonesia
Kondisi lingkungan SMAN 1 Pujud, Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, menjadi sorotan. Sekolah yang secara administratif berstatus SMA Negeri 1 Pujud dan mencantumkan akreditasi A, justru diduga memiliki sudut yang dimanfaatkan siswa untuk merokok.
Saat awak media melakukan liputan, di salah satu sudut pagar sekolah yang berada di samping bangunan kosong, terlihat tiga orang siswa sedang duduk. Ketika awak media mendekat, ketiganya disebut langsung pergi setelah terlebih dahulu mematikan api rokok.
Di lokasi tersebut ditemukan banyak puntung rokok berserakan, yang menimbulkan dugaan bahwa area itu bukan sekadar tempat singgah siswa, tetapi berpotensi telah menjadi lokasi yang kerap digunakan untuk merokok.
Bangunan Kosong Jadi Sorotan
Tak hanya persoalan dugaan aktivitas merokok. Bangunan kosong di lingkungan sekolah juga tampak dipenuhi sampah dan mengeluarkan bau tidak sedap.
Kondisi seperti ini patut dipertanyakan karena lingkungan sekolah semestinya menjadi tempat yang bersih, sehat, aman, serta mendukung konsentrasi peserta didik dalam proses belajar mengajar.
Kondisi sanitasi juga menjadi perhatian. WC siswa disebut sangat bau dan tidak tersedia air, sementara dokumentasi di lokasi memperlihatkan kondisi toilet yang kotor dan bau menyengat.
Jika kondisi tersebut benar berlangsung dalam keseharian sekolah, pertanyaannya sederhana: bagaimana pengawasan dan pembinaan kedisiplinan siswa berjalan?
Kepala Sekolah Tak Berhasil Dikonfirmasi
Awak media kemudian berupaya meminta penjelasan pihak sekolah terkait dugaan siswa merokok, kondisi bangunan kosong, kebersihan lingkungan serta fasilitas WC.
Namun, kepala sekolah tidak berada di tempat. Upaya mendapatkan keterangan dari humas maupun majelis guru juga belum membuahkan hasil karena tidak ada pihak yang bersedia memberikan penjelasan.
Sikap diam tersebut tentu menyisakan tanda tanya. Sebab, persoalan lingkungan sekolah dan kedisiplinan siswa semestinya tidak dianggap sepele, terlebih jika menyangkut perilaku merokok di lingkungan pendidikan.
Publik tentu berharap Dinas Pendidikan Provinsi Riau maupun pihak sekolah melakukan evaluasi dan pembinaan secara serius. Sekolah bukan hanya tempat mengejar nilai akademik, tetapi juga tempat membentuk karakter, kedisiplinan dan perilaku peserta didik.
Jangan sampai sudut sekolah justru berubah menjadi “ruang bebas” untuk merokok, sementara toilet siswa kekurangan air dan bangunan kosong dibiarkan menjadi tempat menumpuknya sampah.(rm)


































