Truk Kembali Terpuruk di Depan Kantor Kelurahan Teluk Merbau,Jalan Poros Kubu Rusak Parah

NORMAN SEMBIRING

- Redaksi

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:31 WIB

50188 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ROKAN HILIR – WaspadaIndonesia.com

Jalan Poros Kubu dan Kuba kembali “memakan korban”. Ironisnya, peristiwa ini bukan terjadi di pelosok desa, melainkan tepat di depan Kantor Kelurahan Teluk Merbau, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir. Kondisi tersebut menjadi gambaran nyata buruknya infrastruktur yang hingga kini belum mampu dituntaskan oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, sebuah truk Colt Diesel BK 8740 YF terperosok ke dalam lubang besar yang tertutup genangan air. Akibatnya, kendaraan tidak dapat melintas dan arus lalu lintas terganggu.

 

Peristiwa ini kembali memperpanjang daftar kendaraan yang menjadi korban jalan rusak di Kecamatan Kubu dan Kuba. Hampir setiap pekan masyarakat disuguhi pemandangan truk amblas, kendaraan rusak, kemacetan panjang, hingga kecelakaan lalu lintas. Namun, kondisi tersebut seolah tidak lagi menjadi prioritas pemerintah daerah.

 

Lirik lagu “Tak Bosan Bosan Aku Memandangmu” terasa seperti sindiran yang tepat. Sebab, para pejabat di Kabupaten Rokan Hilir tampaknya tidak pernah bosan melihat jalan rusak yang sama, mendengar keluhan masyarakat yang sama, bahkan menyaksikan kendaraan kembali terpuruk di lokasi yang sama, tanpa solusi nyata.

Baca Juga :  Polres Rokan Hilir Gerak Cepat Amankan Situasi Pasca Bentrok di Lahan PT UTS

 

Menurut warga setempat, Supiar, Saat masa kampanye Pilkada, masyarakat bahkan telah menyampaikan langsung keluhan tersebut kepada pasangan calon bupati yang dikenal dengan jargon “BIJAK”.

 

> “Di rumah salah seorang warga dekat lokasi ini, masyarakat meminta agar jalan Teluk Merbau segera diperbaiki. Jalan ini sudah hancur dan banyak lubang besar. Kami berharap itu bukan sekadar janji kampanye,” kata Supiar.

 

 

 

Harapan masyarakat sederhana: jalan yang layak dilalui. Sebab, Jalan Poros Kubu merupakan urat nadi perekonomian masyarakat yang menghubungkan berbagai wilayah pesisir. Setiap hari dilintasi kendaraan pengangkut hasil perkebunan, perdagangan, hingga aktivitas masyarakat.

 

Yang menjadi pertanyaan publik, mengapa kerusakan yang telah berlangsung hampir satu dekade ini tak kunjung mendapat penanganan serius? Mengapa setiap kali kendaraan terjebak, pemerintah baru sebatas menjadi penonton? Apakah masyarakat harus terus menunggu hingga kembali terjadi kecelakaan yang merenggut korban jiwa?

Baca Juga :  Diduga Beroperasi Tanpa Izin,Perkebunan Sawit Ratusan Hektar di Rokan Hilir Jadi Sorotan

 

Sebagai penyelenggara pemerintahan, pemerintah daerah memiliki kewajiban menyediakan infrastruktur jalan yang aman dan layak bagi masyarakat. Jika kerusakan jalan terus dibiarkan hingga berulang kali menimbulkan kerugian, maka wajar apabila publik mempertanyakan keseriusan dan komitmen pemerintah dalam menjalankan tanggung jawabnya.

 

Masyarakat Kecamatan Kubu dan Kuba kini tidak lagi membutuhkan janji, melainkan tindakan nyata. Jalan yang telah rusak selama bertahun-tahun itu harus segera diperbaiki secara menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam yang hanya bertahan sesaat. Sebab, selama pemerintah masih abai, setiap truk yang terpuruk dan setiap kemacetan yang terjadi akan menjadi pengingat bahwa persoalan ini belum benar-benar menjadi perhatian.(rm)

Berita Terkait

Kepala SMPN 5 Bangko Pusako Tuai Apresiasi,Pembenahan Sekolah dan Disiplin Guru Jadi Prioritas
Asap Pabrik PT JATIM Meresahkan Kesehatan Anak-anak
Merasa Bangga Berperkara,Pengelola Kebun Akui Perintah Pengrusakan Sawit Milik Warga Saat Mediasi
Rusak 53 Pokok Sawit Milik Warga,Penglola Kebun 400 Haktare Mengaku Bertindak Atas Perintah Sahat Pardede
Dinilai Gagal Kelola Program Pertanian Diminta Ganti Kepala DKPP Rokan Hilir
Truk Sawit Terbalik Warga Sorot Janji Kampanye
BP Layak Diperiksa,Diduga Ratusan Ton Benih Padi Bantuan IP200 Program Oplah Menghilang,Realisasi Tanam Minim
Ratusan Ton Benih Padi Program Oplah Mengendap di Gedung,Petani Rokan Hilir Trauma Gagal Panen dan Enggan Tanam Kembali

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:48 WIB

Pansus DPRD Pringsewu Dorong Restrukturisasi OPD yang Efisien dan Tepat Fungsi

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:41 WIB

Kejari Pringsewu Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Pendataan SPPT PBB-P2, Kerugian Negara Rp1,1 Miliar

Senin, 13 Juli 2026 - 13:18 WIB

Pemkab & Kantah Pringsewu Gelar Rakor Reforma Agraria 2026

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:32 WIB

Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila Ajak Umat Islam Jaga Persatuan

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:38 WIB

Ratusan Pembalap Mobil Serbu Sirkuit Non Permamen Komplek Pemkab Pringsewu

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:59 WIB

Wabup Pringsewu: Bersih Desa ke-116 Pekon Wonodadi Perkuat Silaturahmi dan Lestarikan Budaya

Senin, 6 Juli 2026 - 17:47 WIB

47 Mahasiswa Institut Pertanian Bogor Laksanakan KKN Tematik Di Kabupaten Pringsewu

Senin, 6 Juli 2026 - 17:43 WIB

Ranperda Pertanggungjawaban APBD Kabupaten Pringsewu 2025 Disetujui

Berita Terbaru

REGIONAL

Bupati Pringsewu Hadiri Milad K-3 PP LPQ Baituna

Minggu, 26 Jul 2026 - 18:10 WIB