Menjadikan Negeri Aman dan Tentram Dalam Kemajemukan Bermasyarakat di Aceh Tenggara

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Rabu, 24 April 2024 - 14:54 WIB

501,086 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Oleh: Tengku H Ruslan Husni S,Ag

Kutacane waspada Indonesian | Kemajemukan dalam keaneka ragaman masyarakat kabupaten Aceh Tenggara Provinsi Aceh, atau yang daerah julukan bumi Sepakat Segenap jika ditinjau dari Suku, Agama, Sosial dan Budaya menjadikan sebuah nilai tersendiri di daerah tersebut. Karena
Aceh Tenggara yang dijuluki dengan “Bumi Sepakat Segenep”, oleh para pendahulu kita yang merupakan pendiri Kabupaten ini yang berjasa besar terhadap pendirian, penuh dengan tantangan dan rintangan yang dihadapi oleh mereka selaku pejuang. Mereka yang memiliki dedikasi dan keuletan yang mumpuni. Pada dasarnya mereka ini sangat menginginkan daerah ini yang penuh dengan ketentraman dan kedamaian sepanjang masa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Padamu Negeri Kami Mengabdi, padamu Negeri kami Berjanji, Padamu Negeri Kami Berbakti, Bagimu Negeri Jiwa Raga Kami” Itulah Ketulusan dan keikhlasan para pendiri dan pejuang kita untuk dijadikan sebuah momentum landasan dasar berpikir dan berbuat demi keamanan, kenyamanan, dan keberlangsungan dalam bermasyarakat, Suku, Agama, Sosial dan Budaya, dengan semboyan “ Walau Berbeda-beda tetapi tetap satu jua”

Lewat tulisan ini sebagai putra daerah (KAMI ANAK CANE) dengan mengedepankan nilai – nilai budaya dan kearifan lokal “ Lepas Dihambat Tading Niulihi “ (bahasa daerah).

Baca Juga :  Bupati Agara berjanji, Bagi Guru Berprestasi diberi Penghargaan promosi jabatan

Untuk mewujudkan Negeri Aman dan Nyaman tidaklah terlepas dari beberapa indikator:
1. Ber’ubudiyah Agam atau ibadah Kepada Allah SWT / Tuhan yang Maha Esa, kita dalam menjalankan ibadah yang telah ditetapkan kepada hambanya sesuai dengan ajaran agamanya masing-masing yang di anut ummat, untuk dapat dilaksanakan dengan penuh keikhlasan dan kesabaran yang menitik beratkan ketentraman jiwa yang hakiki.
2. Berakhlak yang mulia (Akhlaqul Karimah) merupakan pilar utama terwujudnya masyarakat yang baik damai dan tentram yang bersendikan nilai – nilai ajaran yang Konferehenshif lewat lembaga pendidikan agama yang berjenjang.
Pendidikan Agama merupakan pendidikan yang bersifat integral dan berkesinambungan serta mencakup seluruh aspek kepribadian manusia, baik aspek Jasmaniyah dan Rohaniah yang berkaitan dengan Iman, Islam, dan Ihsan (Versi Islam), yang Mencerminkan kepribadian dan akhlak yang mulia.
3. Menjalankan Amanah yang telah diamanahkan yang menyebar dan membumi sesuai tingkatan dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, keikhlasan, dan keuletan dalam menjalankan amanah sesuai dengan skala prioritas yang diprogramkan.
4. Melaksanakan keseimbangan kepentingan kehidupan Duniawi dan Ukhrawi serta Memperbanyak meraih pengampunan Allah / Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang yang Pengampunan Nya seluas langit dan bumi.

Baca Juga :  Jumat Berkah, Sentuhan Kasih Kapolres Aceh Tenggara Hangatkan Hati Anak Yatim Piatu

Untuk dapat kita renungkan (Muhasabah) dalam mengikuti pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang tidak akan lama lagi dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh KPU Pusat pada Bulan November 2024 Mendatang.
Dalam hal ini Tgk. H. Ruslan Husni,S.Ag berharap kepada seluruh lapisan masyarakat bumi sepakat segenep yang tercinta ini untuk dapat menjaga kedamaian, Sportivitas, dan batasan yang wajar dalam berpendapat, menyampaikan tanggapan dan masukan kepada kandidat – kandidat yang akan diusung dalam mengikuti pesta demokrasi yang notabenya merupakan putra – putra daerah yang terbaik memiliki rekam jejak, kepiawaian yang telah teruji, terbukti, dan terpuji di lingkaran nya masing-masing.

Semoga …………………………………!!!!

Penulis merupakan mantan Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) kabupaten Aceh Tenggara periode 2017-2022.

Berita Terkait

Relawan Prabowo Ikut Menanggung Malu, Jalan Nasional Kutacane–Medan Berulang Kali Terendam, Jembatan Kuning I Didesak Dibongkar
Perjuangkan Kesejahteraan Petani, Jamaluddin Idham Dorong Alsintan dan Infrastruktur Pertanian
Operasi Patuh Seulawah 2026, Satlantas Polres Nagan Raya Ajak Masyarakat Utamakan Keselamatan Berlalu Lintas
Jamaluddin Idham Tinjau Infrastruktur Pertanian Simeulue, Aspirasi Warga Siap Dikomunikasikan
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita
Ali Sadikin Tinjau Rumah Rusak Diterjang Arus Sungai, Minta Perhatian Pemerintah Pusat dan Daerah
18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi
Mizwan, S.H. Apresiasi Kapolri dan Tim Gabungan Ungkap Dugaan Pabrik Sabu di Pidie, Selamatkan Generasi Muda Aceh dari Ancaman Narkoba

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 02:58 WIB

18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:49 WIB

Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM

Minggu, 25 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Yahdi Hasan Kawal Langsung Pemulangan Jenazah Warga Asal Aceh Tenggara dari Malaysia hingga Tiba di Kualanamu

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:31 WIB

Sidang Kedua Dugaan Korupsi Proyek Jembatan Silayakh Jilid II Agara Digelar, Jaksa Agendakan Pemeriksaan Saksi

Berita Terbaru