PERSONEL RESKRIM POLSEK MESTONG SIKSA WARGA DAN REKAYASA KASUS

- Redaksi

Jumat, 24 Oktober 2025 - 03:58 WIB

50201 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beredar kabar yang mengguncang institusi polri di jajaran Polda Jambi, bahwa personel reskrim Polsek Mestong polres Muaro Jambi Polda Jambi siksa dan rekayasa kasus warga atas nama Rianto Ependi yang masih berumur 18 tahun, kejadian tersebut bermula ketika ada cekcok antara Rianto Ependi dan istri nya, yang di picu rasa cemburu Rianto Ependi kepada sang istri, dalam cekcok tersebut Rianto mengakui spat melontarkan ancaman akan membunuh istrinya jika kedapatan berselingkuh, ibu mertua Rianto mendengar ancaman tersebut langsung naik pitam, dan langsung melakukan pemukulan sebanyak dua kali di bagian muka Rianto, tak hanya ibu mertuanya yang memukul Rianto, kakak ipar Rianto juga ikut memukul dan menendang Rianto, namun Rianto tidak membalas pukulan dan tendangan yang iya terima dari ibu mertua dan kakak iparnya itu, setelah beberapa menit insiden tersebut terjadi Rianto pun pergi keluar rumah hendak membeli bakso, sepulang dari membeli bakso Rianto tidak melihat keberadaan istrinya di rumah, dan anak bayi Rianto di gendong ibu mertuanya, Rianto pun sempat mencium anaknya yang di gendong mertua lalu Rianto masuk ke kamar berbaring sambil menelpon ibu Rianto, saat Rianto sedang berbincang via telpon dengan ibunya Rianto di kejutkan dengan kedatangan segerombolan orang yang langsung masuk ke kamar tidur Rianto dan orang itu mengatakan kami dari Polsek mestong kami membawa surat perintah tugas penangkapan untuk rianto Ependi, atas laporan istrinya yang melaporkan dugaan tindak pidana pengancaman menggunakan senjata tajam KDRT, Dalam kebingungan Rianto pun pasrah dan mengatakan oke pak, spontan setelah jawaban oke yang di lontarkan Rianto kepada kepolisian tersebut, kepala Rianto di pukul oleh polisi tersebut, dengan terpaksa Rianto mengikuti perintah polisi untuk di bawa ke Polsek mestong, sesampainya di Polsek mestong Rianto pun di lakukan pemeriksaan, saat Rianto di tuding penyidik telah melakukan pengancaman terhadap istri dan ibu mertuanya menggunakan senjata tajam, Rianto pun membantah tudingan tersebut, akibat Rianto membantah tudingan dari penyidik tersebut malah Rianto mendapatkan tindakan dan perlakuan yang tidak manusia dari beberapa orang polisi yang berada di Polsek mestong tersebut, Rianto di pukul di bagian muka hingga bibir Rianto robek, di Jambak rambutnya dan di benturkan kepala ke  dinding beton ruang penyidik agar mengakui tudingan tersebut, tak hanya sampai disitu saja Rianto juga di paksa oleh penyidik agar memakan kaos kaki, meskipun mendapatkan perlakuan yang tidak manusia dari personel Polsek mestong Rianto masih tetap bertahan dengan membantah tudingan dari penyidik tersebut, penyidik pun melakukan tes urin terhadap Rianto dan hasil tes urine tersebut Rianto dinyatakan positip narkoba versi penyidik, dan Rianto di takut takuti oleh penyidik dengan memberikan dua pilihan kepada Rianto, apakah Rianto mau mengakui bahwa Rianto telah mengancam istri dan ibu mertua nya menggunakan pisau atau kasus narkoba dengan bukti tes urin positif akan di naikan ke Polda Jambi, karena Rianto Ependi hanya remaja yang awam terhadap hukum, Rianto pun dengan di bawah tekanan terpaksa mengakui dan mengikuti keinginan penyidik.

Baca Juga :  Oknum Kasie Intel Kajari Ketapang Ancam Wartawan, Noven Saputera S.H Wapres FPII : Patut dipertanyakan ?

Rianto pun di tahan di Polsek mestong sejak Senin 20 Oktober 2025, pada kamis sore Rianto Ependi di bebaskan dengan metode restoratif justice setelah Amri kusuma dan kawan kawan dari DPP LSM Brantas mendatangi Polsek mestong, padahal jika merunut dari peristiwa yang terjadi, jalur restoratif justice kurang tepat untuk melepas Rianto dari jerat pidana yang di rekayasa oleh personel Polsek mestong, karena kepolisian tidak ada dasar yang kuat untuk melakukan penangkapan serta penahan terhadap Rianto, malah sebalik nya Rianto memiliki hak untuk meminta keadilan terhadap personel Polsek mestong atas perlakuan sewenang-wenang dan merampas hak kemerdekaan Rianto sebagai warga negara yang di jamin hak hak nya oleh undang-undang, atas insiden tersebut kedua orang tua beserta keluarga besar Rianto Ependi tidak terima atas perlakuan kepolisian tersebut terhadap anaknya, Dedi yang merupakan ayah Rianto mengatakan penangkapan dan penahanan Rianto anaknya tidak lah sesuai dengan standar operasional prosedur dan menabrak sejumlah pasal dalam kitab undang undang hukum acara pidana, Rianto di tangkap tanpa di lakukan pemanggilan sebagai saksi, dan penetapan tersangka terhadap Rianto setelah Rianto di tangkap, dan Rianto mendapat perlakuan kekerasan serta tindakan yang tidak manusiawi dari aparat kepolisian sektor Mestong. Dedi yang kecewa dengan perlakuan polisi tersebut, meminta keadilan hukum atas tindakan polisi dari sektor Mestong tersebut.

Baca Juga :  Panen Jagung Bersama," Ketahanan Pangan Desa Pegayo Berhasil

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Tak Berkutik, Baim Diduga Pengedar Narkoba Diringkus Team Unit Reskrim Polsek Bilah Hilir di Desa Sidorukun Pangkatan.
Idul Adha Penuh Berkah, 4 Sapi Kurban Kapolri-Kapolda Riau Bahagiakan Warga Pinggiran Pekanbaru
Salurkan Bakat Positif, WBP Lapas llA Pekanbaru Antusias Senam Hingga Main Musik
Usia 68 Hari, Jagung Binaan Polsek Sabak Auh Siak Siap Masuk Fase Generatif
Perayaan HUT ke-105 GPdI Bupati Karo Ajak Perkuat Kerukunan dan Kolaborasi Membangun Daerah
Lapas Binjai Gelar Razia Gabungan, Wujud Komitmen Ciptakan Lingkungan Pemasyarakatan yang Aman dan Tertib
DPC GRIB Jaya Kota Medan Berbagi Paket Daging Kurban Kepada Ribuan Masyarakat di Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah
Bupati Karo: Pentahbisan Gedung GPT “Kristus Gembala” Bukan Hanya Pembangunan Fisik, Juga Pembangunan Spiritual, Moral, dan Sosial

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:21 WIB

Pelajaran dari Tol Permai: Istirahat Jika Lelah, 5 Korban Laka Hiace di Siak Jadi Pengingat

Rabu, 3 Juni 2026 - 08:24 WIB

Rutin Kawal Asta Cita, Bhabinkamtibmas Sabak Auh Cek Jagung Pipil 73 Hari 

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:31 WIB

Rajin Turun ke Lahan, Polsek Sabak Auh Dampingi Petani: Jagung Pipil 70 Hari Milik UPTD Tumbuh Subur

Rabu, 27 Mei 2026 - 20:03 WIB

Polri Dukung Ketahanan Pangan: Polsek Sabak Auh Pantau Pertumbuhan Jagung Pipil di Lahan UPTD Pertanian 

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:48 WIB

Laporan Berkala Polsek Sabak Auh: Tanaman Jagung Usia 65 Hari Tumbuh Baik di Sabak Auh 

Jumat, 22 Mei 2026 - 18:08 WIB

Sinergi Polri-UPTD Pertanian, Polsek Sabak Auh Kawal Program Jagung Pipil 1 Ha di Sungai Tengah

Senin, 18 Mei 2026 - 16:35 WIB

Polsek Sabak Auh Dan Petani Kolaborasi Kawal Jagung 58 Hari Menuju Panen

Kamis, 14 Mei 2026 - 02:30 WIB

KAPOLSEK SABAK AUH GANDENG LASKAR MELAYU DAN TOKOH MASYARAKAT AKTIFKAN SISKAMLING

Berita Terbaru