BP Layak Diperiksa,Diduga Ratusan Ton Benih Padi Bantuan IP200 Program Oplah Menghilang,Realisasi Tanam Minim

NORMAN SEMBIRING

- Redaksi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:51 WIB

50467 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rokan Hilir –WaspadaIndonesia.com Dugaan penyelewengan ratusan ton benih padi bantuan Program Intensifikasi Pertanaman (IP200) dalam kegiatan Optimasi Lahan (Oplah) mulai menjadi sorotan di Kabupaten Rokan Hilir. Bantuan benih yang berasal dari pemerintah pusat dan disalurkan kepada petani melalui Brigade Pangan (BP) sejak sekitar April 2026 diduga tidak seluruhnya dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

 

Berdasarkan pantauan tim media hingga pertengahan Juli 2026, sebagian besar petani di sejumlah wilayah Oplah justru enggan melaksanakan musim tanam IP200 atau “balik damen”. Kondisi tersebut diduga dipicu trauma akibat gagal panen pada musim tanam sebelumnya yang disebut-sebut terjadi karena kekurangan pasokan air.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Ironisnya, dalam program Oplah pemerintah juga telah menggelontorkan anggaran puluhan miliar rupiah untuk pembangunan berbagai infrastruktur pendukung, seperti normalisasi sungai, pembangunan embung atau waduk, saluran irigasi, hingga box culvert guna memenuhi kebutuhan air persawahan. Namun, berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, sejumlah infrastruktur tersebut dinilai belum berfungsi secara optimal sehingga belum mampu menjamin ketersediaan air bagi lahan persawahan.

 

Dari hasil penelusuran di beberapa lokasi, luas areal yang benar-benar ditanami dalam program IP200 diperkirakan tidak lebih dari sekitar 20 persen dari total areal persawahan Oplah. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai keberadaan benih bantuan yang sebelumnya telah disalurkan dalam jumlah besar.

Baca Juga :  Merasa Bangga Berperkara,Pengelola Kebun Akui Perintah Pengrusakan Sawit Milik Warga Saat Mediasi

 

Di sejumlah gudang Brigade Pangan, stok benih padi yang tersisa terlihat sangat sedikit. Perbedaan antara jumlah benih yang disalurkan dengan luas lahan yang benar-benar ditanami dinilai tidak sebanding sehingga memunculkan dugaan adanya penyimpangan dalam pendistribusian maupun pemanfaatan benih tersebut.

 

Salah satu temuan berada di Brigade Pangan Sriwijaya, Kepenghuluan Sungai Panji-panji, Kecamatan Kubu Babussalam. Dari alokasi sekitar 12,5 ton benih padi, pada Kamis (16/7/2026) tim media mendapati hanya sedikit benih yang masih tersimpan di gudang milik Sutris sehingga kondisi gudang tampak longgar. Tim media juga melihat benih puluhan goni berada di sebuah penggilingan padi, tersusun dengan padi lainnya.

 

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengenai keberadaan benih tersebut di penggilingan padi, Sutris tidak memberikan tanggapan meskipun pesan telah terbaca. Panggilan telepon yang dilakukan tim media juga tidak direspons.

 

Temuan serupa disebut terjadi di gudang Brigade Pangan lainnya, di mana stok benih yang tersisa juga relatif sedikit. Sementara itu, fakta di lapangan menunjukkan sebagian besar petani tidak melaksanakan IP200. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai ke mana benih bantuan tersebut disalurkan.

Sejumlah pihak mempertanyakan mekanisme pengawasan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian terhadap distribusi benih bantuan yang jumlahnya mencapai ratusan ton. Dugaan adanya permainan antara oknum Brigade Pangan dan pihak lain pun mulai mencuat, meski hal tersebut masih memerlukan pembuktian melalui penyelidikan aparat penegak hukum.

Baca Juga :  DPD TOPAN RI Minta Kejati Riau Lidik Dana BOS SMA N 1 Pk Baru.

 

Dikonfirmasi pada Sabtu (18/7/2026), Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Imron, membenarkan bahwa partisipasi petani dalam program IP200 masih rendah.

 

«”Sampai saat ini masih dalam proses penanaman IP200, Bang. Memang banyak yang tidak ikut IP200,” ujar Imron melalui sambungan telepon.»

 

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Rokan Hilir belum berhasil dimintai konfirmasi. Tim media telah beberapa kali mendatangi kantor DKPP, namun tidak pernah berhasil menemui Kepala Dinas. Upaya konfirmasi melalui jalur komunikasi lainnya juga belum memperoleh tanggapan hingga berita ini diterbitkan.

 

Wakil Ketua DPD KPK INDEPENDEN ROHIL Bapak SUPARTO juga petani dengan tegas akan Melaporkan hal ini supaya diusut secara menyeluruh oleh aparat penegak hukum dan instansi pengawas.

“Bantuan Oplah adalah program mulia Bapak Presiden Prabowo, jangan laporan diatas kertas beres, tapi petani menderita tidak menerima hak bantuan, akan segera kami laporkan para oknum yang bermain” ujarnya di Sungai Panji panji, Kubu(Kamis,16 Juni 2026).

Transparansi terhadap data penerima, jumlah benih yang telah disalurkan, serta realisasi luas tanam menjadi penting untuk memastikan bantuan pemerintah benar-benar dimanfaatkan oleh petani sesuai tujuan program serta mencegah potensi kerugian negara.(RM)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Revit Rp 2,29 Miliar SMPN 10 Bangko Pusako,Spesipikasi Dipangkas Kepsek Akui Kesepakatan
Gulma Kelompongang Kepung Sawit di PTPN IV Regional 1 Sei Baruhur
Kuasai 400 Hektare di Zona Kuning Kawasan Hutan,Kebun S Pardede di Kubu Babussalam Disorot
Tim Gabungan Opsnal Polres Rohil dan Polsek Kubu Berhasil Melakukan Penangkapan Pelaku Percobaan Pencurian Dengan Penganiayaan Luka Berat Berhasil Ditangkap di Sumatera Barat.
Kejati Riau Tetapkan 9 Tersangka Korupsi PL 10 Persen PT PHR yang Dikelola PT SPRH
Kabid Pembinaan SMP Disdikbud Rohil Sulit Dihubungi,Kepala Sekolah : Dulu Lebih Sigap
Truk Sawit Senggol Tiang Kabel Listrik,Warga Teluk Merbau Ketakutan; PLN Diminta Segera Benahi Jaringan
Diduga ” Smoking Area “Siswa,Sudut SMAN 1 Pujud Dipenuhi Puntung Rokok dan Sampah

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 22:27 WIB

Pelajar 16 Tahun Diamankan Polisi, Diduga Terlibat Kasus Persetubuhan terhadap Anak di Pringsewu

Rabu, 9 September 2026 - 17:57 WIB

Pemkab Pringsewu Salurkan Bantuan 21,63 Ton Beras Kepada Masyarakat Banyuwangi

Selasa, 8 September 2026 - 13:41 WIB

Bupati Pringsewu Jawab Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Terkait Rancangan Perubahan APBD 2O26

Senin, 7 September 2026 - 20:23 WIB

Bupati Pringsewu Sampaikan Rancangan Perubahan APBD

Jumat, 4 September 2026 - 13:36 WIB

Mantan Kabag Humas Pringsewu Dwi Murniati Fitri Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun

Kamis, 3 September 2026 - 14:17 WIB

Wabup Pringsewu Turun Langsung ke Pasar Pagelaran, Sapa Warga & Kendalikan Harga Pangan

Rabu, 2 September 2026 - 20:05 WIB

Si Jago Merah Lalap Satu Hektar Lahan Perkebunan Jati di Ambarawa, Pringsewu

Selasa, 1 September 2026 - 19:47 WIB

Pemkab Pringsewu Adakan Pembinaan SPIP Terintegrasi 2026

Berita Terbaru

BANDA ACEH

MBG Jangan Jadi Eksperimen: SPPG Ditinggalkan, Kantin Dipaksakan

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:45 WIB