Rokan Hilir – WaspadaIndonesia.com Keberadaan pabrik kelapa sawit PT Jatim Jaya Perkasa di Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, kembali menjadi perhatian masyarakat. Pasalnya, lokasi pabrik hanya berjarak sekitar 100 meter dari SMPN dan SDN
Warga mengaku khawatir terhadap paparan asap yang diduga keluar dari aktivitas pabrik setiap hari. Kekhawatiran itu terutama menyangkut kesehatan para siswa yang setiap hari mengikuti kegiatan belajar mengajar di lingkungan yang berdekatan dengan kawasan industri.
“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Mereka berhak mendapatkan udara yang bersih dan lingkungan belajar yang sehat,” ungkap salah seorang warga.
Selain persoalan asap, pihak salah satu sekolah juga pernah menyampaikan ke media ini bahwa atap seng bangunan sekolah cepat mengalami karat hingga bocor. Bahkan, setelah dilakukan penggantian dengan seng baru, kondisi serupa dikabarkan kembali terjadi dalam waktu relatif singkat dari sewajarnya. Dugaan penyebabnya perlu diteliti lebih lanjut oleh pihak yang berwenang melalui kajian ilmiah dan pengujian lingkungan.
Upaya konfirmasi kepada pihak perusahaan belum membuahkan hasil (Sabtu 26 Juli 2026) Saat didatangi, petugas keamanan (satpam) pabrik mengarahkan awak media untuk menghubungi nomor Humas bermarga Hasibuan yang berkantor di Pekanbaru. Namun hingga berita ini disusun, panggilan telepon belum dijawab dan pesan yang dikirim juga belum memperoleh balasan.
Begitu juga konfirmasi via seluler dengan Panjaitan yang disebut merupakan salah satu pimpinan di PT Jatim Jaya Perkasa, tidak mau memberi keterangan padahal chat wa sudah centang biru.
Masyarakat berharap Dinas Lingkungan Hidup, instansi terkait, serta para aktivis lingkungan melakukan pemantauan secara berkala terhadap kualitas udara dan kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan pengelolaan lingkungan hidup. Pengawasan dinilai penting untuk memastikan emisi yang dihasilkan tetap memenuhi baku mutu serta tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat, khususnya lingkungan sekolah.
Warga juga berharap dilakukan pemeriksaan kualitas udara dan, bila diperlukan, pengujian terhadap faktor-faktor yang dapat menyebabkan korosi pada bangunan sekolah agar diperoleh kepastian berdasarkan hasil ilmiah.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Jatim Jaya Perkasa dan terkesan tertutup, mengenai kekhawatiran masyarakat tersebut. Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari perusahaan maupun instansi terkait demi pemberitaan yang berimbang.(rm)


































