Dinas Kesehatan Aceh Tenggara Imbau Warga Waspadai Cuaca Ekstrem, Bupati Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Waspada Indonesia

- Redaksi

Rabu, 12 November 2025 - 15:51 WIB

50172 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane – Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tenggara dalam beberapa pekan terakhir mendorong Dinas Kesehatan setempat untuk mengeluarkan imbauan kepada seluruh lapisan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyakit yang timbul akibat perubahan cuaca yang tak menentu.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tenggara, Rosita Astuti, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Sukrimanto, menyampaikan bahwa kondisi suhu udara dan kelembapan yang fluktuatif dapat menjadi pemicu meningkatnya risiko gangguan kesehatan. Hal ini disampaikannya kepada media  dalam keterangannyapada, Rabu (12/11/2025).

Menurut Sukrimanto, perubahan kondisi cuaca saat ini berpotensi menimbulkan berbagai penyakit musiman seperti influenza, demam berdarah dengue (DBD), infeksi saluran pernapasan, hingga gangguan pencernaan. Karena itu, langkah pencegahan dinilai jauh lebih efektif dilakukan dibandingkan harus menangani dampaknya ketika warga sudah jatuh sakit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih menjaga kesehatannya, terutama pada masa-masa perubahan cuaca seperti sekarang. Perubahan suhu ekstrem dapat melemahkan daya tahan tubuh yang menyebabkan tubuh rentan terserang penyakit, seperti flu dan DBD,” ujar Sukrimanto.

Baca Juga :  Data PKH Aceh Tenggara Diduga Ngawur, Kadis Sosial Tuli dan Abaikan Suara Rakyat Miskin! LSM Tipikor Desak Bupati Tegur Keras dan Bentuk Tim Verifikasi Khusus

Sebagai bentuk konkret dari upaya preventif, Dinas Kesehatan Aceh Tenggara dikatakan telah menggencarkan sosialisasi dengan melibatkan seluruh puskesmas di kecamatan-kecamatan. Sosialisasi tersebut dilakukan secara aktif dengan menggunakan mobil keliling yang dilengkapi pengeras suara untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan kepada masyarakat luas.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga telah melakukan pembagian masker kepada warga di sejumlah titik keramaian, seperti di Lapangan Pemuda Kutacane dan beberapa area publik lainnya. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus influenza yang dikenal cepat menular, terutama di tengah kondisi cuaca yang lembab dan tidak stabil.

“Khusus bagi warga yang telah mengalami gejala seperti batuk, pilek, atau demam, kami sarankan untuk segera beristirahat dan tidak memaksakan diri beraktivitas, apalagi di luar rumah. Bila keluhan berlanjut atau disertai gangguan pernapasan, kami imbau agar segera memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan terdekat untuk mendapat penanganan medis,” tambah Sukrimanto.

Baca Juga :  Pengembalian Uang Seragam di SMKN 1 Kutacane Jadi Bukti Aturan Bisa Mengalahkan Kebiasaan Lama di Sekolah Negeri

Menurutnya, menjaga pola makan yang sehat dan bergizi, menghindari aktivitas berlebihan di luar rumah, serta menjaga kebersihan lingkungan merupakan upaya sederhana namun sangat penting untuk menghindari terjangkitnya berbagai penyakit saat cuaca ekstrem berlangsung. Ia menekankan bahwa pelibatan aktif seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan agar upaya pencegahan berjalan secara efektif dan menyeluruh.

Imbauan ini juga sejalan dengan arahan Bupati Aceh Tenggara H. M. Salim Fakhry yang sebelumnya telah meminta jajarannya untuk bergerak cepat dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem, khususnya dalam sektor kesehatan masyarakat. Bupati menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat agar berbagai penyakit yang berpotensi muncul dapat ditekan semaksimal mungkin.

Dengan langkah-langkah pencegahan yang terus digencarkan, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kesadaran sekaligus mengambil bagian aktif dalam menjaga kebugaran fisik di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Dinas Kesehatan memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan melakukan langkah-langkah responsif di lapangan apabila diperlukan.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Stok Bantuan Bencana Masih Menumpuk di Gudang BPBD Aceh Tenggara, Publik Pertanyakan Transparansi Distribusi
Retorika Sang Penjaga Gudang: Ketika Transparansi Dianggap Sebagai Invasi
Dana Desa Atau Dana Dinasti? LSM Kaliber “Bedah” Borok Anggaran Kuta Tengah!
Skandal “Gudang Berdebu” BPBD Aceh Tenggara: LSM KALIBER Tuding Birokrasi Khianati Kemanusiaan!
Pasca Banjir Bandang, Wakil Bupati Ajak Masyarakat Tinggalkan Perpecahan dan Bersatu Bangun Aceh Tenggara
Mahasiswa dan Pemuda Gelar Aksi di Kantor Bupati Aceh Tenggara, Tuntut Evaluasi Penanganan Bencana dan Dugaan Intimidasi
Cahaya Harapan di Bumi Sepakat Segenap: Pemkab Aceh Tenggara Salurkan Santunan Bagi Ahli Waris Korban Banjir
Angin Segar bagi Perangkat Desa: Penantian 4 Bulan Siltap Segera Berakhir di Februari

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 22:01 WIB

Stok Bantuan Bencana Masih Menumpuk di Gudang BPBD Aceh Tenggara, Publik Pertanyakan Transparansi Distribusi

Jumat, 16 Januari 2026 - 21:33 WIB

Dana Desa Atau Dana Dinasti? LSM Kaliber “Bedah” Borok Anggaran Kuta Tengah!

Jumat, 16 Januari 2026 - 00:42 WIB

Skandal “Gudang Berdebu” BPBD Aceh Tenggara: LSM KALIBER Tuding Birokrasi Khianati Kemanusiaan!

Kamis, 15 Januari 2026 - 22:17 WIB

Pasca Banjir Bandang, Wakil Bupati Ajak Masyarakat Tinggalkan Perpecahan dan Bersatu Bangun Aceh Tenggara

Kamis, 15 Januari 2026 - 06:42 WIB

Mahasiswa dan Pemuda Gelar Aksi di Kantor Bupati Aceh Tenggara, Tuntut Evaluasi Penanganan Bencana dan Dugaan Intimidasi

Kamis, 15 Januari 2026 - 00:26 WIB

Cahaya Harapan di Bumi Sepakat Segenap: Pemkab Aceh Tenggara Salurkan Santunan Bagi Ahli Waris Korban Banjir

Rabu, 14 Januari 2026 - 01:15 WIB

Angin Segar bagi Perangkat Desa: Penantian 4 Bulan Siltap Segera Berakhir di Februari

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:55 WIB

THR” yang Sebenarnya Adalah Hak Tertunda

Berita Terbaru