Pemusnahan Barang Bukti Narkoba Diduga Tertutup, GMNI Aceh Tenggara Pertanyakan Transparansi Kejaksaan

Waspada Indonesia

- Redaksi

Selasa, 25 November 2025 - 22:45 WIB

50165 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara (Facebook)

Kantor Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara (Facebook)

Aceh Tenggara — Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara melakukan pemusnahan sejumlah barang bukti perkara yang telah inkrah pada Senin, 24 November 2025. Namun, kegiatan yang seharusnya menjadi momentum akuntabilitas institusi penegak hukum tersebut justru dilakukan secara tertutup, tanpa pelibatan media massa dan publik.

Barang bukti yang dimusnahkan, salah satunya adalah narkotika golongan I jenis sabu dengan total perkiraan berat mencapai lebih dari 1 kilogram. Besarnya nilai serta potensi bahaya dari barang haram tersebut semestinya diikuti dengan pelaksanaan pemusnahan secara transparan—di hadapan publik serta media—demi menjamin bahwa proses berlangsung sebagaimana mestinya, tanpa manipulasi atau rekayasa.

Langkah kejaksaan yang memilih tidak mempublikasikan kegiatan ini memantik pertanyaan luas dari berbagai pihak, termasuk dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Aceh Tenggara. Salah satu aktivisnya, Adrian Plis, menyampaikan kekecewaan dan kecurigaan atas cara pemusnahan barang bukti yang dianggap tidak terbuka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Buruknya Drainase Di Jalan Cut Nyak Dien Kota Kutacane Air Hujan Tergenang Cukup Tinggi

“Lebih dari satu kilogram sabu itu bukan barang bukti kecil. Itu jumlah yang besar untuk tingkat kabupaten. Pemusnahan seharusnya dilakukan terbuka dan diketahui oleh media agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat,” ujar Adrian kepada wartawan, Selasa (25/11/2025).

Ia menilai langkah tertutup itu justru membuka ruang kecurigaan publik mengenai keaslian barang bukti yang dimusnahkan. Menurutnya, bukan hal asing jika ada dugaan manipulasi barang bukti oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab, apalagi jika menyangkut narkotika yang memiliki nilai jual tinggi di pasar gelap.

“Sudah banyak kasus di berbagai daerah yang melibatkan manipulasi barang bukti, khususnya narkoba jenis sabu. Ini bukan tuduhan, tapi kekhawatiran yang wajar karena sabu bernilai fantastis dan acap kali jadi ladang permainan oknum tertentu dalam penegakan hukum,” kata Adrian menambahkan.

Adrian menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin mencederai institusi kejaksaan. Namun, dia mengingatkan bahwa pembuktian integritas hukum di mata masyarakat hanya bisa dilakukan bila prosesnya berlangsung transparan dan dapat dikonfirmasi publik, termasuk melalui pemberitaan media. GMNI Aceh Tenggara, kata dia, berharap kasus ini menjadi pelajaran agar ke depan seluruh pemusnahan barang bukti, khususnya narkotika, dilakukan secara terbuka dan terpublikasi oleh berbagai saluran informasi.

Baca Juga :  Kepedulian Polres Aceh Tenggara terhadap Keamanan Wartawan Meningkatkan Kepercayaan Publik

“Kami berharap barang bukti yang dimusnahkan hari ini benar-benar asli dan bukan barang rekayasa. Untuk langkah ke depan, kami mendesak Kejari Aceh Tenggara menjalankan proses hukum secara transparan dan terbuka kepada publik,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara, Mohammad Purnomo Satriadi, yang coba dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp, belum memberikan tanggapan.

Publik kini menanti klarifikasi langsung dari Kejaksaan mengenai alasan di balik pelaksanaan pemusnahan yang terkesan tertutup. Keterbukaan informasi publik dalam proses penegakan hukum bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk tanggung jawab lembaga terhadap kepercayaan masyarakat yang semakin kritis.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Jembatan Mbarung–Kedataran Mandek di Tengah Jalan, Progres Baru 49,1 Persen, Anggaran Rp 7,8 Miliar Kini Dipertanyakan
Proyek Jembatan Mbarung–Kedataran Mandek di Angka 49,1 Persen, Anggaran Rp 7,8 Miliar Dipertanyakan, BPK RI Turun Pantau Pengembalian Dana dan Dugaan Kegagalan Pengawasan
Temuan Rp 1,96 Miliar di PUPR Aceh Tenggara Jadi Sorotan, Rekanan Terancam Dilaporkan, Audit BPK Bongkar Kekurangan Volume Proyek dan Utang Belanja Rp 112,9 Miliar
Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Forkopimda Dukung Program Presiden RI
Terungkap! Kasus Kekerasan terhadap Anak yang Mengakibatkan Meninggal Dunia di Aceh Tenggara, Pelaku Berhasil Ditangkap
Warga Aceh Tenggara Soroti Irigasi Lawe Harum yang Diduga Dikerjakan Asal Jadi Meski Menelan Dana Sangat Besar
Terungkap! Kasus Kekerasan terhadap Anak yang Mengakibatkan Meninggal Dunia di Aceh Tenggara, Pelaku Berhasil Ditangkap
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran 13,35 Kg Ganja, Seorang Pemuda Diamankan di Ketambe

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:18 WIB

Satgas TMMD Kodim Abdya Bantu Perbaiki Mushola, Dari Pengairan hingga Atap Bocor

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:21 WIB

Semangat Gotong Royong Warnai Pembongkaran Rumah Warga Prasejahtera di Abdya

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:19 WIB

TMMD Abdya Siapkan Puncak Penyerahan Piala Lomba di Acara Penutupan 22 Mei

Minggu, 17 Mei 2026 - 16:52 WIB

Kapten Inf Faryanda: Progres Pembukaan Jalan TMMD Abdya Terus Signifikan

Minggu, 17 Mei 2026 - 16:11 WIB

Kolaborasi TNI dan Masyarakat Percepat Penyelesaian TMMD di Aceh Barat Daya

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:48 WIB

Keakraban Warga dan Satgas TMMD Abdya Terjalin dari Dapur Sederhana Desa Gunung Cut

Minggu, 17 Mei 2026 - 11:24 WIB

Nonton Bareng Film Inspiratif, Cara Satgas TMMD Abdya Dekatkan Diri dengan Warga

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:59 WIB

Pembukaan Jalan TMMD di Gunung Cut Hampir Tuntas, Warga Segera Nikmati Akses Baru

Berita Terbaru