BPK RI Temukan 17 Rekening Non Kapitasi dan Obat Kadaluarsa, Dinas Kesehatan Aceh Tenggara Disorot Keras: Kepemimpinan Lemah dan Manajemen Buruk

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Kamis, 26 Februari 2026 - 04:57 WIB

50431 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara – Dinas Kesehatan Aceh Tenggara kembali menjadi sorotan tajam publik setelah Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) mengungkap temuan serius dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tahun anggaran 2024. Dalam laporan tersebut, BPK menemukan 17 rekening dana non kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola Dinas Kesehatan tanpa dasar hukum yang jelas, yakni tanpa Surat Keputusan (SK) Bupati sebagai penetapan resmi. Temuan ini menimbulkan pertanyaan besar tentang tata kelola keuangan dan integritas manajemen di dinas yang seharusnya menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat di Aceh Tenggara.

Dana yang dikelola melalui rekening-rekening tersebut mencapai sekitar Rp12,7 miliar untuk dana kapitasi JKN dan sekitar Rp1,07 miliar untuk dana non kapitasi. Fakta bahwa dana sebesar itu dikelola tanpa payung hukum yang sah menunjukkan adanya pelanggaran serius terhadap aturan pengelolaan keuangan daerah. Lebih parah lagi, sembilan puskesmas yang menjadi penerima dana non kapitasi tersebut tercatat mengajukan klaim ke BPJS Kesehatan menggunakan rekening-rekening yang belum ditetapkan secara resmi oleh Bupati. Ini bukan sekadar kelalaian administratif, melainkan indikasi kuat praktik pengelolaan anggaran yang tidak transparan dan berpotensi merugikan negara.

Baca Juga :  Tragedi Berdarah di Festival Muslim Ayub: Remaja 21 Tahun Tewas Ditikam Saat Malam Puncak

Selain persoalan rekening non kapitasi, BPK juga menemukan adanya persediaan obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) yang kadaluarsa di lingkungan Dinas Kesehatan Aceh Tenggara. Data neraca pemerintah daerah per 31 Desember 2024 menunjukkan saldo persediaan obat dan kesehatan mencapai Rp33,27 miliar, meningkat dari Rp31,58 miliar pada tahun sebelumnya. Namun, peningkatan nilai persediaan ini tidak diimbangi dengan pengelolaan yang baik, sehingga masih ditemukan barang kadaluarsa yang seharusnya sudah tidak layak pakai dan berpotensi membahayakan pasien.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tipikor Aceh Tenggara, Jupri Yadi, menyatakan keprihatinannya atas temuan BPK tersebut. Menurut Jupri, banyaknya temuan yang menimpa Dinas Kesehatan tidak lepas dari buruknya kinerja Kepala Dinas Kesehatan saat ini serta lemahnya manajemen yang diterapkan. “Banyaknya temuan BPK itu terjadi erat kaitannya karena rendahnya kinerja Kadiskes saat ini, ditambah buruknya manajemen yang bersangkutan,” tegas Jupri.

Jupri menilai bahwa temuan BPK merupakan cerminan nyata dari lemahnya kepemimpinan di Dinas Kesehatan Aceh Tenggara. Kondisi ini tidak hanya merugikan keuangan daerah, tetapi juga berpotensi mengancam kualitas pelayanan kesehatan yang diterima masyarakat. Ia mendesak agar Bupati dan Wakil Bupati segera mengambil langkah tegas dengan mencari sosok Kepala Dinas Kesehatan yang lebih kompeten dan profesional. Selain itu, mutasi terhadap Kadis Kesehatan yang saat ini menjabat dianggap perlu untuk memperbaiki tata kelola dan kinerja dinas tersebut.

Baca Juga :  Bupati Aceh Tenggara Pimpin Upacara Hari Pahlawan, Ajak Teladani Semangat Perjuangan

“Sudah saatnya Bupati dan Wabup mencari sosok Kadis Kesehatan yang lebih baik lagi, sekaligus memutasikan Kadis Kesehatan saat ini agar kinerja Dinas Kesehatan meningkat dan kasus-kasus seperti ini bisa diminimalisir,” ujarnya.

Temuan BPK ini menjadi alarm keras bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan keuangan dan manajemen di Dinas Kesehatan. Jika tidak segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret, dikhawatirkan masalah serupa akan terus berulang dan merugikan masyarakat luas yang sangat bergantung pada pelayanan kesehatan yang berkualitas dan transparan.

Publik kini menunggu respons cepat dan tegas dari pemerintah daerah untuk memastikan bahwa anggaran kesehatan dikelola dengan baik, akuntabel, dan sesuai aturan. Kegagalan dalam mengelola dana publik di sektor vital seperti kesehatan bukan hanya persoalan administratif, melainkan juga masalah moral dan etika yang harus segera diselesaikan demi kepentingan rakyat Aceh Tenggara.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Relawan Prabowo Ikut Menanggung Malu, Jalan Nasional Kutacane–Medan Berulang Kali Terendam, Jembatan Kuning I Didesak Dibongkar
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita
18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi
Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam
Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM
Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical
Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam
Yahdi Hasan Kawal Langsung Pemulangan Jenazah Warga Asal Aceh Tenggara dari Malaysia hingga Tiba di Kualanamu

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:23 WIB

PT RAD Indonesia Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Internasional CERA

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:10 WIB

HOAX! Kalapas Labuhan Ruku Tegaskan Isu RZ Kelola Narkoba di Dalam Lapas Tidak Benar, Lapas Labuhan Ruku Zero Narkoba

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:37 WIB

LPM Kota Pekanbaru Bagikan 5000 Masker untuk Warga Terdampak Asap

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Kantor Hukum Togar Albert dan Rekan, Berikan Penjelasan Resmi Terkait Kepemilikan Lahan Kliennya di Meranti Pandak Rumbai

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:16 WIB

PPWI Ogan Ilir Kecam Akun Ladusing T, Diduga Sebarkan Tudingan Tanpa Bukti

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:45 WIB

Karhutla Berulang, Hutan Terbakar atau Sengaja Dibakar?

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:22 WIB

“Fitnah Rp5 Juta Muncul Saat Uang Ditolak!” Prof. Dr. Sutan Nasomal Desak Polres Mamasa Jangan Diam!

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:57 WIB

Wujudkan Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Simalungun Gelar “Kumpul Bersama Masyarakat” di Nagori Marjandi

Berita Terbaru