Sidang Korupsi SPAM Pesawaran: Saksi Bongkar RAB Disunat Rp500 Juta, Pengacara Sebut Dakwaan Jaksa Tak Logis

hayat

- Redaksi

Rabu, 15 April 2026 - 07:15 WIB

50158 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAR LAMPUNG – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungkarang kembali menggelar sidang lanjutan kasus dugaan korupsi proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kabupaten Pesawaran tahun anggaran 2022, Selasa 14 April 2026. Sidang kali ini mengungkap fakta baru mengenai perubahan anggaran serta keberatan pihak terdakwa atas nilai kerugian negara yang didakwakan.

Dalam sidang beragenda pembuktian ini, Majelis Hakim yang dipimpin oleh Enan Sugiarto menghadirkan enam saksi dari lingkungan Dinas PUPR dan Dinas Perkim Pesawaran periode 2019-2023. Salah satu saksi kunci yang dihadirkan adalah Firman Rusli (Eks Kadis PUPR) dan Mat Amin (Kabid Penyehatan Lingkungan).

Para saksi mengungkapkan adanya ketidaksesuaian nilai anggaran pada tahap perencanaan. Diketahui, Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang semula dipatok sebesar Rp2,5 miliar, menyusut menjadi Rp2 miliar saat pelaksanaan. Selisih sebesar Rp500 juta tersebut kini menjadi fokus Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk mendalami potensi penyimpangan dana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain soal RAB, hakim juga mendalami alur administrasi melalui aplikasi Krisna DAK. Roy Marta, staf honorer sekaligus operator aplikasi tersebut, diperiksa secara intensif guna mengetahui siapa pihak yang bertanggung jawab atas perubahan data anggaran di dalam sistem.

Baca Juga :  Wagub Lampung Lantik Pejabat Baru, Dorong Tata Kelola Pemerintahan Lebih Tangguh

Mantan Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona, hadir langsung di persidangan didampingi tim kuasa hukumnya. Menggunakan kemeja putih dan peci hitam, Dendi tampak tenang saat menyimak keterangan para saksi. Dendi duduk bersama barisan terdakwa lainnya, termasuk Zainal Fikri (Eks Kadis PUPR) dan sejumlah rekanan pelaksana proyek.

Di sisi lain, tim hukum salah satu terdakwa rekanan, Adal Linardo, melontarkan kritik keras terhadap dakwaan JPU. Ketua Tim Advokat, Haris Munandar, S.H., M.H., menilai perhitungan kerugian negara sebesar Rp7,28 miliar bersifat “gelondongan” dan tidak masuk akal secara hukum.

“Klien kami hanya memegang satu paket proyek senilai Rp1,9 miliar. Bagaimana mungkin didakwa merugikan negara senilai Rp7,28 miliar? Secara logika hukum, ini tidak masuk akal,” tegas Haris saat memberikan keterangan di kantor Kejaksaan Tinggi Lampung.

Untuk membedah perkara ini, Haris menambahkan bahwa pihaknya telah diperkuat oleh advokat senior Harianto Serumpun, yang merupakan mantan jaksa di Kejaksaan Agung. Mereka berencana mengejar keterangan saksi ahli yang menjadi rujukan dalam perhitungan kerugian negara tersebut pada persidangan mendatang.

Proyek SPAM Pesawaran tahun 2022 ini memiliki total nilai anggaran sebesar Rp8,2 miliar. Hingga saat ini, persidangan masih terus berlanjut untuk menggali keterlibatan para pihak, mulai dari tingkat pengambil kebijakan hingga pelaksana lapangan, guna memastikan transparansi dalam penggunaan dana alokasi khusus tersebut.

Baca Juga :  Presiden Gantara Resmi Tunjuk Indra Wahana Sakti Sebagai Gubernur Gantara Propinsi Lampung

Sementara Kepala Dinas Perkim Kabupaten Pesawaran Firman Rusli. Ia secara terbuka mengaku menerima aliran dana sebesar Rp50 juta dari Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pesawaran Zainal Fikri. “Benar, saya menerima uang Rp50 juta dari Pak Zainal Fikri,” kata Firman dihadapan Majelis Hakim.

Namun, Ia berkilah tidak mengetahui tujuan dari pemberian uang tersebut. “Saya tidak tahu untuk apa uang itu diberikan, setelah ramai-ramai itu saya ke Kejaksaan untuk memulangkan uang itu,” ucapnya.

Firman juga menyampaikan bahwa dirinya pernah menerima laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran dalam proyek SPAM Kabupaten Pesawaran tahun 2022.

Akan tetapi, ketika ditanya oleh JPU siapa masyarakat yang melaporkan, Firman mengaku tidak mengetahui identitasnya. “Saya tidak tahu siapa masyarakat itu, itu orang daerah,” jawabnya.

Lebih lanjut, Firman menduga pekerjaan proyek SPAM Kabupaten Pesawaran tahun 2022 tidak sesuai dengan perencanaan awal. “Saya menduga pekerjaan SPAM itu dilakukan tidak sesuai dengan perencanaan,” tegasnya.

Berita Terkait

Celoteh Sandi FW: “BBM Langka, Salah Siapa?
Wagub Jihan : HIMPAUDI Berperan Penting dalam Mendukung Tumbuh Kembang Anak yang Berkualitas
Lampung Perluas Perlindungan Sosial bagi Pekerja Informal
Ketua Dekranasda Propinsi lampung Purnama Wulan Sari Mirza menerima Audiensi dari APPMI
Pria Tanggamus, Korban Pembacokan Viral di Bandar Lampung Alami Luka Berat, Satu Pelaku Ditangkap
Hujan Perdana Setelah Kemarau, Bandar Lampung Diselimuti Kesejukan
Gubernur Mirza dan Wagub Jihan Flag Off Lampung Tapis Karnaval Puncak Festival Krakatau XXXV 2026
LSM AMUNISI LAPORKAN DUGAAN KORUPSI DANA BOS SMPN 11 PESAWARAN KE KEJATI LAMPUNG

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:37 WIB

Ketum SWI Iskandar Buka UKW di Banjarmasin, Dorong Lahirnya Wartawan Profesional

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:24 WIB

Gandeng Ulama, Kapolres Simalungun Tegaskan Perang Lawan Narkoba

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:23 WIB

PT RAD Indonesia Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Internasional CERA

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Respons Cepat Kericuhan Mapolda Ketum AKPERSI Apresiasi Kapolrestabes Palembang

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:10 WIB

HOAX! Kalapas Labuhan Ruku Tegaskan Isu RZ Kelola Narkoba di Dalam Lapas Tidak Benar, Lapas Labuhan Ruku Zero Narkoba

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:37 WIB

LPM Kota Pekanbaru Bagikan 5000 Masker untuk Warga Terdampak Asap

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Kantor Hukum Togar Albert dan Rekan, Berikan Penjelasan Resmi Terkait Kepemilikan Lahan Kliennya di Meranti Pandak Rumbai

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:16 WIB

PPWI Ogan Ilir Kecam Akun Ladusing T, Diduga Sebarkan Tudingan Tanpa Bukti

Berita Terbaru