Jeritan 6 Bulan Tanpa Gaji di Tengah Banjir: Ketua APDESI Aceh Tenggara Dituding “Melempem” di Masa Krisis!

ALIASA

- Redaksi

Minggu, 30 November 2025 - 21:32 WIB

50701 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jeritan 6 Bulan Tanpa Gaji di Tengah Banjir: Ketua APDESI Aceh Tenggara Dituding “Melempem” di Masa Krisis!

​Aksi diam Asosiasi Kepala Desa di tengah bencana dan tunggakan Siltap dianggap sebagai pengkhianatan terhadap ribuan perangkat desa.
​Zoel Kenedi, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kaliber DKD Aceh,

melancarkan serangan tajam yang mengguncang tatanan birokrasi di Aceh Tenggara. Fokus utama kritiknya sangat jelas dan menusuk: Keterlambatan pencairan Penghasilan Tetap (Siltap) atau “Tulah” Perangkat Desa yang sudah menunggak selama enam bulan, diperparah dengan sikap pasif organisasi yang seharusnya menjadi garda terdepan, DPC APDESI Kabupaten Aceh Tenggara.
​
Dua Krisis, Satu Keheningan
​Kritik ini datang pada momen paling sensitif: di saat Aceh Tenggara baru saja dihantam musibah banjir bandang yang melumpuhkan infrastruktur, memutus jalan, dan merenggut mata pencaharian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Menurut Kenedi, di tengah bencana yang membutuhkan dana darurat, gaji enam bulan yang tertunda itu seharusnya menjadi prioritas utama. Ini bukan hanya masalah kesejahteraan, tapi juga bantuan “masa panik” yang paling realistis bagi perangkat desa yang terdampak.
​
Perangkat Desa tentu berharap, kalau disaat seperti ini, musibah seperti Tulah yang sudah enam bulan tidak cair dicairkan. Itu saya rasa yang diharapkan oleh seluruh Perangkat Desa di Aceh Tenggara,” tegas Kenedi.

Baca Juga :  Bupati Salim Fakhry Tegaskan Komitmen Wujudkan Generasi Sehat di Peringatan HKN ke-61 Aceh Tenggara

​Ironisnya, saat masyarakat membutuhkan para pemimpin untuk bersuara, Kenedi menuding Ketua DPC APDESI Aceh Tenggara justru bersikap “diam” dan “melempem,” seolah-olah mengabaikan penderitaan anggotanya sendiri.

Ambisi Kursi vs. Hak Anggota
​Bagian paling pedas dari kritik ini adalah tuduhan bahwa pimpinan daerah dan Ketua APDESI lebih mementingkan “kursi empuk emas” dan ambisi politik pribadi, ketimbang memperjuangkan nasib perangkat desa.

​Kenedi secara terbuka menantang Ketua APDESI:
​Jangan hanya diam bos, perjuangkan hak dari perangkat Desa mu.”
​Jangan hanya disaat butuh Anda mendatangi para Kepala Desa, disaat seperti ini Anda jauh tanpa memperjuangkannya.”

​Tuduhan ini mengisyaratkan bahwa Ketua APDESI dinilai hanya aktif saat membutuhkan dukungan politik atau suara dari kepala desa, tetapi menghilang saat perangkat desa menghadapi kesulitan finansial dan bencana.
​
Gedor Pemda atau Mundur!
​Puncaknya, LSM Kaliber DKD Aceh menuntut Ketua DPC APDESI untuk segera mengubah sikap pasifnya menjadi agresif dan demonstratif:
​”Gedor itu Pemda! Tunjukan kalau dirimu bisa memimpin organisasi besar. Jangan cakap saja yang besar, buktikan untuk mencairkan Tulah perangkat Desa.”

Baca Juga :  Skandal "Gudang Berdebu" BPBD Aceh Tenggara: LSM KALIBER Tuding Birokrasi Khianati Kemanusiaan!

​Bahkan, Kenedi menarik perbandingan tajam dengan masa lalu, menyinggung bahwa dulunya Ketua APDESI berani berdemo, namun kini “melempem.” Ancaman penutupnya adalah ultimatum yang tegas: “Kalau hanya melempem, baiknya mundur saja! Masih banyak yang mampu untuk memimpin DPC.”

​Ulasan ini bukan sekadar berita, melainkan sebuah pukulan telak yang menuntut pertanggungjawaban segera dari Pemda Aceh Tenggara dan komitmen nyata dari Ketua APDESI untuk membela hak anggotanya di masa sulit. Kebungkaman di tengah dua krisis besar—
keuangan dan bencana alam—adalah sikap yang tidak bisa dimaafkan oleh ribuan perangkat desa.(Aliasa).
​

Berita Terkait

Ngaku Senang Buron Ketemu, Kalapas Kutacane Sebut Sudah Siapkan Ambulans, Ical Malah Meninggal di RSUD
Relawan Prabowo Ikut Menanggung Malu, Jalan Nasional Kutacane–Medan Berulang Kali Terendam, Jembatan Kuning I Didesak Dibongkar
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita
18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi
Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam
Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM
Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical
Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:39 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Jangan Tidak Peka Presiden RI Dengan Air Mata Rakyat Akibat Di Bakarnya Hutan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Rakerwil GPA Sultra Perkuat Kaderisasi, Gerakan Sosial, Dan Kemandirian Ekonomi Pemuda Konawe Utara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal Bela Pemkab Siak di Tengah Tekanan APBD: Jangan Terburu-buru Salahkan Bupati Afni, Rakyat Harus Tetap Jadi Prioritas!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:27 WIB

Petugas Rutan Jakarta Pusat Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Terlarang Dduga ETOMIDATE

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Suryadi Djamil Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto, Minta Sikat Narkoba hingga ke Pabrik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:59 WIB

PPD: Pentingnya Pemerataan Kualitas Pendidikan di Berbagai wilayah Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Dari Energi Air ke Pasar Dunia, Inalum Perkenalkan Low Carbon Aluminium Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Ketum Golkar Segera Pecat Ahmad Doli Kurnia dan PAW Dari Senayan

Berita Terbaru