Banda Aceh — Safrizal ZA, selaku Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri sekaligus Ketua Klaster Pemulihan Bencana, menegaskan pentingnya langkah pemulihan terpadu dan masif bagi masyarakat terdampak bencana.
Pemerintah, kata dia, akan terus bekerja di lapangan, sementara partisipasi dan kepedulian masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pemulihan.
Safrizal ZA memaparkan sejumlah langkah strategis yang perlu segera dijalankan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Di antaranya pembangunan sekitar 200 titik sumur bor untuk menjamin ketersediaan air bersih, serta pembangunan 50 titik jembatan darurat sederhana guna memulihkan konektivitas antarwilayah yang terputus akibat banjir dan longsor.
Selain pemulihan infrastruktur dasar, Safrizal juga menekankan pentingnya pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat. Ia mendorong pengadaan puluhan ton pakaian baru layak pakai bagi korban bencana, serta pembelian hasil pertanian Gayo dalam jumlah besar untuk kemudian disalurkan ke kabupaten/kota terdampak.
Langkah ini dinilai tidak hanya membantu korban, tetapi juga menjaga roda ekonomi petani lokal tetap berputar.
Untuk percepatan pembersihan material banjir dan longsor, Safrizal ZA mengusulkan penyewaan sekitar 100 unit alat berat seperti excavator dan loader yang disebar ke titik-titik krisis. Di saat yang sama, program padat karya juga didorong dengan melibatkan hingga 100 ribu warga terdampak dalam kegiatan pembersihan lingkungan, dengan skema upah harian yang layak.
Pemulihan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri Pemerintah dan masyarakat harus bersatu, karena hanya dengan kebersamaan pemulihan bencana bisa berjalan cepat dan bermartabat,” tegas Safrizal ZA. [Redaksi]

































