Bunda Salma Ingatkan Aparat: Aceh Bekas Konflik, Jangan Sakiti Rakyat Lagi

REDAKSI BANDA ACEH

- Redaksi

Jumat, 26 Desember 2025 - 10:08 WIB

50363 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waspadaindonesia.com | Aceh Utara – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Hj. Salmawati yang akrab disapa Bunda Salma, menyayangkan keras dugaan aksi brutal yang dilakukan oleh oknum aparat TNI dan Brimob terhadap masyarakat Aceh saat pengawalan penyaluran bantuan kemanusiaan ke Aceh Tamiang.

Menurutnya, tindakan kekerasan di lapangan tidak hanya melukai fisik warga, tetapi juga melukai rasa keadilan dan kemanusiaan masyarakat yang sedang berada dalam situasi bencana.

Bunda Salma menegaskan bahwa insiden tersebut berpotensi membangkitkan kembali luka lama di tengah masyarakat Aceh, yang memiliki sejarah panjang konflik. Ia mengingatkan agar semua pihak, khususnya aparat negara, bersikap lebih bijak dan humanis dalam menghadapi masyarakat yang tengah berduka.

Baca Juga :  GERAK NYATA DI MASA BENCANA, PT AMAD TONG DIESEL GEMPANG BERSAMA ACEH

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masyarakat Aceh ini bekas konflik panjang. Jangan sekali-kali membangkitkan luka lama,” tegasnya.

Ia juga menyoroti munculnya aksi simbolik pengibaran bendera oleh sebagian warga sebagai bentuk protes dan kekecewaan. Menurut Bunda Salma, tindakan tersebut tidak bisa dilepaskan dari rasa frustasi masyarakat yang hingga kini belum melihat adanya penetapan status bencana nasional oleh pemerintah pusat.

Baca Juga :  Danantara Sinergikan BUMN Bangun Huntara di Aceh Tamiang, PLN Sambung Listrik untuk Semua Rumah dan Fasum

Itu bentuk jeritan rakyat Mereka ingin pemerintah hadir dan menetapkan Aceh sebagai bencana nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bunda Salma menyampaikan keprihatinannya atas kondisi warga yang disebut mengalami kekerasan hingga berdarah-darah. Ia meminta agar peristiwa serupa tidak terulang dan mendesak evaluasi serius terhadap aparat yang bertugas di lapangan.

Kita kasihan masyarakat Mereka sedang tertimpa musibah, bukan untuk diperlakukan dengan kekerasan. Negara harus hadir dengan empati, bukan dengan cara-cara represif,” pungkasnya.[Redaksi]

Berita Terkait

Ketua L CAPA Provinsi Aceh Minta Konsultan Pengawasan SD Drin Tujoh Nagan Raya Bersama Kita Buktikan Pernyataan Kepsek di Media Online
Surat Wali Kota,Untuk CV.Lae Saga,Dianggap Angin Lalu
“Ketika Rasa Hilang dari Kekuasaan” “Pemimpin dan Empati yang Retak” “Kontroversi yang Lahir dari Sunyinya Kepekaan”
Ketua PWM Aceh A. Malik Musa Berikan Arahan pada Kegiatan Dukungan Psikososial Korban Banjir dan Longsor di SMA Unggul Pidie Jaya
KASAD KIRIM ALAT BERAT, SURYADI DJAMIL ANGKAT SUARA
Diyakini Publik dan Akademisi, Salim Fakhry: Pemimpin yang Hadir di Titik Lelah Rakyat, Bekerja dengan Hati untuk Aceh Tenggara
Ketua DPRK Aceh Singkil Bersilaturahmi dan Ngopi Bareng Pemerhati Sosial Aceh
Kak Na Apresiasi Sumbangsih Relawan Pada Masa Tanggap Darurat Banjir Aceh

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Hari Kedua Ops Patuh Toba 2026, Satlantas Polres Karo Edukasi Pengendara Lewat Radio dan Turun ke Jalan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Pererat Silaturahmi, Bupati dan Wabup Karo Hadiri Kerja Tahun di Sejumlah Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Hadiri Rakornas TPAKD Bersama Presiden Prabowo, Bupati Karo Perkuat Akses Keuangan Warga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Akhirnya! Jalan Rusak Puluhan Tahun Kutabuluh – Kutamale Mulai Diperbaiki

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Pemkab Karo Raih Predikat INFORMATIF di KI Sumut Award 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Bupati Karo dan Kajari Perkuat Perlindungan Guru Lewat Program Jaksa Sahabat Pendidik

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Pemkab Karo Diundang Tampilkan Potensi Wisata dan UMKM di FLEI 2026 Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:30 WIB

BUPATI KARO USULKAN 19 RANPERDA DI PARIPURNA DPRD, BAHAS PENDIDIKAN HINGGA KETAHANAN PANGAN

Berita Terbaru