ASD: Jangan Jadikan Warga Penonton, Pemulihan Pascabanjir Harus Inklusif dan Berkelanjutan

REDAKSI BANDA ACEH

- Redaksi

Jumat, 2 Januari 2026 - 13:51 WIB

50307 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waspadaindonesia.com | Banda Aceh — Proses pemulihan pascabanjir di Aceh dinilai tidak cukup jika hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur semata. Aceh Social Development (ASD) menegaskan pentingnya pendekatan sosial dan ekonomi berbasis masyarakat agar warga terdampak dapat kembali bangkit secara berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Direktur ASD, Nasrul Sufi, S.Sos., M.M., dalam keterangannya kepada media.

Menurut Nasrul, masyarakat harus ditempatkan sebagai subjek utama dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab–rekon), bukan sekadar objek penerima bantuan. “Pemulihan yang sejati adalah ketika masyarakat kembali berdaya, bekerja, dan mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Tanpa itu, pemulihan hanya bersifat sementara,” ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur Aceh (Mualem), Terima Bantuan Logistik Kemensos Rp9 Miliar untuk Penanganan Banjir dan Longsor

ASD mendorong penerapan konsep community-based recovery dan padat karya berbasis gampong. Melalui pendekatan ini, warga dapat dilibatkan sesuai keterampilan masing-masing, mulai dari perbaikan rumah, pembersihan lingkungan, hingga rehabilitasi fasilitas umum. Selain mempercepat pemulihan wilayah, skema ini juga berfungsi menjaga perputaran ekonomi lokal agar masyarakat tidak kehilangan daya beli.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Nasrul menekankan pentingnya peran pemerintah pusat dan daerah dalam menciptakan lapangan kerja sementara bagi korban bencana. Ia menilai, pemetaan kapasitas masyarakat harus menjadi dasar dalam penempatan tenaga kerja agar program pemulihan berjalan adil, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Dari Pidie untuk Pijay: Solidaritas Tanpa Batas Mengalir hingga Alue Sandeng

Dalam konteks budaya Aceh, pemulihan pascabencana juga harus berpijak pada nilai gotong royong dan kearifan lokal. Pepatah Aceh “Buya krueng teudong dong, buya tamong merasuki” menjadi pengingat bahwa masyarakat setempat tidak boleh menjadi penonton di tanahnya sendiri. ASD berharap sinergi pemerintah, masyarakat, dan lembaga sosial dapat menghadirkan pemulihan yang tidak hanya membangun fisik, tetapi juga memulihkan martabat dan kehidupan sosial masyarakat Aceh.[R edaksi]

Berita Terkait

Ketua L CAPA Provinsi Aceh Minta Konsultan Pengawasan SD Drin Tujoh Nagan Raya Bersama Kita Buktikan Pernyataan Kepsek di Media Online
Surat Wali Kota,Untuk CV.Lae Saga,Dianggap Angin Lalu
“Ketika Rasa Hilang dari Kekuasaan” “Pemimpin dan Empati yang Retak” “Kontroversi yang Lahir dari Sunyinya Kepekaan”
Ketua PWM Aceh A. Malik Musa Berikan Arahan pada Kegiatan Dukungan Psikososial Korban Banjir dan Longsor di SMA Unggul Pidie Jaya
KASAD KIRIM ALAT BERAT, SURYADI DJAMIL ANGKAT SUARA
Diyakini Publik dan Akademisi, Salim Fakhry: Pemimpin yang Hadir di Titik Lelah Rakyat, Bekerja dengan Hati untuk Aceh Tenggara
Ketua DPRK Aceh Singkil Bersilaturahmi dan Ngopi Bareng Pemerhati Sosial Aceh
Kak Na Apresiasi Sumbangsih Relawan Pada Masa Tanggap Darurat Banjir Aceh

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Hari Kedua Ops Patuh Toba 2026, Satlantas Polres Karo Edukasi Pengendara Lewat Radio dan Turun ke Jalan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Pererat Silaturahmi, Bupati dan Wabup Karo Hadiri Kerja Tahun di Sejumlah Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Hadiri Rakornas TPAKD Bersama Presiden Prabowo, Bupati Karo Perkuat Akses Keuangan Warga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Akhirnya! Jalan Rusak Puluhan Tahun Kutabuluh – Kutamale Mulai Diperbaiki

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Pemkab Karo Raih Predikat INFORMATIF di KI Sumut Award 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Bupati Karo dan Kajari Perkuat Perlindungan Guru Lewat Program Jaksa Sahabat Pendidik

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Pemkab Karo Diundang Tampilkan Potensi Wisata dan UMKM di FLEI 2026 Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:30 WIB

BUPATI KARO USULKAN 19 RANPERDA DI PARIPURNA DPRD, BAHAS PENDIDIKAN HINGGA KETAHANAN PANGAN

Berita Terbaru