Ruang Diskusi Tercoreng, Gaya Komunikasi Kepala Pekon Di Kecamatan Talang Padang Dinilai Tak Pantas

hayat

- Redaksi

Minggu, 19 April 2026 - 13:59 WIB

50128 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanggamus – Profesionalisme Kepala Pekon (desa) kembali menjadi perhatian publik, terutama dalam hal komunikasi, baik secara langsung maupun melalui media digital. Kepala pekon diharapkan mampu menjaga sikap, tutur kata, serta etika dalam berinteraksi, termasuk di ruang percakapan daring seperti grup WhatsApp, Kamis, 19 April 2026.

Hal ini mencuat sebagai dinamika yang terjadi di sebuah grup WhatsApp yang beranggotakan jurnalis, LSM serta kepala pekon (kakon) se-Kecamatan Talang Padang. Grup tersebut awalnya berjalan normal hingga muncul sebuah unggahan terkait pemberitaan mengenai polemik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Pekon Kalibening.

Unggahan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Ketua LSM Trinusa DPC Tanggamus. Namun, respons lanjutan dari salah satu anggota grup yang disebut sebagai Ketua Apdesi Talang Padang memicu perhatian karena dinilai bernada keras.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam percakapan tersebut, yang bersangkutan menuliskan imbauan agar anggota grup menjaga bahasa dalam berdiskusi. Namun, lanjutan pernyataan yang menggunakan bahasa daerah dianggap menimbulkan multi tafsir di antara anggota grup.

Baca Juga :  Lapas Kotaagung Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Peringati HBP ke-62

Sejumlah pihak menilai, meskipun maksud dari pernyataan tersebut belum sepenuhnya jelas, gaya penyampaiannya dinilai kurang tepat dalam konteks komunikasi profesional, terlebih dalam forum yang melibatkan berbagai unsur pemerintahan pekon.

Dampak dari peristiwa tersebut, Ketua LSM Trinusa DPC Tanggamus, Nuril Asikin, memutuskan untuk keluar dari grup WhatsApp tersebut. Saat dikonfirmasi, ia menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil karena merasa pernyataan yang disampaikan telah menyentuh ranah pribadi dan dianggap menurunkan marwah lembaga yang dipimpinnya sebagai bagian dari kontrol sosial.

“Sebagai lembaga kontrol sosial, kami berharap adanya komunikasi yang saling menghargai. Ketika itu tidak tercermin, tentu menjadi bahan pertimbangan bagi kami untuk tetap berada dalam forum tersebut,” ujarnya.

Peristiwa ini kemudian direspons oleh admin grup dengan menonaktifkan sementara aktivitas grup. Dalam pengumuman yang disampaikan, mungkin admin mengambil langkah untuk menjaga kondusivitas serta menghindari potensi kesalahpahaman lebih lanjut di antara anggota.

Baca Juga :  Gerak Cepat Pamapta III Polres Tanggamus Tangani Pria Tergeletak di Jalan Batu Kramat

“Izin kawan-kawan semua, untuk sementara grup kita nonaktifkan. Mohon maklum,” demikian isi pengumuman tersebut.

Sekjen LSM Trinusa DPD Lampung, Faqih Fakhrozi, menilai bahwa kejadian ini menjadi pengingat pentingnya etika komunikasi. Di era digital, ruang komunikasi seperti grup WhatsApp tidak hanya menjadi sarana koordinasi, tetapi juga mencerminkan sikap dan profesionalisme individu maupun institusi.

Selain itu, penggunaan bahasa daerah dalam forum resmi dinilai perlu mempertimbangkan keberagaman latar belakang anggota, agar tidak menimbulkan salah tafsir yang berujung pada konflik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai klarifikasi atau langkah lanjutan atas peristiwa tersebut. Namun, diharapkan semua pihak dapat menyikapi kejadian ini secara bijak dan menjadikannya sebagai pembelajaran bersama dalam membangun komunikasi yang lebih sehat dan profesional.

–Redaksi–

Berita Terkait

Tongkat Estafet Berpindah, Sertijab dan Pisah Sambut Kalapas Kotaagung Berlangsung Penuh Makna
Inspektorat Kabupaten Tanggamus Sudah Mulai Memeriksa Pekon Taman Sari Yang Diduga Mark Up Anggaran Dana Desa 
Lapas Kotaagung Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Peringati HBP ke-62
Polsek Wonosobo Identifikasi Banjir di Bandar Negeri Semuong
Inflasi Tanggamus 3,48 Persen, Harga Pangan Stabil tapi Cabai Mulai Naik
Dua perawat Puskesmas Martanda, Pematang Sawa, Tanggamus saat mendampingi pasien yang akan melahirkan mengarungi lautan teluk semaka menuju rumah sakit
Sebuah Kapal Motor Penumpang KM Kurnia Mengalami Kerusakan Mesin Saat Berlayar Di Perairan Teluk Semaka
LAPORAN : Dugaan Markup Dana Desa dan BUMDes Pekon Taman Sari Pugung Menggantung, Kinerja Inspektorat Tanggamus Dikritik

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 21:25 WIB

Mat Budiaman Hadirkan Terobosan Strategis Untuk Pemulihan Layanan PDAM Aceh Tenggara Pasca Banjir Bandang

Sabtu, 18 April 2026 - 00:42 WIB

Pengerukan Batu Sungai Secara Ilegal untuk Proyek Bronjong di Ketambe: Dugaan Permainan Anggaran, Kerusakan Lingkungan, dan Tuntutan Transparansi

Jumat, 17 April 2026 - 23:35 WIB

Sholat Subuh Keliling, Polres Gayo Lues Jalin Silaturahmi dan Serap Aspirasi Masyarakat

Jumat, 17 April 2026 - 23:18 WIB

Jumat Berkah, Sentuhan Kasih Kapolres Aceh Tenggara Hangatkan Hati Anak Yatim Piatu

Jumat, 17 April 2026 - 22:53 WIB

Polres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Sosial, Wujud Kepedulian untuk Warakauri dan Purnawirawan Polri

Jumat, 17 April 2026 - 18:53 WIB

Jumat Berkah, Polres Aceh Tenggara Tebar Kepedulian untuk Sesama

Kamis, 16 April 2026 - 05:51 WIB

BGN Hentikan Sementara 17 Dapur MBG di Aceh Tenggara dan Gayo Lues, Warga Harap Kepastian Layanan

Rabu, 15 April 2026 - 16:32 WIB

H. Ran Bantah Tudingan Penjualan Aset Mobil PDAM Tirta Agara

Berita Terbaru