BGN Hentikan Sementara 17 Dapur MBG di Aceh Tenggara dan Gayo Lues, Warga Harap Kepastian Layanan

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Kamis, 16 April 2026 - 05:51 WIB

50154 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE | Keputusan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menghentikan sementara operasional 17 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Sentra Pemberian Pangan Gizi (SPPG) di Kabupaten Aceh Tenggara dan Gayo Lues menimbulkan keprihatinan di tengah masyarakat. Langkah tegas ini diambil setelah BGN menilai sejumlah dapur tersebut tidak memenuhi standar operasional yang telah ditetapkan, sebagaimana tertuang dalam surat resmi BGN Nomor 1529/D.TWS/04/2026 tertanggal 12 April 2026. Penghentian ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai upaya antisipatif untuk mencegah risiko terhadap kualitas produksi, mutu gizi, serta keamanan pangan bagi masyarakat penerima manfaat program MBG.

Dari total 17 dapur yang dihentikan, sebanyak 14 unit berada di Aceh Tenggara dan tiga lainnya di Gayo Lues. Dapur-dapur tersebut selama ini menjadi tumpuan harapan bagi ribuan warga, khususnya anak-anak sekolah dan kelompok rentan yang sangat membutuhkan asupan gizi memadai. Di Aceh Tenggara, dapur yang dihentikan antara lain SPPG Yayasan Cemerlang Gayo Indonesia di Desa Bambel, SPPG Yayasan Alfathan di Desa Perapat Sepakat, SPPG Yayasan Alfaruqul Faqih Al-Aziziyah di Desa Biakmuli Pantai Raja, serta SPPG Yayasan Generasi Bergizi Mandiri di Desa Kuta Cingkam II. Selain itu, dapur-dapur lain yang turut dihentikan tersebar di Kecamatan Lawe Alas, Babul Rahmah, Lawe Bulan, Deleng Pokhisen, Badar, Babusalam, Ketambe, Lawe Sumur, dan Bambel. Sementara di Gayo Lues, dapur yang terkena penghentian berada di Desa Kute Lintang, Desa Penosan, dan Desa Rema.

Baca Juga :  Jembatan Darurat di Proyek Mbarung–Kedataran Dikhawatirkan Warga

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah penghentian ini diambil setelah BGN melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di kedua kabupaten tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, ditemukan sejumlah pelanggaran terhadap standar operasional, mulai dari aspek kebersihan dapur, penyimpanan bahan pangan, hingga proses pengolahan makanan yang dinilai belum memenuhi kriteria keamanan pangan dan kandungan gizi yang dipersyaratkan. BGN menegaskan, penghentian sementara ini dilakukan demi memastikan seluruh dapur benar-benar layak dan aman sebelum kembali beroperasi. Seluruh pengelola dapur diminta segera melakukan perbaikan dan memenuhi standar yang telah ditetapkan, agar program MBG dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Di sisi lain, penghentian ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama para orang tua dan penerima manfaat yang selama ini sangat bergantung pada layanan dapur MBG. Banyak warga mengaku khawatir anak-anak mereka akan kehilangan akses terhadap makanan bergizi yang selama ini menjadi penopang kebutuhan harian. Sejumlah kepala desa dan tokoh masyarakat pun berharap BGN dan pemerintah daerah dapat segera memberikan solusi, baik dengan mempercepat proses evaluasi maupun menyediakan alternatif bantuan pangan selama masa penghentian berlangsung.

Baca Juga :  Spanduk Beracun di Tengah Kota: Mencegah Tradisi Fitnah Merasuki Demokrasi Aceh Tenggara

Dampak penghentian ini juga dirasakan oleh para pengelola dapur, yang sebagian besar merupakan yayasan dan lembaga sosial lokal. Mereka mengaku siap melakukan perbaikan sesuai arahan BGN, namun berharap adanya pendampingan dan pelatihan agar dapat memenuhi standar yang ditetapkan. Tidak sedikit pula yang menyoroti perlunya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan dukungan sarana prasarana, agar dapur MBG di daerah terpencil dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan.

Keputusan BGN ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan evaluasi berkelanjutan dalam pelaksanaan program bantuan pangan, khususnya di wilayah-wilayah yang masih menghadapi tantangan infrastruktur dan sumber daya. Di tengah upaya pemerintah menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, jaminan terhadap mutu dan keamanan pangan menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Namun, di sisi lain, keberlanjutan layanan bagi masyarakat juga harus menjadi prioritas, agar tidak menimbulkan dampak sosial yang lebih luas.

Kini, masyarakat Aceh Tenggara dan Gayo Lues menanti langkah cepat dari BGN dan pemerintah daerah untuk memastikan dapur MBG dapat kembali beroperasi dengan standar yang lebih baik. Harapan besar tertuju pada perbaikan sistem, peningkatan pengawasan, serta kolaborasi semua pihak agar program Makan Bergizi Gratis benar-benar menjadi solusi nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat di daerah.

Laporan :Salihan Beruh

Berita Terkait

Polres Aceh Tenggara Ungkap Peredaran Sabu di Lawe Alas, 30 Paket Diamankan
Tanggul Jembatan Natam Ambruk, Akses 28 Desa di Darulhasanah Aceh Tenggara Terancam Lumpuh
Bupati Aceh Tenggara Tutup Pintu Rapat untuk Tegakkan Disiplin Pejabat
Anak Curi Motor Milik Orang Tua, Polres Aceh Tenggara Tangkap MRH di Lawe Sigala-Gala
Polres Aceh Tenggara Musnahkan 4,6 Ganja dan 90,97 Gram Sabu
Wakil Bupati Aceh Tenggara Tinjau Pembangunan Jembatan Sementara Pascabanjir di Desa Mbarung
Polsek Bambel Respon Cepat, Lakukan Pengamanan Banjir di Desa Kuning I, Jalan Nasional Sempat Tergenang Air
Program P3-TGAI Mengalirkan Harapan Baru Bagi Pettani Aceh Tenggara

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 00:19 WIB

Dukungan Kapolres Bireuen untuk Pelantikan PW HUDA Jadi Sorotan Komitmen Keamanan

Minggu, 13 September 2026 - 19:22 WIB

Polres Bireuen Gencarkan Patroli Pencegahan Karhutla, Personel Pantau Sejumlah Titik Rawan dan Ingatkan Masyarakat

Minggu, 6 September 2026 - 22:33 WIB

Kapolres Bireuen Ajak Personel Teladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Pelaksanaan Tugas dan Kehidupan Bermasyarakat

Kamis, 3 September 2026 - 14:33 WIB

Kesiapsiagaan Tim Gabungan Ditegaskan oleh Kapolres Bireuen untuk Menekan Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026

Rabu, 2 September 2026 - 12:50 WIB

Kapolres Bireuen Ajak Mahasiswa Baru UNIKI Jadi Generasi Profesional dan Mitra Strategis untuk Aceh Maju

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:42 WIB

Kapolres Bireuen Ajak Mahasiswa Universitas Almuslim Jadi Mitra Polri Jaga Kamtibmas

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:58 WIB

Kapolres Bireuen Hadiri Haul ke-2 Tusop Jeunieb, Tekankan Kolaborasi Ulama dan Polisi dalam Membangun Harmoni

Selasa, 30 Desember 2025 - 22:21 WIB

Aksi Nyata : DPW GR Aceh Gait Mahasiswa Hukum Pidana Islam UIN Ar Raniry Bantu korban banjir dan longsor di Kabupaten Bireuen.

Berita Terbaru

LAMPUNG

Gubernur Mirza Lepas Ribuan Peserta Siger Run 2026

Senin, 14 Sep 2026 - 05:43 WIB