Tumbangnya Kepemimpinan Abal-Abal

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Sabtu, 16 Maret 2024 - 15:12 WIB

50271 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rabu 13 Maret 2024 adalah hari dimana Allah SWT menjawab semua keresahan rakyat Aceh selama ini, terhadap kepemimpinan Ahmad Marzuki sebagai Pj Gubernur Aceh. Kekuasaannya yang baru berjalan sekitar 1 tahun 8 bulan, tetapi memiliki daya rusak yang hebat. Tata kelola pemerintahan Aceh serasa menggunakan managemen “kedai kopi dan timpan”, komunikasi antar relasi institusi dibiarkan liar, penggunaan APBA serasa belanja hari-hari karena hanya keluarga dan oligarki lokal yang dapat menikmati, sementara Pendopo Gubernur yang memiliki nilai historis telah berubah fungsi menjadi arena “main batu”.

Konfigurasi potret Aceh yang sudah porak poranda akibat kepemimpinan sebelumnya, semakin menjadi “kapal pecah” karena badai Arogansi, kedunguan, tak beretika dari seorang pemimpin. Sebagaimana ungkapan pepatah Indatu “Tajak ube lot tapak, taduk ube lot punggong; tajak beulaku linggang, tapinggang beulaku ija; tangui beulaku tuboh, tapajoh beulaku atra.”, memiliki arti yang sangat sakral “Berjalanlah sesuai dengan ukuran telapak kaki, duduklah sesuai ukuran pantat, Berjalanlah sesuai gaya lenggang sendiri, bersarunglah sesuai keadaan kain”. Nampaknya Ahmad Marzuki telah melanggar pepatah Indatu, mungkin  dia     berjalan  dengan menggunakan ukuran telapak kaki Sofyan Daud dan dengan lenggang Nova Iriansyah. Sehingga sosok Ahmad Marzuki sebagai pemimpin Aceh, tidak mampu menjadi diri sendiri atau telah membohongi diri sendiri, bagaimana mungkin bisa jujur terhadap rakyat Aceh.

Baca Juga :  Menjelang HUT Nagan Raya Dan HUT RI PT Fajar Baizuri & Brothers Bersihkan Badan Jalan Di Alun Alun.

Fenomena kepemimpinan Ahmad Marzuki, sangat naïf jika dinilai dengan menggunakan tolok ukur nilai-nilai kepemimpinan militer, karena sesungguhnya jika diamati secara seksama, Kepemimpinan Ahmad Marzuki lebih dipengaruhi oleh nilai bawaan lahir alias “tabiat & sifat dasar” serta sosialisasi nilai yang berada disekitar Ahmad Marzuki. Jika kepemimpinan Ahmad Marzuki harus diberi nilai, nampaknya amat sulit bagi pemberi nilai untuk menentukan nilai yang harus diberikan kepada Ahmad Marzuki, pasalnya kita harus berani jujur untuk menyatakan bahwa Ahmad Marzuki selama 1 tahun 8 bulan menjalankan tugasnya sebagai Pj Gubernur Aceh, hanya dua kali saja beliau benar-benar memposisikan diri sebagai Pj Gubernu Aceh, yaitu pada saat dilantik pertama kali dan saat dilantik kedua kali, selebihnya Ahmad Marzuki tidak lebih sebagai broker proyek APBA dan representative investor tambang minyak.

Baca Juga :  Bawa Semangat Baru, 20 Personel Brimob Batalyon C Pelopor Resmi Sandang Pangkat Baru

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepada Pj Gubernur Aceh yang baru Bapak Bustami, tentunya rakyat Aceh menaruh harapan besar diatas pundak Bapak. Rasanya   semudah

membalikan telapak tangan untuk bapak lebih berprestasi dari para pendahulunya yang amburadul. Kepada Pj Gubernur baru, mohon diingat pesta sudah usai, kini saatnya Bapak berbenah cuci piring, raihlah kesempatan cuci piring yang singkat ini, saya yakin rakyat Aceh akan mengenang Bapak sebagai juru selamat rakyat Aceh yang patut memperoleh penghargaan untuk melanjutkan memimpin Aceh pada 2024-2029. Tapi tolong diingat, jika untuk cuci piring saja Bapak tidak mampu, apalagi menjalankan tugas sebagai Gubernur Aceh.

 

Pemerhati Aceh

Sri radjasa MBA

 

 

Berita Terkait

Perjuangkan Kesejahteraan Petani, Jamaluddin Idham Dorong Alsintan dan Infrastruktur Pertanian
Operasi Patuh Seulawah 2026, Satlantas Polres Nagan Raya Ajak Masyarakat Utamakan Keselamatan Berlalu Lintas
Jamaluddin Idham Tinjau Infrastruktur Pertanian Simeulue, Aspirasi Warga Siap Dikomunikasikan
Ali Sadikin Tinjau Rumah Rusak Diterjang Arus Sungai, Minta Perhatian Pemerintah Pusat dan Daerah
Mizwan, S.H. Apresiasi Kapolri dan Tim Gabungan Ungkap Dugaan Pabrik Sabu di Pidie, Selamatkan Generasi Muda Aceh dari Ancaman Narkoba
Nelayan Sabang Curhat Soal BBM dan Kapal, Jamaluddin Idham Dorong Solusi Nyata
P3TPG Blang Baro Rambong Gelar Musyawarah, Harapkan Tuha Peut Amanah dan Berintegritas
Jumat Berkah, Brimob Polda Aceh Bagikan 100 Gelas Jus kepada Jamaah Masjid Baiturrahim Nagan Raya

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Progres Pembangunan Lima Unit RTLH Program TMMD ke-130 di Kodim 0113/Gayo Lues Capai 27 Persen

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Jalan TMMD, Obat Luka Trauma Para Korban Bencana Alam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Mulai Sasar Rehab MCK

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:10 WIB

PPPK Paruh Waktu Gayo Lues Sampaikan Dua Tuntutan Utama ke DPRK: Kepastian Mekanisme Peralihan PPPK Penuh Waktu serta Dorongan Kenaikan Gaji 50–100 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria 61 Tahun Bersama 63 Gram Ganja

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Pembangunan Gorong-gorong Titik 1 Siap 90 Persen

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria Diduga Kurir Sabu di Durin

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:27 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Kebut Pembangunan Jalan Huntara

Berita Terbaru