Dokter IMC di Aceh Tenggara Diberhentikan Tidak Dengan Hormat Karena Ijazah Palsu

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Selasa, 12 Agustus 2025 - 17:29 WIB

50449 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE , WASPADA INDONESIA | Seorang tenaga medis yang semestinya menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di Kabupaten Aceh Tenggara harus berakhir dengan nasib memalukan. Dokter berinisial IMC yang bertugas di UPT Puskesmas Suka Makmur resmi diberhentikan tidak dengan hormat dari status Pegawai Negeri Sipil (PNS). Keputusan itu diambil lantaran terbukti menggunakan ijazah palsu saat melamar menjadi PNS.

Bupati Aceh Tenggara mengeluarkan keputusan bernomor 800.1.6.4/239/2025 yang secara tegas menyatakan pemberhentian IMC berdasarkan bukti yang kuat dari surat lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I nomor 1925/LLI/KL.03/2025 tertanggal 17 April 2025. Dalam surat tersebut ditegaskan verifikasi dan klarifikasi data mahasiswa atas nama dr. IMC menyatakan ia menggunakan ijazah palsu saat proses lamaran PNS.

Hal ini semakin diperkuat oleh regulasi yang menjadi dasar hukum penghentian status kepegawaian IMC, yaitu Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 25 Tahun 2015. Dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa apabila seorang calon PNS diketahui menggunakan ijazah palsu saat melamar, maka wajib dikenakan tindakan administratif berupa pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS. Keputusan ini tidak memberikan ruang toleransi sedikit pun bagi siapa pun yang mencoba menipu institusi negara dengan dokumen palsu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Plt Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh Tenggara, Syafaruddin, mengatakan pada Selasa,12 Agustus 2025. dengan tegas mengonfirmasi bahwa mulai keluarnya surat keputusan tersebut, gaji dr. IMC sebagai PNS telah diberhentikan. Ini bukan hanya persoalan administratif biasa, melainkan peringatan keras bagi seluruh aparatur sipil negara agar menjaga integritas dan kejujuran dalam segala aspek pengabdian mereka.

Baca Juga :  Menjelang Bulan Suci Ramadhan, Warga Aceh Tenggara Padati Sungai Lawe Alas untuk Lestarikan Tradisi Mandi Meugang dan Mempererat Tali Silaturahmi Keluarga

Fenomena penggunaan ijazah palsu di lingkungan birokrasi bukanlah hal baru, namun setiap kali terbongkar, efeknya selalu mengguncang kepercayaan publik dan merusak citra pemerintah. Kasus IMC di Aceh Tenggara adalah gambaran nyata bagaimana kecurangan pribadi bisa membawa dampak serius pada karier seseorang, bahkan mencoreng institusi yang selama ini diharapkan menjadi tempat pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Bupati Aceh Tenggara dalam keputusan tersebut juga mengacu pada beberapa undang-undang penting yang menguatkan kewenangannya mengambil tindakan tegas ini. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1974 tentang Pembentukan Kabupaten Aceh Tenggara, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi landasan kuat untuk menjatuhkan sanksi tegas tanpa pandang bulu.

Keputusan tegas ini seharusnya menjadi pelajaran bagi setiap individu yang hendak memasuki dunia birokrasi agar tidak menggunakan jalan pintas kotor. Tidak ada tempat bagi pemalsuan dokumen dalam struktur pemerintahan yang bertugas melayani rakyat.

Kasus dr. IMC harus menjadi momentum bagi Aceh Tenggara untuk meningkatkan pengawasan dan verifikasi data bagi calon pegawai negeri sipil agar kasus serupa tidak terulang. Integritas dan transparansi adalah fondasi utama yang harus ditegakkan agar pelayanan publik berjalan dengan baik dan mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Baca Juga :  Dinas Pertanian Aceh Tenggara Beserta Jajaran Mengucapkan Selamat Dan Sukses Atas Pelantikan H.M. Salim Fakhry, SE,M.M - dr. Heri Al Hilal Sebagai Bupati & Wakil Bupati Aceh Tenggara Masa Jabatan 2025-2030

Ini bukan sekadar soal satu orang yang tertangkap basah memakai ijazah palsu, tapi tentang wibawa dan kredibilitas institusi pemerintah yang harus dijaga dengan ketat. Aparat dan pejabat publik wajib menjadi teladan dalam hal kejujuran dan profesionalisme.

Jika akar masalah tidak segera dibersihkan, dikhawatirkan akan muncul kembali kasus-kasus serupa yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat dan menghambat kemajuan pembangunan daerah. Pemerintah Aceh Tenggara harus berani mengambil sikap tanpa kompromi terhadap pelanggaran integritas agar memberikan efek jera dan memastikan birokrasi berjalan bersih dan transparan.

Kasus ini juga menjadi panggilan keras bagi pemerintah pusat dan daerah untuk memperketat seleksi dan pengawasan dalam penerimaan PNS. Jangan sampai ambisi dan kebutuhan akan tenaga kerja menutupi proses verifikasi yang ketat. Semua pihak harus sadar bahwa penggunaan ijazah palsu bukan hanya pelanggaran administratif, tapi sudah menyangkut aspek hukum yang bisa berakibat pidana.

Aceh Tenggara telah memberi sinyal jelas bahwa kecurangan tidak akan ditoleransi. Bagi dr. IMC, jalan terakhir yang harus ditempuh adalah bertanggung jawab atas perbuatannya dan menerima konsekuensi hukum yang berlaku. Bagi publik, kasus ini menjadi pengingat penting bahwa transparansi dan akuntabilitas adalah harga mati bagi tata kelola pemerintahan yang baik.

Laporan: Salihan Beruh

Berita Terkait

Relawan Prabowo Ikut Menanggung Malu, Jalan Nasional Kutacane–Medan Berulang Kali Terendam, Jembatan Kuning I Didesak Dibongkar
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita
18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi
Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam
Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM
Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical
Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam
Yahdi Hasan Kawal Langsung Pemulangan Jenazah Warga Asal Aceh Tenggara dari Malaysia hingga Tiba di Kualanamu

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Bupati Karo Hadiri Apel Gelar Pasukan Ops Patuh Toba 2026 di Mapolres Karo

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Pererat Silaturahmi, Bupati dan Wabup Karo Hadiri Kerja Tahun di Sejumlah Desa

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Akhirnya! Jalan Rusak Puluhan Tahun Kutabuluh – Kutamale Mulai Diperbaiki

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Suryadi Djamil Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto, Minta Sikat Narkoba hingga ke Pabrik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Pemkab Karo Raih Predikat INFORMATIF di KI Sumut Award 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Kejari Nagan Raya Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum Lewat Pemusnahan Barang Bukti

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Bupati Karo dan Kajari Perkuat Perlindungan Guru Lewat Program Jaksa Sahabat Pendidik

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Pemkab Karo Diundang Tampilkan Potensi Wisata dan UMKM di FLEI 2026 Jakarta

Berita Terbaru