Tim Pembina Gammawar Provinsi Aceh Melakukan Peninjauan Mendalam ke Desa Binaan di Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara

Waspada Indonesia

- Redaksi

Selasa, 12 Agustus 2025 - 19:45 WIB

50393 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE, Waspada Indonesia Tim Pembina Gammawar (Gampong Mawaddah Warahmah) Provinsi Aceh melakukan kunjungan resmi dan peninjauan langsung ke Desa Binaan di Kute Lawe Sagu Hulu, Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara, Selasa (12/8/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan rutin serta evaluasi pelaksanaan 10 Program Pokok Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) di tingkat desa yang bertujuan memperkuat pembangunan masyarakat desa secara berkelanjutan.

Kunjungan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Bupati Aceh Tenggara H. M. Salim Fakhry yang memberikan sambutan resmi sekaligus menyampaikan apresiasi atas upaya TP-PKK Provinsi Aceh dalam mendukung pengembangan desa binaan. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan harapan agar kunjungan ini dapat menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten serta masyarakat desa dalam mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan dan kemandirian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tim Pembina TP-PKK Provinsi Aceh dibagi dalam empat Kelompok Kerja (Pokja) yang secara khusus meninjau bidang masing-masing, yaitu Pokja I fokus pada Penghayatan dan Pengamalan Pancasila serta Gotong Royong; Pokja II menangani Pendidikan, Keterampilan, dan Pengembangan Kehidupan Berkoperasi; Pokja III mengurusi Pangan, Sandang, dan Tata Laksana Rumah Tangga; serta Pokja IV yang menitikberatkan pada Kesehatan, Kelestarian Lingkungan Hidup, dan Perencanaan Sehat. Pendekatan multidisipliner ini dilakukan guna memastikan semua aspek kehidupan masyarakat desa mendapatkan perhatian dan pembinaan yang komprehensif.

Baca Juga :  Pembangunan Jalan Rabat Beton ADD Purwodadi Sistim Musyawarah

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fakhry menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan desa sangat bergantung pada keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, tidak hanya pemerintah dan TP-PKK. Ia menyoroti pentingnya semangat gotong royong serta dedikasi para relawan dalam menghadapi kompleksitas sosial di desa. Selain itu, Bupati juga memaparkan capaian signifikan yang sudah diraih Desa Lawe Sagu Hulu, di antaranya status sebagai desa bebas stunting dan kemajuan dalam program ketahanan pangan dengan dukungan Kodim 0108/Agara. Desa ini bahkan berhasil panen hasil bumi hingga sepuluh kali dalam beberapa bulan terakhir, yang merupakan buah kerja keras bersama warga dan panitia pembinaan selama 110 hari terakhir.

Sekretaris TP-PKK Provinsi Aceh, Bertina, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan yang telah diraih oleh Desa Lawe Sagu Hulu. Ia menegaskan harapannya agar desa binaan ini dapat menjadi juara dalam ajang desa binaan terbaik tingkat Provinsi Aceh. Bertina juga menyampaikan bahwa penurunan angka stunting menjadi indikator positif yang harus terus dipertahankan dan ditingkatkan. Penilaian akhir atas pelaksanaan pembinaan direncanakan akan dilakukan pada bulan Oktober mendatang sebagai bagian dari upaya evaluasi dan peningkatan mutu program.

Baca Juga :  Oknum Pendamping Desa Kecamatan Lawe Sumur Mencuat Melakukan Pungli Pembuatan SPJ Dana Desa

Kegiatan ini turut dihadiri oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Tenggara, Sekretaris Daerah, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Camat, Ketua TP-PKK Aceh Tenggara Ny. Nurjanah Fakhry, Ketua TP-PKK Desa Lawe Sagu Hulu, panitia pelaksana, serta masyarakat setempat. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan komitmen bersama dalam mengoptimalkan keberhasilan pembangunan desa yang berkelanjutan dan bermartabat.

Kunjungan Tim Pembina TP-PKK Provinsi Aceh ke Desa Lawe Sagu Hulu merupakan bentuk nyata dari sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, serta masyarakat dalam membangun desa yang sehat, mandiri, dan sejahtera. Dengan pembinaan yang berkesinambungan dan terarah, diharapkan Desa Lawe Sagu Hulu dapat menjadi model desa binaan yang dapat ditiru di seluruh Aceh dan Indonesia.

Laporan: Salihan Beruh

Berita Terkait

LIRA Desak Audit Total PLTMH Lawe Sikap, Soroti Dugaan Kerusakan Lingkungan hingga Minimnya Manfaat bagi Warga
Kadis Disdukcapil Aceh Tenggara Tegaskan Seluruh Pengurusan Dokumen Gratis, Masyarakat Diminta Laporkan Pungli
Pascabanjir di Desa Kuning, Jalur Nasional Kembali Normal Setelah Dibersihkan BPJN Aceh 3.5
Perjuangkan Hak dan Tunjangan Guru di Agara, Ali Basrah: Semua Harus Lewat Prosedur yang Benar
Penantian Bertahun-Tahun Terbayar, Ratusan Warga Leuser Apresiasi Langkah Nyata BPN Aceh Tenggara
Kepala Sekolah SMA/SMK Aceh Tenggara Dipanggil Polda Aceh, Dugaan Gratifikasi Mengemuka
Dewas Baitulmal Klarifikasi Narasi mengatas Namakan Baitul Mal Agara dalam Dugaan Penyalah gunaan Dana Zis Rp 3, 8 Milyar
Jembatan Mbarung–Kedataran Mandek di Tengah Jalan, Progres Baru 49,1 Persen, Anggaran Rp 7,8 Miliar Kini Dipertanyakan

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:56 WIB

LIRA Desak Audit Total PLTMH Lawe Sikap, Soroti Dugaan Kerusakan Lingkungan hingga Minimnya Manfaat bagi Warga

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:52 WIB

Kadis Disdukcapil Aceh Tenggara Tegaskan Seluruh Pengurusan Dokumen Gratis, Masyarakat Diminta Laporkan Pungli

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:40 WIB

Perjuangkan Hak dan Tunjangan Guru di Agara, Ali Basrah: Semua Harus Lewat Prosedur yang Benar

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:13 WIB

Penantian Bertahun-Tahun Terbayar, Ratusan Warga Leuser Apresiasi Langkah Nyata BPN Aceh Tenggara

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:51 WIB

Kepala Sekolah SMA/SMK Aceh Tenggara Dipanggil Polda Aceh, Dugaan Gratifikasi Mengemuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:00 WIB

Dewas Baitulmal Klarifikasi Narasi mengatas Namakan Baitul Mal Agara dalam Dugaan Penyalah gunaan Dana Zis Rp 3, 8 Milyar

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:29 WIB

Jembatan Mbarung–Kedataran Mandek di Tengah Jalan, Progres Baru 49,1 Persen, Anggaran Rp 7,8 Miliar Kini Dipertanyakan

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:14 WIB

Proyek Jembatan Mbarung–Kedataran Mandek di Angka 49,1 Persen, Anggaran Rp 7,8 Miliar Dipertanyakan, BPK RI Turun Pantau Pengembalian Dana dan Dugaan Kegagalan Pengawasan

Berita Terbaru