Diduga Dana BOS Tidak Tepat Sasaran;Ruang SD Negeri 006 Raja Bejamu Banyak Yang Keropos.

NORMAN SEMBIRING

- Redaksi

Kamis, 23 Oktober 2025 - 21:49 WIB

501,329 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rohil”Waspadaindonesia.com

Satu Dekade Kepemimpinan, SD Negeri 006 Raja Bejamu Justru Kian Terpuruk, Layak Diduga Ada Penyelewengan Dana BOS

Harapan masyarakat terhadap kemajuan pendidikan di Rokan Hilir kembali tercoreng. SD Negeri 006 Raja Bejamu, yang berlokasi di Kepenghuluan Raja Bejamu, Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir, kini menjadi sorotan publik. Sekolah dasar negeri ini diduga mengalami kemunduran serius di bawah kepemimpinan Nuzulina, kepala sekolah yang disebut telah menjabat hampir 10 tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alih-alih menunjukkan kemajuan, kondisi sekolah justru memprihatinkan. Dari pantauan dan keterangan sejumlah sumber, sarana dan prasarana di SD Negeri 006 Raja Bejamu disebut jauh dari kata layak dengan Akreditasi “B”.
Fasilitas belajar seperti meja dan kursi murid sudah dalam kondisi rusak parah, bahkan sebagian di antaranya tak lagi dapat digunakan dengan aman.
Dari beberapa Toilet yang tersedia hanya 1 yang layak terpakai Anak Didik yang berjumlah 350 Anak didik, mengakibatkan sering antri.

Ironisnya, meski setiap tahun sekolah menerima kucuran Dana BOS dari pemerintah pusat, kondisi tersebut tak banyak berubah. Sejumlah wali murid menuturkan, mereka kecewa dengan buruknya perhatian pihak sekolah terhadap kebutuhan dasar pembelajaran anak-anak mereka.

“Kursi dan meja di kelas sudah banyak yang patah, kadang anak-anak belajar di bangku yang nyaris roboh. Buku pelajaran pun sangat minim, anak saya dari kelas 1 sampai sekarang kelas 5 belum pernah dipinjamkan buku paket dari sekolah,” ungkap seorang wali murid dengan nada kecewa.

Baca Juga :  DPP LSM TOPAN RI PERTANYAKAN BANDWITH DI DISKOMINFO ROHIL SEBESAR 2,98 MILYAR

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar: ke mana sebenarnya aliran dana BOS di sekolah tersebut digunakan selama ini?

Kritik tajam datang dari Rudi Hartono, Ketua Tim Informasi dan Data DPD KPK Independen Kabupaten Rokan Hilir. Ia menduga kuat adanya penyimpangan dalam pengelolaan Dana BOS di SD Negeri 006 Raja Bejamu.
Padahal Sekolah ini baru direhab Pemerintah Pada Tahun 2017.

Menurut Rudi, indikasi penyalahgunaan terlihat dari pola serapan anggaran tahunan yang dinilai tidak proporsional. Pos pengeluaran untuk kegiatan ekstrakurikuler dan administrasi disebut lebih besar dibandingkan pos penting lain seperti pemeliharaan sarana prasarana dan pengembangan perpustakaan, dua sektor vital yang langsung berdampak pada mutu pembelajaran siswa.

“Kuat dugaan kami, ada penyelewengan dana BOS dalam kurun waktu hampir sepuluh tahun terakhir. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat nyaman untuk belajar malah seperti dibiarkan terbengkalai. Bagaimana mungkin anak-anak bisa berprestasi kalau belajar di ruang kelas yang rusak dan buku pelajaran pokok minim” tegas Rudi dengan nada geram.

Baca Juga :  Terkait Aksi Demo INPEST, Bupati Rohil Duga Aksi Ditunggangi Oknum Jelang Tahun Politik

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti temuan tersebut dengan melaporkan dugaan penyimpangan ini ke Kejaksaan Negeri Rokan Hilir, khususnya ke bagian Pidana Khusus (Kasipidsus) untuk dilakukan pemeriksaan mendalam.

“Kami tidak akan tinggal diam. Ini bukan hanya soal uang, tapi soal masa depan anak-anak bangsa. Kami ingin pendidikan di Rokan Hilir tidak lagi dikorbankan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya.

Para pemerhati pendidikan menilai, seorang kepala sekolah sejatinya menjadi ujung tombak perubahan dan penggerak kemajuan di satuan pendidikan. Namun ketika kepemimpinan kehilangan arah dan semangat pengabdian, maka sekolah akan terjebak dalam stagnasi, bahkan kemunduran.

Buruknya kondisi SD Negeri 006 Raja Bejamu menjadi cermin betapa lemahnya pengawasan terhadap pengelolaan dana pendidikan di daerah. Dana BOS yang seharusnya menjadi penopang utama peningkatan mutu sekolah justru berpotensi disalahgunakan oleh pihak-pihak yang lalai terhadap tanggung jawab moral dan administratifnya.

Masyarakat berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Rokan Hilir tidak menutup mata terhadap kondisi yang terjadi. Sudah saatnya dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan di sekolah-sekolah yang stagnan, serta audit transparan terhadap penggunaan dana BOS.(**)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Revit Rp 2,29 Miliar SMPN 10 Bangko Pusako,Spesipikasi Dipangkas Kepsek Akui Kesepakatan
Gulma Kelompongang Kepung Sawit di PTPN IV Regional 1 Sei Baruhur
Kuasai 400 Hektare di Zona Kuning Kawasan Hutan,Kebun S Pardede di Kubu Babussalam Disorot
Tim Gabungan Opsnal Polres Rohil dan Polsek Kubu Berhasil Melakukan Penangkapan Pelaku Percobaan Pencurian Dengan Penganiayaan Luka Berat Berhasil Ditangkap di Sumatera Barat.
Kejati Riau Tetapkan 9 Tersangka Korupsi PL 10 Persen PT PHR yang Dikelola PT SPRH
Kabid Pembinaan SMP Disdikbud Rohil Sulit Dihubungi,Kepala Sekolah : Dulu Lebih Sigap
Truk Sawit Senggol Tiang Kabel Listrik,Warga Teluk Merbau Ketakutan; PLN Diminta Segera Benahi Jaringan
Diduga ” Smoking Area “Siswa,Sudut SMAN 1 Pujud Dipenuhi Puntung Rokok dan Sampah

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 22:27 WIB

Pelajar 16 Tahun Diamankan Polisi, Diduga Terlibat Kasus Persetubuhan terhadap Anak di Pringsewu

Rabu, 9 September 2026 - 17:57 WIB

Pemkab Pringsewu Salurkan Bantuan 21,63 Ton Beras Kepada Masyarakat Banyuwangi

Selasa, 8 September 2026 - 13:41 WIB

Bupati Pringsewu Jawab Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Terkait Rancangan Perubahan APBD 2O26

Senin, 7 September 2026 - 20:23 WIB

Bupati Pringsewu Sampaikan Rancangan Perubahan APBD

Jumat, 4 September 2026 - 13:36 WIB

Mantan Kabag Humas Pringsewu Dwi Murniati Fitri Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun

Kamis, 3 September 2026 - 14:17 WIB

Wabup Pringsewu Turun Langsung ke Pasar Pagelaran, Sapa Warga & Kendalikan Harga Pangan

Rabu, 2 September 2026 - 20:05 WIB

Si Jago Merah Lalap Satu Hektar Lahan Perkebunan Jati di Ambarawa, Pringsewu

Selasa, 1 September 2026 - 19:47 WIB

Pemkab Pringsewu Adakan Pembinaan SPIP Terintegrasi 2026

Berita Terbaru

BANDA ACEH

MBG Jangan Jadi Eksperimen: SPPG Ditinggalkan, Kantin Dipaksakan

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:45 WIB