Waspadaindonesia.com | BANDA ACEH — Ketua Komisi III DPRA Aceh dari Fraksi Partai Aceh, Hj. Aisyah Ismail yang akrab disapa Kak IIN, merespons keras lonjakan harga semen yang dinilai tidak wajar di tengah kondisi darurat bencana yang melanda Aceh.
Ia menegaskan, seluruh pelaku usaha dilarang memanfaatkan situasi bencana untuk meraup keuntungan, terutama pada komoditas strategis seperti semen yang sangat dibutuhkan masyarakat untuk perbaikan rumah dan infrastruktur pascabanjir.
Dalam dua hari terakhir, Kak IIN mengaku menerima banyak keluhan langsung dari masyarakat terkait kenaikan harga semen di tingkat toko. Dari harga normal berkisar Rp62–64 ribu per sak, kini melonjak menjadi Rp70–80 ribu, bahkan di beberapa kabupaten/kota mencapai Rp90 ribu per sak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ini tidak wajar dan sangat menyakiti rasa keadilan masyarakat yang sedang tertimpa musibah,” tegasnya kepada media.
Menurut Kak IIN, Aceh saat ini berada dalam situasi darurat bencana, sehingga seluruh pihak seharusnya mengedepankan empati dan solidaritas, bukan justru mengambil keuntungan.
Ia mengingatkan bahwa praktik permainan harga di tengah bencana merupakan tindakan tidak bermoral dan bertentangan dengan semangat kemanusiaan. “Jangan cari untung di atas penderitaan rakyat Aceh. Ini soal nurani,” ujarnya dengan nada tegas.
Sebagai langkah konkret, Kak IIN memastikan Komisi III DPRA Aceh akan segera memanggil jajaran direksi PT Semen Andalas untuk meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban terkait kondisi di lapangan.
Ia menegaskan, DPR Aceh tidak akan tinggal diam dan akan mengawal persoalan ini hingga harga kembali normal demi melindungi kepentingan masyarakat luas.

































