DPRK Aceh Tenggara Akan Panggil BPBD Terkait Dugaan Penumpukan Logistik Bantuan

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:17 WIB

50236 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane — Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tenggara akan memanggil Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk dimintai klarifikasi setelah beredarnya sebuah video yang memperlihatkan dugaan penumpukan logistik bantuan bencana di salah satu gudang milik BPBD.

Video yang beredar luas di media sosial itu menampilkan sejumlah barang bantuan masih tersimpan dalam jumlah cukup banyak. Di dalam tayangan tersebut, terlihat warga bersama petugas membuka pintu gudang dan menunjukkan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, mi instan, dan perlengkapan lainnya yang masih tersusun di rak dan lantai gudang.

Menindaklanjuti hal itu, anggota Komisi C DPRK Aceh Tenggara, Mirza Al Mahbubi, mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan pimpinan dewan dan ketua komisi untuk mengambil langkah lanjutan. Komisi C disebut akan segera menjadwalkan pertemuan dengan pihak BPBD guna meminta penjelasan langsung atas temuan yang menimbulkan tanya di kalangan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Mirza, dirinya saat ini sedang berada di Banda Aceh untuk urusan dinas. Ia menyarankan agar informasi lebih lengkap mengenai agenda pemanggilan dapat ditanyakan langsung kepada Ketua Komisi C, Mufty Desky. Namun hingga berita ini disusun, upaya untuk menghubungi ketua komisi belum berhasil.

Baca Juga :  Bupati Aceh Tenggara Letakkan Batu Pertama Jembatan Gantung Garuda, Harapan Baru untuk Akses dan Ekonomi Warga

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara, Mohd Asbi, yang juga dikonfirmasi lewat pesan singkat belum memberikan penjelasan rinci. Ia hanya menyampaikan bahwa dirinya saat ini masih di luar daerah, dan berjanji akan memberikan keterangan setelah tiba kembali di Kutacane.

Munculnya dugaan terkait tidak tersalurkannya bantuan tersebut menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Aceh Tenggara, terutama mengingat daerah ini cukup sering dilanda bencana alam seperti banjir dan longsor. Warga mempertanyakan alasan logistik tersebut masih berada di gudang, padahal terdapat sejumlah wilayah yang memerlukan bantuan dalam beberapa pekan terakhir.

Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari pihak BPBD mengenai status logistik yang ditampilkan dalam video. Publik pun menunggu kejelasan, termasuk apakah barang-barang tersebut merupakan cadangan yang memang belum dijadwalkan untuk disalurkan, atau ada kendala administratif yang menyebabkan keterlambatan distribusi.

Baca Juga :  Pascabanjir di Desa Kuning, Jalur Nasional Kembali Normal Setelah Dibersihkan BPJN Aceh 3.5

Komisi C DPRK menilai klarifikasi dari BPBD penting untuk menjawab pertanyaan publik sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penanganan bencana di daerah. Dewan berharap pemanggilan tersebut nantinya bisa memberikan gambaran utuh soal pengelolaan bantuan, sehingga tidak menimbulkan tafsir yang keliru di tengah masyarakat.

Pihak dewan juga berkomitmen untuk terus mengawasi jalannya fungsi-fungsi pelayanan publik, terutama yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. Penanganan bantuan bencana menjadi salah satu fokus pengawasan, mengingat fungsinya yang sangat vital saat terjadi situasi darurat.

Komisi akan menunggu kepulangan para pihak terkait dari luar daerah sebelum menggelar pertemuan resmi di gedung DPRK Aceh Tenggara. Dalam waktu dekat, seluruh pihak yang berkepentingan akan dihimpun untuk membahas persoalan ini secara menyeluruh, agar tidak ada yang merasa dirugikan dan kejelasan informasi dapat diperoleh secara terbuka.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Kepala SMA Negeri 1 Kutacane yang Baru Tekankan Budaya Sekolah dan Etika kepada Warga Sekolah
Sinergi untuk Aceh Tenggara yang Aman, Kapolres Agara Gelar Temu Ramah Bersama Wartawan dan LSM
Sinergi untuk Aceh Tenggara yang Aman, Kapolres Agara Gelar Temu Ramah Bersama Wartawan dan LSM
Dugaan Skandal Dana Ketahanan Pangan di Lembah Haji Semakin Menguat, APH Didesak Buka Siapa Penerima dan Pengendalinya
Diduga Sarat Mark-Up dan Fiktif, Pegiat Anti-Korupsi Desak Kejari Aceh Tenggara Usut Dana Desa Perdomoan II
BPK Temukan Kekurangan Volume Pekerjaan pada 31 Proyek di Aceh Tenggara, Potensi Kerugian Rp 604 Juta
Grasstrack Kapolres Agara Sukses Digelar, Semangat Bhayangkara dan Prestasi Berpacu di Sirkuit IMI Aceh Tenggara
Pelukan Terakhir di Bumi Sepakat Segenep, Kapolres Aceh Tenggara Berpamitan kepada Purnawirawan

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 19:11 WIB

Nyalip di Tikungan, Pemotor di Pringsewu Tewas Usai Tabrak Truk Pengangkut Pasir

Senin, 27 Juli 2026 - 18:24 WIB

Bupati Pringsewu Sampaikan Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:05 WIB

Wabup Umi Laila Pringsewu Sampaikan Pesan Moral Pada Pengajian Triwulan PAC NU Pagelaran

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:48 WIB

Pansus DPRD Pringsewu Dorong Restrukturisasi OPD yang Efisien dan Tepat Fungsi

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:41 WIB

Kejari Pringsewu Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Pendataan SPPT PBB-P2, Kerugian Negara Rp1,1 Miliar

Senin, 13 Juli 2026 - 13:18 WIB

Pemkab & Kantah Pringsewu Gelar Rakor Reforma Agraria 2026

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:32 WIB

Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila Ajak Umat Islam Jaga Persatuan

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:38 WIB

Ratusan Pembalap Mobil Serbu Sirkuit Non Permamen Komplek Pemkab Pringsewu

Berita Terbaru