DPRK Aceh Tenggara Akan Panggil BPBD Terkait Dugaan Penumpukan Logistik Bantuan

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:17 WIB

50269 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane — Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tenggara akan memanggil Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk dimintai klarifikasi setelah beredarnya sebuah video yang memperlihatkan dugaan penumpukan logistik bantuan bencana di salah satu gudang milik BPBD.

Video yang beredar luas di media sosial itu menampilkan sejumlah barang bantuan masih tersimpan dalam jumlah cukup banyak. Di dalam tayangan tersebut, terlihat warga bersama petugas membuka pintu gudang dan menunjukkan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, mi instan, dan perlengkapan lainnya yang masih tersusun di rak dan lantai gudang.

Menindaklanjuti hal itu, anggota Komisi C DPRK Aceh Tenggara, Mirza Al Mahbubi, mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan pimpinan dewan dan ketua komisi untuk mengambil langkah lanjutan. Komisi C disebut akan segera menjadwalkan pertemuan dengan pihak BPBD guna meminta penjelasan langsung atas temuan yang menimbulkan tanya di kalangan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Mirza, dirinya saat ini sedang berada di Banda Aceh untuk urusan dinas. Ia menyarankan agar informasi lebih lengkap mengenai agenda pemanggilan dapat ditanyakan langsung kepada Ketua Komisi C, Mufty Desky. Namun hingga berita ini disusun, upaya untuk menghubungi ketua komisi belum berhasil.

Baca Juga :  Protes Warga Desa Lawe Beringin Horas Meningkat, Kejaksaan Didesak Bertindak Tegas Terkait Kasus Dana Publik

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara, Mohd Asbi, yang juga dikonfirmasi lewat pesan singkat belum memberikan penjelasan rinci. Ia hanya menyampaikan bahwa dirinya saat ini masih di luar daerah, dan berjanji akan memberikan keterangan setelah tiba kembali di Kutacane.

Munculnya dugaan terkait tidak tersalurkannya bantuan tersebut menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Aceh Tenggara, terutama mengingat daerah ini cukup sering dilanda bencana alam seperti banjir dan longsor. Warga mempertanyakan alasan logistik tersebut masih berada di gudang, padahal terdapat sejumlah wilayah yang memerlukan bantuan dalam beberapa pekan terakhir.

Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari pihak BPBD mengenai status logistik yang ditampilkan dalam video. Publik pun menunggu kejelasan, termasuk apakah barang-barang tersebut merupakan cadangan yang memang belum dijadwalkan untuk disalurkan, atau ada kendala administratif yang menyebabkan keterlambatan distribusi.

Baca Juga :  Puluhan Warga Laporkan Oknum Mantan Kades Kutabantil Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara

Komisi C DPRK menilai klarifikasi dari BPBD penting untuk menjawab pertanyaan publik sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penanganan bencana di daerah. Dewan berharap pemanggilan tersebut nantinya bisa memberikan gambaran utuh soal pengelolaan bantuan, sehingga tidak menimbulkan tafsir yang keliru di tengah masyarakat.

Pihak dewan juga berkomitmen untuk terus mengawasi jalannya fungsi-fungsi pelayanan publik, terutama yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. Penanganan bantuan bencana menjadi salah satu fokus pengawasan, mengingat fungsinya yang sangat vital saat terjadi situasi darurat.

Komisi akan menunggu kepulangan para pihak terkait dari luar daerah sebelum menggelar pertemuan resmi di gedung DPRK Aceh Tenggara. Dalam waktu dekat, seluruh pihak yang berkepentingan akan dihimpun untuk membahas persoalan ini secara menyeluruh, agar tidak ada yang merasa dirugikan dan kejelasan informasi dapat diperoleh secara terbuka.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Ngaku Senang Buron Ketemu, Kalapas Kutacane Sebut Sudah Siapkan Ambulans, Ical Malah Meninggal di RSUD
Relawan Prabowo Ikut Menanggung Malu, Jalan Nasional Kutacane–Medan Berulang Kali Terendam, Jembatan Kuning I Didesak Dibongkar
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita
18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi
Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam
Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM
Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical
Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:39 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Jangan Tidak Peka Presiden RI Dengan Air Mata Rakyat Akibat Di Bakarnya Hutan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Rakerwil GPA Sultra Perkuat Kaderisasi, Gerakan Sosial, Dan Kemandirian Ekonomi Pemuda Konawe Utara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal Bela Pemkab Siak di Tengah Tekanan APBD: Jangan Terburu-buru Salahkan Bupati Afni, Rakyat Harus Tetap Jadi Prioritas!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:27 WIB

Petugas Rutan Jakarta Pusat Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Terlarang Dduga ETOMIDATE

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Suryadi Djamil Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto, Minta Sikat Narkoba hingga ke Pabrik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:59 WIB

PPD: Pentingnya Pemerataan Kualitas Pendidikan di Berbagai wilayah Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Dari Energi Air ke Pasar Dunia, Inalum Perkenalkan Low Carbon Aluminium Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Ketum Golkar Segera Pecat Ahmad Doli Kurnia dan PAW Dari Senayan

Berita Terbaru