BANDA ACEH | Dinas Sosial Aceh mencatat total distribusi bantuan logistik untuk penanggulangan bencana hidrometeorologi hingga saat ini telah mencapai 925.193 ton. Bantuan tersebut berasal dari Dinas Sosial Aceh maupun Kementerian Sosial Republik Indonesia yang didistribusikan langsung ke seluruh kabupaten dan kota terdampak bencana di wilayah Aceh. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari upaya penanganan darurat bencana yang melanda sejumlah daerah di provinsi tersebut.
Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, menyampaikan data tersebut dalam Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh yang digelar di Meuligoe Wali Nanggroe, Aceh Besar, pada Jumat, 13 Maret 2026. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar. Dalam kesempatan itu, Budi menjelaskan bahwa distribusi logistik difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan cuaca ekstrem yang terjadi sepanjang tahun di berbagai daerah.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dengan mengacu pada data tunggal yang diperoleh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta persetujuan Pemerintah Aceh. Berdasarkan rekapitulasi penyaluran, Kabupaten Aceh Tamiang menjadi wilayah dengan penerimaan logistik terbesar, yakni mencapai 356.103 ton. Kabupaten Aceh Utara berada di posisi kedua dengan 201.219 ton, diikuti Kabupaten Bireuen yang menerima 86.065 ton bantuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, beberapa wilayah lain juga menerima distribusi logistik dalam jumlah relatif tinggi, antara lain Kabupaten Aceh Timur sebanyak 54.290 ton, Kabupaten Pidie Jaya 49.473 ton, dan Kabupaten Aceh Tengah 45.446 ton. Kota Lhokseumawe tercatat menerima 18.068 ton bantuan logistik. Untuk kategori distribusi menengah, bantuan disalurkan ke Kabupaten Bener Meriah sebanyak 21.906 ton, Kabupaten Nagan Raya 12.860 ton, Kabupaten Aceh Selatan 10.331 ton, Kabupaten Aceh Barat 9.540 ton, Kabupaten Aceh Jaya 9.017 ton, Kabupaten Simeulue 7.959 ton, Kabupaten Aceh Besar 7.350 ton, Kabupaten Pidie 7.695 ton, serta Kota Langsa 6.418 ton.
Sementara itu, wilayah dengan distribusi bantuan yang lebih kecil meliputi Kota Sabang 4.799 ton, Kabupaten Aceh Singkil 4.337 ton, Kabupaten Gayo Lues 3.174 ton, Kota Banda Aceh 2.863 ton, Kabupaten Aceh Barat Daya 2.836 ton, Kota Subulussalam 2.388 ton, dan Kabupaten Aceh Tenggara 1.056 ton.
Selain fokus pada distribusi logistik kebencanaan, Budi Afrizal juga melaporkan bahwa realisasi berbagai program bantuan sosial di Aceh telah mencapai lebih dari 95 persen dari target penyaluran. Program-program tersebut meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako, bantuan usaha ekonomi produktif, serta bantuan bagi penyandang disabilitas. Penyaluran bantuan sosial ini dilakukan secara terkoordinasi lintas sektor untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan menjangkau seluruh wilayah terdampak.
Budi menegaskan pentingnya verifikasi data penerima manfaat agar program sosial yang dilaksanakan menjelang Lebaran dapat benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan. “Data ini menjadi dasar evaluasi kesiapsiagaan logistik serta penguatan respons penanganan darurat bencana di Aceh ke depan,” ujarnya.
Dengan capaian distribusi bantuan yang signifikan tersebut, pemerintah daerah bersama berbagai pihak terkait terus berupaya meningkatkan efektivitas penanganan bencana dan pemulihan sosial ekonomi masyarakat terdampak di Aceh. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana serta memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi di masa mendatang.
Laporan : Salihan



































