Dinilai Gagal Kelola Program Pertanian Diminta Ganti Kepala DKPP Rokan Hilir

NORMAN SEMBIRING

- Redaksi

Senin, 20 Juli 2026 - 16:22 WIB

50279 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rokan Hilir – WaspadaIndonesia.con

Kinerja Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Rokan Hilir di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Cicik Mawardi Athar, AP., M.Si., menjadi sorotan publik. Sejumlah kalangan menilai berbagai program strategis sektor pertanian yang bersumber dari pemerintah pusat belum berjalan optimal dan dinilai jauh dari harapan masyarakat petani alias amburadul.

Sorotan tersebut mengemuka menyusul pelaksanaan program cetak sawah, optimalisasi lahan rawa (Oplah), hingga percepatan indeks pertanaman (IP) 200 yang dinilai tidak mencapai target. Sejumlah petani mengaku enggan mengikuti program IP200 karena trauma mengalami gagal panen pada musim tanam sebelumnya. Akibatnya, hanya sebagian kecil petani di sejumlah wilayah Rokan Hilir yang kembali menanam padi pada musim tanam kedua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, bantuan benih padi yang dikabarkan mencapai ratusan ton dan disalurkan pemerintah pusat melalui Brigade Pangan (BP) sekitar April disebut tidak seluruhnya tersalurkan kepada petani, karena rendahnya minat petani mengikuti program IP200. Namun digudang penyimpanan benih padi tampak tinggal sedikit. Diduga diselewengkan oknum tertentu.

Baca Juga :  Wakil Bupati Rohil Jhony Charles BBA MBA Ucapkan Selamat Hari Guru Nasional Ke-80

Tak hanya itu, masyarakat juga mempertanyakan efektivitas penyaluran bantuan program Oplah berupa benih, pengolahan lahan, pestisida, dan pupuk. Mereka menduga terdapat berbagai persoalan dalam pelaksanaan di lapangan sehingga manfaat program belum dirasakan secara maksimal oleh petani. Dugaan tersebut perlu ditindaklanjuti Aparat Penegak Hukum, karena telah menghabiskan anggaran pusat ratusan miliar.

Di sisi lain, kalangan awak media juga mengeluhkan sulitnya memperoleh konfirmasi dari jajaran DKPP Rokan Hilir. Menurut mereka, Kepala Dinas maupun sejumlah pejabat teknis seperti kepala bidang dan kepala seksi dinilai jarang dapat ditemui di kantor maupun dihubungi melalui telepon seluler, sehingga menyulitkan pelaksanaan fungsi kontrol sosial dan penyampaian informasi kepada masyarakat.

Baca Juga :  Hari Pertama Tak Boleh Ada Masalah, Dirpamintel Pastikan Lapas Baru Ujung Tanjung 100% Siap

Padahal, sebagai organisasi perangkat daerah yang bertanggung jawab melaksanakan program pertanian, DKPP memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan, pendampingan, serta memastikan program pemerintah pusat dan daerah berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi petani.

Sejumlah petani berharap Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja DKPP agar berbagai program strategis di bidang pertanian tidak kembali mengalami kendala. Mereka menginginkan pergantian Kepala DKPP agar pengelolaan sektor pertanian dipimpin oleh figur yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang pertanian sehingga mampu meningkatkan produktivitas serta mengembalikan kepercayaan petani terhadap program pemerintah.

Hingga berita ini ditulis, pihak DKPP Kabupaten Rokan Hilir belum memberikan keterangan resmi. Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi kepada Kepala Dinas maupun pejabat terkait guna memperoleh penjelasan dan hak jawab atas berbagai penilaian serta dugaan yang berkembang di masyarakat.(rm)

Berita Terkait

Kepala SMPN 5 Bangko Pusako Tuai Apresiasi,Pembenahan Sekolah dan Disiplin Guru Jadi Prioritas
Asap Pabrik PT JATIM Meresahkan Kesehatan Anak-anak
Merasa Bangga Berperkara,Pengelola Kebun Akui Perintah Pengrusakan Sawit Milik Warga Saat Mediasi
Rusak 53 Pokok Sawit Milik Warga,Penglola Kebun 400 Haktare Mengaku Bertindak Atas Perintah Sahat Pardede
Truk Kembali Terpuruk di Depan Kantor Kelurahan Teluk Merbau,Jalan Poros Kubu Rusak Parah
Truk Sawit Terbalik Warga Sorot Janji Kampanye
BP Layak Diperiksa,Diduga Ratusan Ton Benih Padi Bantuan IP200 Program Oplah Menghilang,Realisasi Tanam Minim
Ratusan Ton Benih Padi Program Oplah Mengendap di Gedung,Petani Rokan Hilir Trauma Gagal Panen dan Enggan Tanam Kembali

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:05 WIB

Kerja Nyata Mahasiswa UNRI Bersama Ibu-ibu Lestarikan Konji banyak

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:01 WIB

Kapolres Simalungun Dampingi Kunjungan Kerja Wamenkes RI, Tinjau Langsung Skrining TBC Terintegrasi Program Cek Kesehatan Gratis di Parapat

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:56 WIB

118 Hektare Mangrove di Pasir Limau Kapas Rusak, Kapolda Riau Tangkap 2 Pelaku Pakai Excavator

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:34 WIB

Kapolda Riau, Bupati Rohil dan Kejaksaan Sidak Lokasi Perusakan Mangrove di Rokan Hilir

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:23 WIB

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mapolda Riau Meriah, Hiburan, Stand Up Comedy hingga Doorprize Warnai Acara

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:08 WIB

Pakai Tanjak, Irjen Darinto, Kapolda Riau dan Wakapolda Tanam Pohon Gaharu di Mapolda

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:29 WIB

Kebersamaan Pejabat Polri, Tokoh Adat dan Brimob di Mapolda Riau Pakai Tanjak

Jumat, 24 Juli 2026 - 00:33 WIB

Pakar Hukum Internasional Prof. Dr. K.H. Sutan Nasomal. S.H,.M.H. Pertanyakan Keterlambatan Gaji ke-13 ASN Inhu: “Ada Apa dengan Pemda?”

Berita Terbaru

PRINGSEWU

Bupati Pringsewu Sampaikan Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026

Senin, 27 Jul 2026 - 18:24 WIB