Dugaan Korupsi Revit Rp 2,29 Miliar SMPN 10 Bangko Pusako,Spesipikasi Dipangkas Kepsek Akui Kesepakatan

NORMAN SEMBIRING

- Redaksi

Kamis, 10 September 2026 - 11:20 WIB

50483 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ROHIL — Waspada Indonesia.com

Proyek Revitalisasi Satuan Pendidikan (Revit) Tahun 2025 di SMPN 10 Bangko Pusako, Balam Km 4, Kabupaten Rokan Hilir, dengan nilai anggaran Rp2.295.000.000, yang dilaksanakan sejak 3 September hingga 31 Desember 2025, mutu maupun volume pekerjaan sengaja dipangkas, dibandingkan spesifikasi yang dipersyaratkan dalam petunjuk pelaksanaan, Di antaranya ukuran tiang, balok dan tiang teras yang seharusnya berukuran sekitar 20×20 cm, namun dikerjakan menjadi sekitar 15×15 cm.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Persoalan lainnya menyangkut bagian plafon. Material yang seharusnya menggunakan PVC disebut justru menggunakan kayu/triplek. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai kesesuaian antara pekerjaan yang terpasang dengan spesifikasi teknis yang menjadi dasar pelaksanaan proyek.

 

Tak hanya itu, sejumlah WC pada bangunan baru dilaporkan tidak berfungsi, mulai mengalami kerusakan dan tidak tersedia air, sehingga tujuan revitalisasi untuk menyediakan fasilitas pendidikan yang layak bagi peserta didik diduga dikhianati oknum.

 

Yang lebih menarik, ketika dikonfirmasi awak media pada akhir Agustus 2026 di lingkungan sekolah, Jureni selaku penanggung jawab P2SP disebut mengakui adanya pengurangan mutu atau volume antara pekerjaan di lapangan dengan spesifikasi.

Baca Juga :  Hangatnya Malam di Poskamling Cempedak Rahuk, Polisi dan Warga Sepakat Hidupkan Siskamling

 

Jureni beralibi perubahan tersebut merupakan kesepakatan bersama termasuk konsultan pengawas bernama Yudi, dan anggaran yang tidak digunakan pada pekerjaan tertentu kemudian dipergunakan untuk kebutuhan lainnya.

 

Namun, penjelasan tersebut justru memunculkan pertanyaan baru: apakah spesifikasi teknis dan volume pekerjaan yang telah ditetapkan dalam dokumen proyek memang dapat diubah begitu saja melalui kesepakatan antara pihak sekolah dan konsultan pengawas?

Adakah dasar teknis, administrasi, persetujuan resmi, serta mekanisme perubahan pekerjaan yang sah. Atau PERSEKONGKOLAN SELEWENGKAN ANGGARAN ?

 

Terlebih lagi, apabila terdapat selisih anggaran akibat perubahan spesifikasi, publik berhak mengetahui secara transparan berapa nilai penghematannya, ke mana anggaran tersebut dialihkan, atas dasar dokumen apa, siapa yang menyetujui, dan apakah seluruh perubahan tersebut tercatat dalam administrasi proyek.

 

Pengurangan spesifikasi bukan sekadar persoalan tampilan bangunan. Jika menyangkut ukuran elemen struktur seperti tiang dan balok, aspek kekuatan, keamanan, umur bangunan serta keselamatan siswa dan guru menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.

 

Sorotan ini juga semakin penting karena sejumlah proyek Revit 2025 di Kabupaten Rokan Hilir sebelumnya turut menjadi perhatian publik. Kondisi tersebut mendorong munculnya pertanyaan apakah persoalan yang terjadi di sejumlah sekolah merupakan kasus yang berdiri sendiri atau terdapat pola yang sama dalam pelaksanaan proyek.

Baca Juga :  SMPN 3 Balai Jaya Laksakan Upacara Sumpah Pemuda Ke 79

 

Publik pun meminta aparat penegak hukum, khususnya Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau, turun melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, termasuk memeriksa dokumen kontrak, RAB, gambar kerja, spesifikasi teknis, laporan progres, perubahan pekerjaan, pembayaran, serta kondisi fisik bangunan.

 

Jika seluruh pekerjaan ternyata sesuai ketentuan, pemeriksaan tentu dapat menjadi ruang klarifikasi dan pembuktian. Namun apabila ditemukan pengurangan mutu atau volume yang menyebabkan kerugian keuangan negara, maka pihak yang bertanggung jawab harus ditangkap., proses hukum.

 

Sekolah seharusnya menjadi tempat membangun karakter dan keteladanan, sehingga pengelolaan uang negara di lingkungan pendidikan semestinya dilakukan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas dan integritas.

 

Pertanyaan akhirnya sederhana: bila spesifikasi proyek sudah ditetapkan, siapa yang memberikan kewenangan untuk mengubahnya, dan di mana dokumen resmi yang membenarkan perubahan tersebut?

 

Pihak terkait masih memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi dan menunjukkan dokumen pendukung agar persoalan ini terang serta tidak menimbulkan prasangka di tengah masyarakat.(rm)

Berita Terkait

Polres Rohil Gerebek Rumah di Bangko Pusako, Sita Sabu 95 Gram
Hangatnya Malam di Poskamling Cempedak Rahuk, Polisi dan Warga Sepakat Hidupkan Siskamling
Kesiapan Dapur MBG di Rohil Ditinjau Wakapolres Pastikan Higienis
Gulma Kelompongang Kepung Sawit di PTPN IV Regional 1 Sei Baruhur
Kuasai 400 Hektare di Zona Kuning Kawasan Hutan,Kebun S Pardede di Kubu Babussalam Disorot
Tim Gabungan Opsnal Polres Rohil dan Polsek Kubu Berhasil Melakukan Penangkapan Pelaku Percobaan Pencurian Dengan Penganiayaan Luka Berat Berhasil Ditangkap di Sumatera Barat.
Kejati Riau Tetapkan 9 Tersangka Korupsi PL 10 Persen PT PHR yang Dikelola PT SPRH
Kabid Pembinaan SMP Disdikbud Rohil Sulit Dihubungi,Kepala Sekolah : Dulu Lebih Sigap

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Hari Kedua Ops Patuh Toba 2026, Satlantas Polres Karo Edukasi Pengendara Lewat Radio dan Turun ke Jalan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Pererat Silaturahmi, Bupati dan Wabup Karo Hadiri Kerja Tahun di Sejumlah Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Hadiri Rakornas TPAKD Bersama Presiden Prabowo, Bupati Karo Perkuat Akses Keuangan Warga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Akhirnya! Jalan Rusak Puluhan Tahun Kutabuluh – Kutamale Mulai Diperbaiki

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Pemkab Karo Raih Predikat INFORMATIF di KI Sumut Award 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Bupati Karo dan Kajari Perkuat Perlindungan Guru Lewat Program Jaksa Sahabat Pendidik

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Pemkab Karo Diundang Tampilkan Potensi Wisata dan UMKM di FLEI 2026 Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:30 WIB

BUPATI KARO USULKAN 19 RANPERDA DI PARIPURNA DPRD, BAHAS PENDIDIKAN HINGGA KETAHANAN PANGAN

Berita Terbaru