Dua Peserta Kafilah Muda Bersinar di Tengah Kekecewaan: Thayalis dan Mona Fitri Harumkan Nama Aceh Tenggara di MTQ Aceh

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Selasa, 11 November 2025 - 20:30 WIB

50292 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGGARA | Selasa, 11 November 2025
Di tengah derasnya kritik dan kekecewaan publik atas hasil Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-37 Provinsi Aceh di Pidie Jaya, secercah cahaya muncul dari dua wajah muda asal Aceh Tenggara.

Mereka adalah Thayalis dan Mona Fitri, dua kafilah muda yang berhasil mengangkat nama daerah di tengah sorotan tajam terhadap peringkat keseluruhan kafilah Aceh Tenggara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data resmi, Thayalis berhasil meraih Juara II Cabang Hafalan 100 Hadits dengan Sanad Putra dengan nilai 88 poin, hanya terpaut tiga angka dari juara pertama.
Sementara itu, Mona Fitri mencatat prestasi membanggakan di kategori putri dengan menempati posisi Harapan I pada cabang yang sama.

Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa Aceh Tenggara masih memiliki generasi Qur’ani berpotensi besar, meski secara keseluruhan hasil peringkat belum memuaskan.

“Kami Ingin Buktikan, Aceh Tenggara Masih Bisa Bangkit”

Usai lomba, salah satu kafilah muda dengan mata berkaca-kaca mengungkapkan isi hatinya:

Baca Juga :  Langkah Progresif! Les Tambahan di SMP 1 Kutacane: Bukti Nyata Kolaborasi Komite-Wali Murid Demi Prestasi Akademik

“Kami juga ingin menang, Pak, untuk kebanggaan orang tua kami dan Aceh Tenggara. Tapi mungkin rezeki belum berpihak tahun ini. Kami akan terus berlatih dan kembali lebih kuat.”

Kalimat sederhana namun tulus itu menggambarkan semangat pantang menyerah dari para peserta muda.
Mereka bukan hanya datang membawa lantunan ayat suci, tapi juga membawa harapan besar untuk mengangkat martabat daerah.

Kritik Publik Menggema, Tapi Prestasi Tak Boleh Dihapus

Usai pengumuman hasil MTQ, ruang publik dan media sosial dipenuhi nada kekecewaan.
Banyak pihak menyoroti lemahnya pembinaan dan minimnya kesiapan kafilah Aceh Tenggara.

Namun di balik keriuhan itu, keberhasilan dua peserta muda ini tak boleh terabaikan.
Mereka adalah bukti nyata dari kerja keras dan pembinaan yang tetap berjalan — walau dengan segala keterbatasan fasilitas, pendanaan, dan dukungan.

Pihak pembina daerah disebut telah melakukan latihan rutin, meski masih perlu peningkatan baik dari sisi intensitas, kualitas, maupun strategi pembinaan ke depan.
Dukungan lintas sektor menjadi kebutuhan mendesak agar prestasi kecil ini bisa tumbuh menjadi kebanggaan besar di masa mendatang.

Baca Juga :  Polres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Sosial, Wujud Kepedulian untuk Warakauri dan Purnawirawan Polri

Dari Kegagalan, Muncul Cahaya Harapan

Kegagalan tahun ini bukan akhir dari segalanya — justru bisa menjadi titik awal kebangkitan.
Thayalis dan Mona Fitri telah membuktikan bahwa kerja keras, kesabaran, dan keikhlasan tidak pernah sia-sia.

Dengan pembinaan yang lebih terarah, fasilitas yang memadai, serta dukungan moral dari seluruh masyarakat, Aceh Tenggara diyakini dapat bangkit lebih kuat pada MTQ berikutnya.

Bangkit Bersama, Jadikan MTQ Sebagai Momentum Kebangkitan

Kini saatnya semua pihak berhenti saling menyalahkan dan mulai membangun semangat baru.
Kegagalan bukan aib, tetapi pelajaran berharga untuk memperbaiki langkah.

Aceh Tenggara masih memiliki harapan.
Masih ada generasi Qur’ani yang berjuang sepenuh hati di balik keterbatasan.
Dan selama semangat itu menyala, cahaya kebangkitan Qur’ani dari Tenggara Aceh tidak akan pernah padam. (SA).

Berita Terkait

Sinergi untuk Aceh Tenggara yang Aman, Kapolres Agara Gelar Temu Ramah Bersama Wartawan dan LSM
Sinergi untuk Aceh Tenggara yang Aman, Kapolres Agara Gelar Temu Ramah Bersama Wartawan dan LSM
Dugaan Skandal Dana Ketahanan Pangan di Lembah Haji Semakin Menguat, APH Didesak Buka Siapa Penerima dan Pengendalinya
Diduga Sarat Mark-Up dan Fiktif, Pegiat Anti-Korupsi Desak Kejari Aceh Tenggara Usut Dana Desa Perdomoan II
BPK Temukan Kekurangan Volume Pekerjaan pada 31 Proyek di Aceh Tenggara, Potensi Kerugian Rp 604 Juta
Grasstrack Kapolres Agara Sukses Digelar, Semangat Bhayangkara dan Prestasi Berpacu di Sirkuit IMI Aceh Tenggara
Pelukan Terakhir di Bumi Sepakat Segenep, Kapolres Aceh Tenggara Berpamitan kepada Purnawirawan
Ruangan Staf Dan Ruangan Arsip di Kantor KUA Babussalam Sangat butuh Untuk Drenopasi

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 19:11 WIB

Nyalip di Tikungan, Pemotor di Pringsewu Tewas Usai Tabrak Truk Pengangkut Pasir

Senin, 27 Juli 2026 - 18:31 WIB

Pemkab Pringsewu Kembali Gelar Seleksi Magang Ke Jepang

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:05 WIB

Wabup Umi Laila Pringsewu Sampaikan Pesan Moral Pada Pengajian Triwulan PAC NU Pagelaran

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:48 WIB

Pansus DPRD Pringsewu Dorong Restrukturisasi OPD yang Efisien dan Tepat Fungsi

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:41 WIB

Kejari Pringsewu Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Pendataan SPPT PBB-P2, Kerugian Negara Rp1,1 Miliar

Senin, 13 Juli 2026 - 13:18 WIB

Pemkab & Kantah Pringsewu Gelar Rakor Reforma Agraria 2026

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:32 WIB

Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila Ajak Umat Islam Jaga Persatuan

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:38 WIB

Ratusan Pembalap Mobil Serbu Sirkuit Non Permamen Komplek Pemkab Pringsewu

Berita Terbaru

PRINGSEWU

Pemkab Pringsewu Kembali Gelar Seleksi Magang Ke Jepang

Senin, 27 Jul 2026 - 18:31 WIB