Waspadaindonesia.com | Banda Aceh – Pembangunan Gedung Puskesmas Kutaraja di Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh, telah rampung 100 persen dan siap digunakan untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, S.STP., M.Si., melalui Sekretaris Dinas Kesehatan, dr. Nuraihan, MKM, sebagai bentuk klarifikasi atas berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Puskesmas yang berlokasi Gampong Keudah di Kecamatan Kutaraja ini dibangun sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan primer yang lebih representatif dan sesuai standar Kementerian Kesehatan.
dr. Nuraihan menjelaskan, proses pembangunan Puskesmas Kutaraja sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2024. Pada awal perencanaan, Banda Aceh belum masuk dalam alokasi pembangunan Puskesmas melalui aplikasi e-Renggar Kementerian Kesehatan, karena kebijakan awal hanya memprioritaskan kecamatan baru.
Namun, Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh kemudian mengajukan usulan dengan melampirkan dokumen dan data dukung yang kuat.
Ia mengungkapkan, salah satu alasan mendesak pembangunan Puskesmas baru adalah kondisi sejumlah Puskesmas lama yang dibangun pascatsunami oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM), berdiri di atas tanah milik warga, serta memiliki keterbatasan lahan.
Bahkan, beberapa gampong telah menyurati pemerintah untuk meminta pengembalian aset karena lokasi Puskesmas berdekatan dengan masjid dan mengganggu aktivitas ibadah serta pelayanan kesehatan akibat keterbatasan parkir.
Selain faktor kepemilikan lahan, gedung lama dinilai tidak lagi mampu mengakomodasi kebutuhan layanan kesehatan yang terus berkembang. Transformasi sistem layanan kesehatan menuntut tambahan ruang, fasilitas penunjang, dan standar bangunan yang lebih memadai. Atas dasar itu, usulan pembangunan Puskesmas Kutaraja akhirnya dibahas bersama Bappeda dan Kementerian Kesehatan, hingga disetujui melalui jalur khusus sesuai regulasi.
Pada tahun 2024, anggaran perencanaan mulai dialokasikan, dan pembangunan fisik dimulai awal tahun 2025. Mengingat Banda Aceh merupakan ibu kota provinsi, Kementerian Kesehatan menetapkan prototipe Puskesmas rawat jalan non-rawat inap sebagai standar bangunan. Prototipe ini mencakup gedung layanan utama dengan fasilitas pendukung sesuai rekomendasi nasional.
dr. Nuraihan menjelaskan bahwa proses pembangunan menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari curah hujan tinggi, kendala sosial terkait lahan, hingga hambatan distribusi material akibat putusnya jembatan saat bencana siklon.
Namun berkat fasilitasi Tim Pendamping Proyek Strategis (PPS) dari Kejaksaan, seluruh kendala berhasil diselesaikan secara persuasif dan sesuai aturan hukum.
Ia menambahkan, sempat terjadi deviasi kecil pada progres pekerjaan akibat cuaca ekstrem dan gangguan distribusi logistik. Namun pihak pelaksana menunjukkan komitmen tinggi dengan menambah jumlah tenaga kerja hingga dua kali lipat serta menerapkan sistem kerja shift 24 jam. Upaya tersebut membuahkan hasil, sehingga proyek dapat diselesaikan tepat waktu.
Pembangunan Gedung Puskesmas Kutaraja diselesaikan dalam waktu 180 hari kalender, dan telah dilakukan Provisional Hand Over (PHO) pada 21 Desember 2025. Nilai proyek sekitar Rp8,9 miliar, mencakup gedung layanan, dua unit rumah kopel paramedis, pagar keliling, rumah genset beserta unit genset, Laboratorium serta fasilitas pendukung lainnya.
Terkait isu uji kelayakan tanah, dr. Nuraihan menegaskan bahwa pengujian telah dilakukan sejak tahap perencanaan oleh konsultan Dibantu TIM USK, dengan pengeboran di dua titik dan hasilnya dinyatakan layak.
Dokumen hasil uji tanah telah dilaporkan secara resmi dan menjadi bagian dari dokumen perencanaan. Ia meluruskan bahwa pengeboran yang sempat disalahartikan publik adalah pengeboran sumur air untuk kebutuhan pekerja proyek, bukan uji kelayakan tanah.
Menutup penjelasannya, dr. Nuraihan menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan Puskesmas Kutaraja dilaksanakan sesuai regulasi, transparan, dan akuntabel.
Dengan rampungnya gedung ini, Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh berharap masyarakat Kutaraja dapat segera menikmati layanan kesehatan yang lebih layak, modern, dan berorientasi pada mutu pelayanan.
Muhammad Hawanis Ketua LSM Radar Aceh langsung meninjau lapangan melihat kondisi Puskesmas sudah sempurna dan siap pikai luar biasa anggran sekian ini sudah ada hasil yang sempurna untuk pelayanan dasar masyarakat kutaraja dan kami lihat setiap sudut dan setiap langkah sudah rampung 100
Terimakasih pemerintah kota Banda Aceh
Muhammad Hawanis selaku Ketua LSM Radar Aceh melakukan peninjauan langsung ke lapangan untuk melihat kondisi Gedung Puskesmas Kutaraja yang baru selesai dibangun. Dalam kunjungannya, ia menilai pembangunan fasilitas kesehatan tersebut telah rampung secara menyeluruh dan siap digunakan untuk pelayanan masyarakat.
Menurut Hawanis, dari hasil pengamatannya di setiap sudut bangunan, seluruh pekerjaan telah diselesaikan dengan baik, rapi, dan sesuai dengan fungsi pelayanan dasar yang dibutuhkan warga Kecamatan Kutaraja.
Ia mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota Banda Aceh yang dinilai berhasil menghadirkan hasil pembangunan yang nyata dan berkualitas. “Anggaran yang digunakan sudah terlihat hasilnya. Puskesmas ini siap dipakai dan sangat layak untuk mendukung pelayanan kesehatan dasar masyarakat,” ujar Hawanis.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh atas komitmen dan keseriusannya dalam meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan bagi masyarakat.[Redaksi]

































