Klanting Getuk Robani: Ikon Kuliner Pringsewu yang Menembus Pasar Dunia

hayat

- Redaksi

Kamis, 9 April 2026 - 06:24 WIB

50147 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gading Rejo, Pringsewu — Di tengah gemerlapnya ragam kuliner tradisional Lampung, satu nama kini bersinar terang dan mengukir sejarah baru: Klanting Getuk Robani. Berasal dari Kabupaten Pringsewu, makanan ringan sederhana ini tak lagi sekadar menjadi camilan warga lokal, melainkan telah melangkah menembus pasar internasional dan membawa nama daerah harum ke kancah global, kamis, 9/6/26.

Jejak Asal Usul dari Tanah Pringsewu

Klanting Getuk Robani lahir dari tangan kreatif warga Pringsewu, yang mengolah bahan dasar ubi kayu—tanaman yang tumbuh subur di tanah Lampung—menjadi camilan lezat, awet, dan unik. Berbeda dengan getuk pada umumnya yang bertekstur lunak, Klanting Getuk Robani memiliki ciri khas tersendiri: bentuk pipih memanjang, tekstur renyah saat digigit, serta rasa manis gurih yang pas di lidah. Proses pembuatannya pun masih memegang erat resep turun-temurun, namun disempurnakan dengan sentuhan teknologi pengemasan modern agar tetap higienis dan tahan lama.

Baca Juga :  Polisi saat melakukan olah TKP tenggelamnya bocah 8 tahun di kolam ikan Pekon Purwodadi, Adiluwih

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perjalanan ini bermula dari usaha rumahan yang hanya melayani tetangga dan pasar lokal. Berkat ketekunan, kualitas yang terjaga, serta dukungan pemerintah daerah dan berbagai pihak, usaha kecil ini perlahan tumbuh. Nama “Robani” sendiri diambil dari nama pendirinya, yang dengan semangat pantang menyerah terus mengembangkan produknya dari waktu ke waktu.

Menembus Batas: Dari Pasar Lokal ke Panggung Dunia

Kunci kesuksesan Klanting Getuk Robani menembus pasar internasional bukan hanya terletak pada rasanya yang lezat, tetapi juga adaptasi terhadap standar global. Pengemasan yang menarik, praktis, dan memenuhi standar keamanan pangan menjadi salah satu langkah strategis yang diambil. Tak hanya itu, inovasi varian rasa—mulai dari gula merah klasik, cokelat, hingga keju—membuat camilan ini dapat diterima oleh berbagai kalangan, baik di dalam maupun luar negeri.

Kini, produk asli Pringsewu ini telah terbang melintasi samudra dan tersedia di beberapa negara, seperti Malaysia, Singapura, Arab Saudi, hingga Eropa. Bagi para perantau asal Lampung, kehadiran Klanting Getuk Robani di negeri orang menjadi penawar rindu kampung halaman. Sementara bagi masyarakat asing, camilan ini menjadi jendela untuk mengenal kekayaan budaya dan kuliner Indonesia.

Baca Juga :  Kepala Pekon Bumi Rejo Kecamatan Pagelaran Tutup Usia, IWO indonesia Pringsewu Sampaikan Turut Berduka

Kebanggaan Bersama

Keberhasilan Klanting Getuk Robani menjadi kebanggaan tak hanya bagi pemilik usaha, tetapi juga bagi seluruh warga Pringsewu dan masyarakat Lampung pada umumnya. Ini membuktikan bahwa produk UMKM lokal mampu bersaing dan berprestasi di tingkat dunia jika dikelola dengan baik, penuh dedikasi, dan berani berinovasi.

Langkah “go internasional” ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang yang lebih gemilang. Semoga ke depannya, semakin banyak produk kuliner asli Indonesia—terutama dari daerah-daerah—yang mengikuti jejak Klanting Getuk Robani, menorehkan nama harum bangsa di mata dunia.

Pringsewu Bangga! Indonesia Bangga!

Berita Terkait

Pemkab dan Kantah Pringsewu Jalin Kerjasama Penguatan Sinergi Pelayanan Pertanahan dan Tata Ruang
Pelajar 16 Tahun Diamankan Polisi, Diduga Terlibat Kasus Persetubuhan terhadap Anak di Pringsewu
Pemkab Pringsewu Salurkan Bantuan 21,63 Ton Beras Kepada Masyarakat Banyuwangi
Bupati Pringsewu Jawab Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Terkait Rancangan Perubahan APBD 2O26
Bupati Pringsewu Sampaikan Rancangan Perubahan APBD
Mantan Kabag Humas Pringsewu Dwi Murniati Fitri Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun
Wabup Pringsewu Turun Langsung ke Pasar Pagelaran, Sapa Warga & Kendalikan Harga Pangan
Si Jago Merah Lalap Satu Hektar Lahan Perkebunan Jati di Ambarawa, Pringsewu

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 22:27 WIB

Pelajar 16 Tahun Diamankan Polisi, Diduga Terlibat Kasus Persetubuhan terhadap Anak di Pringsewu

Rabu, 9 September 2026 - 17:57 WIB

Pemkab Pringsewu Salurkan Bantuan 21,63 Ton Beras Kepada Masyarakat Banyuwangi

Selasa, 8 September 2026 - 13:41 WIB

Bupati Pringsewu Jawab Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Terkait Rancangan Perubahan APBD 2O26

Senin, 7 September 2026 - 20:23 WIB

Bupati Pringsewu Sampaikan Rancangan Perubahan APBD

Jumat, 4 September 2026 - 13:36 WIB

Mantan Kabag Humas Pringsewu Dwi Murniati Fitri Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun

Kamis, 3 September 2026 - 14:17 WIB

Wabup Pringsewu Turun Langsung ke Pasar Pagelaran, Sapa Warga & Kendalikan Harga Pangan

Rabu, 2 September 2026 - 20:05 WIB

Si Jago Merah Lalap Satu Hektar Lahan Perkebunan Jati di Ambarawa, Pringsewu

Selasa, 1 September 2026 - 19:47 WIB

Pemkab Pringsewu Adakan Pembinaan SPIP Terintegrasi 2026

Berita Terbaru

BANDA ACEH

MBG Jangan Jadi Eksperimen: SPPG Ditinggalkan, Kantin Dipaksakan

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:45 WIB