Klanting Getuk Robani: Ikon Kuliner Pringsewu yang Menembus Pasar Dunia

hayat

- Redaksi

Kamis, 9 April 2026 - 06:24 WIB

5088 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gading Rejo, Pringsewu — Di tengah gemerlapnya ragam kuliner tradisional Lampung, satu nama kini bersinar terang dan mengukir sejarah baru: Klanting Getuk Robani. Berasal dari Kabupaten Pringsewu, makanan ringan sederhana ini tak lagi sekadar menjadi camilan warga lokal, melainkan telah melangkah menembus pasar internasional dan membawa nama daerah harum ke kancah global, kamis, 9/6/26.

Jejak Asal Usul dari Tanah Pringsewu

Klanting Getuk Robani lahir dari tangan kreatif warga Pringsewu, yang mengolah bahan dasar ubi kayu—tanaman yang tumbuh subur di tanah Lampung—menjadi camilan lezat, awet, dan unik. Berbeda dengan getuk pada umumnya yang bertekstur lunak, Klanting Getuk Robani memiliki ciri khas tersendiri: bentuk pipih memanjang, tekstur renyah saat digigit, serta rasa manis gurih yang pas di lidah. Proses pembuatannya pun masih memegang erat resep turun-temurun, namun disempurnakan dengan sentuhan teknologi pengemasan modern agar tetap higienis dan tahan lama.

Baca Juga :  Dua Pekan Operasi Sikat, Polres Pringsewu Gulung 13 Tersangka Pencurian

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perjalanan ini bermula dari usaha rumahan yang hanya melayani tetangga dan pasar lokal. Berkat ketekunan, kualitas yang terjaga, serta dukungan pemerintah daerah dan berbagai pihak, usaha kecil ini perlahan tumbuh. Nama “Robani” sendiri diambil dari nama pendirinya, yang dengan semangat pantang menyerah terus mengembangkan produknya dari waktu ke waktu.

Menembus Batas: Dari Pasar Lokal ke Panggung Dunia

Kunci kesuksesan Klanting Getuk Robani menembus pasar internasional bukan hanya terletak pada rasanya yang lezat, tetapi juga adaptasi terhadap standar global. Pengemasan yang menarik, praktis, dan memenuhi standar keamanan pangan menjadi salah satu langkah strategis yang diambil. Tak hanya itu, inovasi varian rasa—mulai dari gula merah klasik, cokelat, hingga keju—membuat camilan ini dapat diterima oleh berbagai kalangan, baik di dalam maupun luar negeri.

Kini, produk asli Pringsewu ini telah terbang melintasi samudra dan tersedia di beberapa negara, seperti Malaysia, Singapura, Arab Saudi, hingga Eropa. Bagi para perantau asal Lampung, kehadiran Klanting Getuk Robani di negeri orang menjadi penawar rindu kampung halaman. Sementara bagi masyarakat asing, camilan ini menjadi jendela untuk mengenal kekayaan budaya dan kuliner Indonesia.

Baca Juga :  Merajut Simfoni di Meja Berbuka: Sinergi Transparan Pemerintah Pringsewu dan Insan Pers

Kebanggaan Bersama

Keberhasilan Klanting Getuk Robani menjadi kebanggaan tak hanya bagi pemilik usaha, tetapi juga bagi seluruh warga Pringsewu dan masyarakat Lampung pada umumnya. Ini membuktikan bahwa produk UMKM lokal mampu bersaing dan berprestasi di tingkat dunia jika dikelola dengan baik, penuh dedikasi, dan berani berinovasi.

Langkah “go internasional” ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang yang lebih gemilang. Semoga ke depannya, semakin banyak produk kuliner asli Indonesia—terutama dari daerah-daerah—yang mengikuti jejak Klanting Getuk Robani, menorehkan nama harum bangsa di mata dunia.

Pringsewu Bangga! Indonesia Bangga!

Berita Terkait

Wabup Pringsewu Umi Laila Hadiri Pengajian Akbar Harlah Ke-50 Ponpes Yasmida Ambarawa
Bupati Pringsewu Buka Sosialisasi Literasi & Inklusi Keuangan Sicantiks
Pemkab Pringsewu Dukung Ranperda Fasilitasi Pesantren
Dugaan Pegelembungan Harga Anggaran 2025 di Sekretariat DPRD Pringsewu Menjadi Sorotan Tajam Publik
Ririn Kuswantari Resmi Pimpin Golkar Pringsewu, Mizna Avia Gehsara Bawa Energi Baru KPPG
Dua Warga Di Pesawaran Tersambar Petir Mengakibatkan Satu Meninggal Dunia,Satu Orang Kritis
Empat Pelaku Curanmor Beraksi di Pringsewu, Dua Ditangkap, Dua Kabur
Sekretariat DPRD Pringsewu Batasi Akses Data Pagu Anggaran, Wartawan Pertanyakan Kepatuhan UU KIP

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 21:34 WIB

Lapas Kotaagung Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Peringati HBP ke-62

Rabu, 15 April 2026 - 07:15 WIB

Sidang Korupsi SPAM Pesawaran: Saksi Bongkar RAB Disunat Rp500 Juta, Pengacara Sebut Dakwaan Jaksa Tak Logis

Selasa, 14 April 2026 - 20:23 WIB

Wabup Pringsewu Umi Laila Hadiri Pengajian Akbar Harlah Ke-50 Ponpes Yasmida Ambarawa

Selasa, 14 April 2026 - 18:56 WIB

Bunda Eva Dwiana Dampingi Wamenkes RI Bersama Wamendagri RI, Lakukan Kunjungan Ke Puskesmas Wayhalim

Selasa, 14 April 2026 - 18:49 WIB

Bupati Pringsewu Buka Sosialisasi Literasi & Inklusi Keuangan Sicantiks

Selasa, 14 April 2026 - 13:15 WIB

Pemkab Pringsewu Dukung Ranperda Fasilitasi Pesantren

Selasa, 14 April 2026 - 12:03 WIB

Pangdam XXI/Radin Inten Pimpin PKDN Peserta Didik Sispimti Polri Dikreg ke-35

Selasa, 14 April 2026 - 11:35 WIB

Polsek Wonosobo Identifikasi Banjir di Bandar Negeri Semuong

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

H. Ran Bantah Tudingan Penjualan Aset Mobil PDAM Tirta Agara

Rabu, 15 Apr 2026 - 16:32 WIB