KUTACANE | Proses menuju kursi kepemimpinan Desa Pulonas, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, memasuki fase penting dengan dilaksanakannya pencabutan nomor urut calon kepala desa. Acara pencabutan nomor urut ini berlangsung di Kantor Camat Babussalam, Senin (19/10/2026), diikuti para kandidat dan jajaran muspika serta perangkat desa terkait.
Sebanyak tiga calon kepala desa hadir untuk mengikuti tahap krusial tersebut. Dalam hasil pencabutan, Juadin mendapat nomor urut 1, Elfirosa nomor urut 2, dan Alpansyah memperoleh nomor urut 3. Penetapan urutan ini menandai langkah awal mereka memasuki tahapan berikut dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pulonas.
Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh Wakapolsek Ipda Benny, Danramil Sulaiman, Sekretaris Camat (Sekcam) Idham Walid, Ketua BPK Desa Pulonas Darmawan, Penjabat Kepala Desa Yusmarnaini, serta Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa (P3) Pulonas Sahidun Desky. Kehadiran para unsur keamanan, pemerintahan, dan kepanitiaan menegaskan komitmen agar seluruh tahapan Pilkades berlangsung jujur, adil, dan aman.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Alpansyah menyampaikan rasa syukur atas nomor urut yang diperoleh. Bagi dirinya, nomor urut bukan semata urusan angka, melainkan bagian dari rangkaian proses demokrasi yang harus dijalani dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan pentingnya menjaga nilai kebersamaan di tengah masyarakat. “Bagi saya, nomor urut 3 ini adalah bagian dari proses yang patut disyukuri. Pilkades harus menjadi momentum memperkuat persaudaraan, bukan memecah belah. Apa pun hasilnya nanti, yang utama aspirasinya demi kemajuan Desa Pulonas,” ujar Alpansyah.
Alpansyah juga mengingatkan kepada seluruh warga agar menjadikan Pilkades sebagai ajang menentukan masa depan desa secara bijaksana. Menurutnya, masyarakat perlu melihat gagasan dan komitmen para calon, bukan hanya terfokus pada preferensi pribadi atau kelompok. “Perbedaan pilihan adalah hal lumrah, namun menjaga keharmonisan dan kedamaian desa tetap harus jadi prioritas. Siapa pun nanti yang terpilih, mari kita dukung untuk kemajuan bersama,” tambahnya.
Tahapan Pilkades Pulonas terus berjalan sesuai dengan pedoman dan aturan yang berlaku. Para kandidat selanjutnya akan melanjutkan ke masa kampanye, menyosialisasikan visi, misi, dan program kerja kepada masyarakat desa. Seluruh proses diawasi panitia dan pihak terkait demi menjaga netralitas dan ketertiban.
Berdasarkan data awal yang dihimpun dari panitia, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Desa Pulonas diperkirakan mencapai 1.352 orang. Angka itu menggambarkan besarnya kepercayaan yang diberikan masyarakat terhadap calon pimpinan desa serta pentingnya partisipasi seluruh elemen agar Pilkades berjalan demokratis.
Tahapan pencabutan nomor urut menjadi simbol dimulainya persaingan yang sehat. Para calon diharapkan dapat menunjukkan sikap sportivitas serta menjunjung nilai persatuan. Pilkades, menurut pandangan sejumlah tokoh masyarakat setempat, bukan sekadar perlombaan suara, melainkan juga ajang merawat kepercayaan dan memberikan pengabdian terbaik kepada desa.
“Membedakan pilihan bukan berarti memutus persaudaraan. Hidup bermasyarakat dan semangat membangun desa harus tetap dilanjutkan setelah pilkades usai,” demikian tanggapan salah satu tokoh adat yang mengikuti jalannya acara.
Dengan telah ditetapkannya nomor urut, Pilkades Pulonas siap dilanjutkan ke tahapan berikut. Alpansyah dan dua kandidat lainnya kini memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan gagasan serta meyakinkan masyarakat tentang kapasitas kepemimpinan. Angka dalam surat suara hanyalah penanda, sedangkan pengabdian kepada masyarakat akan diuji dalam tindak nyata dalam memimpin dan membangun Desa Pulonas.
Laporan : Salihan Beruh



































