Perbaikan Tambal Sulam Jalan Nasional di Kecamatan Babussalam Dinilai Asal Jadi

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:53 WIB

50122 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE – Kerusakan jalan nasional di wilayah Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, akhirnya ditangani setelah lama dikeluhkan pengguna jalan. Namun metode perbaikan yang dilakukan menuai kritik karena dinilai hanya bersifat tambal sulam dan tidak menyentuh akar persoalan kerusakan yang berulang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) mulai melakukan penambalan pada sejumlah titik jalan yang berlubang dan menganga. Material aspal curah terlihat ditumpahkan begitu saja ke badan lubang tanpa pemadatan dan perataan yang memadai. Di lokasi, sebuah truk pengangkut material dan sejumlah peralatan kerja sederhana terparkir di tepi jalan, sementara pekerja menambal lubang secara manual.

Pekerja di lapangan membenarkan kegiatan tersebut merupakan perbaikan jalan berlubang. “Kami sedang mengerjakan jalan yang berlubang,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Baca Juga :  Flower Aceh Kawal Proses Hukum Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Tengah

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi jalan nasional di kawasan itu memang telah lama menjadi sorotan. Lubang yang menganga di tengah lintasan tidak hanya merusak kendaraan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengendara, terutama pada malam hari dan saat hujan. Ironisnya, perbaikan baru dilakukan setelah kerusakan meluas dan viral di tengah masyarakat, Senin (19/10).

Sejumlah pengguna jalan menyambut baik adanya perbaikan, namun tetap melontarkan kritik keras terhadap kualitas pekerjaan. Akil, Hadi, dan Dian, pengendara yang melintas, menilai langkah BPJN terkesan serba terlambat dan asal jadi. Mereka khawatir penambalan tanpa standar teknis yang jelas hanya akan bertahan seumur jagung.

Baca Juga :  Peringati HUT Bhayangkara ke-78, Polres Aceh Tenggara Gelar Bakti Kesehatan dan Penanganan Stunting

“Meski belum semuanya diperbaiki, kami berharap perbaikan mengutamakan kualitas agar bertahan lama,” kata Dian, salah seorang pengguna jalan.

Warga mendesak BPJN tidak menjadikan metode patching sebagai solusi permanen untuk jalan nasional yang menjadi urat nadi ekonomi Aceh Tenggara. Pasalnya, pola perbaikan yang sama kerap dilakukan setiap tahun tanpa peningkatan kualitas struktur jalan. Jika dibiarkan, anggaran negara hanya akan habis untuk menambal lubang yang terus muncul di titik yang sama.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak BPJN terkait standar kualitas, durasi ketahanan hasil tambalan, maupun rencana perbaikan menyeluruh pada ruas jalan nasional tersebut.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Kandidat Bakal Calon Kades Kutambaru Bencawan Kecewa, Persoalan Domisili Muncul Jelang Penetapan
Polres Aceh Tenggara Gelar Razia Empat Hari di Perbatasan untuk Persempit Ruang Gerak Narkotika
Aceh Tenggara Terima Bantuan 18 Alat Berat dan 8 Dump Truck untuk Percepatan Pemulihan Pascabencana
Pencabutan Nomor Urut Pilkades Pulonas Berlangsung Tertib, Alpansyah Dapatkan Nomor 3
Rp12,85 Miliar Anggaran Pascabencana Aceh Tenggara Minim Transparansi, Realisasi Baru 41 Persen
Tiga Desa di Aceh Tenggara Dipastikan Tidak Ikut Pilkades Serentak 2026
Kerusakan Jalan Nasional Kuning Dikeluhkan, DPRK Aceh Tenggara Desak PU Segera Bertindak
Ketua Komisi C DPRK Aceh Tenggara Desak Penanganan Banjir Segera Dilakukan Balai Wilayah Sungai

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Celoteh Sandi FW: Kebakaran Atau KeKaburan Hutan?

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Satreskrim Polres Tanggamus Amankan Pria Diduga Jual Solar Subsidi, 200 Liter BBM Disita

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Kades Pematang Baru Ditahan, Dugaan Korupsi APBDes 2024 Rugikan Negara Rp585 Juta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:14 WIB

Celoteh Sandi FW: “BBM Langka, Salah Siapa?

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Tim Dosen Unila Bantu Pemetaan Aset dan Infrastruktur Desa Sukanegara Berbasis GIS

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Operasi Antik Krakatau 2026, Polres Tanggamus Ungkap 25 Kasus Narkotika dan Amankan 27 Tersangka

Rabu, 30 September 2026 - 18:24 WIB

KEJAKSAAN NEGERI PRINGSEWU MUSNAHKAN BARANG BUKTI TINDAK PIDANA YANG TELAH BERKEKUATAN HUKUM TETAP (INKRACHT)

Rabu, 30 September 2026 - 18:15 WIB

Kejaksaan Negeri Pringsewu Hentikan Penuntutan Perkara Pencurian Melalui Pendekatan Keadilan Restoratif

Berita Terbaru