Kerusakan Jalan Nasional Kuning Dikeluhkan, DPRK Aceh Tenggara Desak PU Segera Bertindak

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 00:33 WIB

50115 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane | Kondisi jalan nasional di Kabupaten Aceh Tenggara mendapat sorotan tajam dari wakil rakyat. Kerusakan yang dibiarkan berlarut dinilai tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga menggerus denyut perekonomian daerah.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Tenggara dari Fraksi PAN, Marwan Husni, menyoroti kerusakan Jalan Nasional Kuning dan Jembatan Kuning di Kecamatan Bambel yang dinilai memprihatinkan. Setiap hujan turun, kawasan tersebut terendam banjir dan sulit dilalui.

Sorotan itu disampaikan Marwan kepada wartawan pada Selasa 13 Oktober 2026. Ia meminta Kementerian Pekerjaan Umum segera melakukan perbaikan menyeluruh serta mendesak Balai Wilayah Sungai menangani persoalan banjir secara permanen, bukan sekadar penanganan sementara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Pegiat LIRA Aceh Tenggara Soroti Penutupan 76 Dapur SPPG di Aceh, Minta Dugaan Jual Beli Titik Diusut

Tak hanya di Bambel, kerusakan serupa juga terjadi di Jalan Lintas Nasional Kutacane-Gayo Lues dan Kutacane-Medan. Ruas jalan yang menjadi urat nadi ekonomi itu kini dipenuhi lubang dan bergelombang, terkesan dibiarkan tanpa solusi konkret.

“Jalan nasional sangat vital bagi aktivitas perekonomian, terutama untuk pengangkutan komoditas pangan dari Aceh Tenggara ke Sumatera Utara maupun sebaliknya,” ujar Marwan.

Menurutnya, akar kerusakan bukan sekadar faktor alam, melainkan kelalaian pemeliharaan. Saluran air atau parit yang tersumbat membuat air hujan menggenang di badan jalan dan meresap ke struktur bawah, sehingga konstruksi menjadi tidak stabil. Kondisi itu diperparah oleh kendaraan berat yang melintas setiap hari.

Baca Juga :  Pemuda Hafiz 30 Juz, Tgk Muhammad Ridho, Menjadi Imam Salat Idul Adha di Desa Tanjung Gabungan

Lebih ironis lagi, kerusakan juga terjadi di pusat Kota Kutacane. Perbaikan yang dilakukan dinilai asal jadi, hanya berupa patching yang justru membuat jalan bergelombang dan membahayakan pengendara.

“Parahnya lagi, jalan nasional di pusat Kota Kutacane juga bergelombang karena perbaikan atau patching diduga asal jadi,” katanya.

Marwan menegaskan kerusakan jalan nasional harus menjadi perhatian khusus pemerintah pusat, karena perbaikannya akan berdampak langsung pada peningkatan perekonomian Aceh Tenggara.

Hingga berita ini disusun, Pejabat Pembuat Komitmen 3.5 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh Kementerian PU, Jaya, belum berhasil dikonfirmasi. Telepon selulernya tidak aktif saat dihubungi, menambah kesan lambannya respons negara terhadap infrastruktur vital di daerah. (*)

Berita Terkait

Kandidat Bakal Calon Kades Kutambaru Bencawan Kecewa, Persoalan Domisili Muncul Jelang Penetapan
Polres Aceh Tenggara Gelar Razia Empat Hari di Perbatasan untuk Persempit Ruang Gerak Narkotika
Perbaikan Tambal Sulam Jalan Nasional di Kecamatan Babussalam Dinilai Asal Jadi
Aceh Tenggara Terima Bantuan 18 Alat Berat dan 8 Dump Truck untuk Percepatan Pemulihan Pascabencana
Pencabutan Nomor Urut Pilkades Pulonas Berlangsung Tertib, Alpansyah Dapatkan Nomor 3
Rp12,85 Miliar Anggaran Pascabencana Aceh Tenggara Minim Transparansi, Realisasi Baru 41 Persen
Tiga Desa di Aceh Tenggara Dipastikan Tidak Ikut Pilkades Serentak 2026
Ketua Komisi C DPRK Aceh Tenggara Desak Penanganan Banjir Segera Dilakukan Balai Wilayah Sungai

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Celoteh Sandi FW: Kebakaran Atau KeKaburan Hutan?

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Satreskrim Polres Tanggamus Amankan Pria Diduga Jual Solar Subsidi, 200 Liter BBM Disita

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Kades Pematang Baru Ditahan, Dugaan Korupsi APBDes 2024 Rugikan Negara Rp585 Juta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:14 WIB

Celoteh Sandi FW: “BBM Langka, Salah Siapa?

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Tim Dosen Unila Bantu Pemetaan Aset dan Infrastruktur Desa Sukanegara Berbasis GIS

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Operasi Antik Krakatau 2026, Polres Tanggamus Ungkap 25 Kasus Narkotika dan Amankan 27 Tersangka

Rabu, 30 September 2026 - 18:24 WIB

KEJAKSAAN NEGERI PRINGSEWU MUSNAHKAN BARANG BUKTI TINDAK PIDANA YANG TELAH BERKEKUATAN HUKUM TETAP (INKRACHT)

Rabu, 30 September 2026 - 18:15 WIB

Kejaksaan Negeri Pringsewu Hentikan Penuntutan Perkara Pencurian Melalui Pendekatan Keadilan Restoratif

Berita Terbaru