Pengololaan BUMG Bersama Lhoksukon Diduga Rugikan Desa, Hingga Ratusan Juta, APH Diminta Bidik Pengurus

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Sabtu, 2 September 2023 - 18:45 WIB

50636 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara-Pembentukan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG Bersama) kecamatan Lhoksukon yang di Resmikan langsung oleh Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf, pada bulan Juli 2020, dengan permodalan awal dari 21 Gampong dalam Kecamatan lhoksukon yang dikumpulkan saat itu berjumlah Rp, 2 Miliar.

Untuk usahanya, membuka toko dan menjual bahan-bahan bangunan, yang dianggap dibutuhkan setiap saat, apalagi dengan adanya kegiatan pembangunan infrastruktur di setiap gampong dengan dana desa, sehingga dinilai sangat prospek secara ekonomi.

Saat itu, Wakil Bupati Aceh Utara berharap, agar BUMG bersama kecamatan Lhoksukon, harus berkembang pengelolaan dan keuntungan yang diperoleh wajib dibuat perhitungan secara berkala dan dipertanggungjawabkan secara transparan kepada masyarakat,” pinta Wabup Fauzi Yusuf

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tahun demi tahun berjalannya pengololaan BUMG bersama itu, sampai sekarang usaha atau toko jual alat bangunan milik BUMG bersama kecamatan tersebut, terlihat sudah tutup alias bangkrut, entah apa sebabnya.

Terhembus isu yang terdengar pada awak media ini, terkait BUMG bersama dimaksud, adanya dugaan terjadi penyimpangan dalam pengelolaan BUMG bersama di Kecamatan lhoksukon, hinga mengusik hati dan mengundang keingintahuan kami untuk menelusurinya.

Untuk itu, kamipun mencari tahu dengen menghubungi beberapa keuchik yang memiliki modal dalam usaha BUMG bersama tersebut, Sabtu (2/9/2023)

Menurut Keterangan yang di himpun dari para Keuchik yang masih memiliki modal di BUMG bersama lhoksukon, Sekarang toko Bangunan milik BUMG bersama yang beralamat di jalan Medan Banda Aceh, tempatnya di simpang Cot Girek Gampong Ceubrek, Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara.

Menurut salah seorang Keuchik yang di hubungi awak media, pengololaan BUMG bersama Lhoksukon, Saat ini telah terhenti, ketika di tanya mengapa terhenti BUMG itu, menyuruh awak media ini, untuk mempertanyakan pada pihak pengurus BUMG bersamaan, “coba ditanyakan pada ketua dan bendahara BUMG bersama tersebut, Yaitu Keuchik Gampong Meunasah Nga LT M.Yusuf sebagai ketua dan Mantan Keuchik Gampong Rayeuk LB sebagai bendahara yang saya tahu.” Terang Keuchik

Baca Juga :  Kadis Kesehatan Provsu dan Rekanan Korupsi Rp. 24 M Disaat Pandemi Global COVID-19 Terancam Hukuman Mati

Lain halnya yang di sampaikan oleh Keuchik Gampong yang juga mengaku masih memiliki modal di BUMG bersama itu, dikatakannya dari 21 Gampong yang menganggarkan dana desa untuk modal awal BUM dimaksud, dan setiap Gampong saat itu, di tanam modal pada BUMG bersama tersebut sebesar Rp 100 juta pergampong.

Namun ditengah berjalanya usaha itu, ada beberapa Gampong yang di minta kembali modalnya, ia mengaku tidak mengetahui pasti berapa jumlah gampong yang meminta kembalikan modal dan apa penyebabnya, denger-denger informasi mulut-kemulut dari kalanga para keuchik, pihak Pengurus dan pengololaan BUMG bersama tersebut, sempat terjadi perselisihan paham waktu itu.” jelas keuchik

Pantauan awak media ini, dilapangan Kondisi Toko tempat usaha jual beli alat bangunan milik BUMG bersama kecamatan Lhoksukon, Saat ini kondisinya, telah tutup dan tidak terlihat lagi adanya aktivitas proses jual beli, dan terlihat juga di dalam toko tersebut, ada beberapa barang yang diduga aset milik BUMG bersama kecamatan Lhoksukon.

Berdasarkan isu dan mencium kabar yang beredar mengenai adanya penyimpangan yang terjadi dalam pengololaan BUMG bersama Kecamatan lhoksukon. Hal itu kemudian di kuatkan juga oleh keterangan dari beberapa Keuchik, yang sangat kami percaya dan mengatakan, jika semua itu kemungkinan besar ada benarnya.

“Coba di pertanyakan aset-asetnya dan kemana digunakan, untuk apa saja dana BUMG Bersama itu digunakan selama ini, kok bisa rugi ?

Nanti akan terlihat seperti apa jawabnya,” ungkap Sember tersebut, Terus terang kami para keuchik yang masih memiliki modal di BUMG tersebut, kami ingin pihak pengurus dan pengolola BUMG bersama lhoksukon itu, membuktikan seperti apa kebenarannya.

“Kerena pihak pengurus BUMG bersama itu, belum mengadakan musyawarah maupun menyampaikan laporan secara rinci, terkait pengololaan BUMG bersama Lhoksukon, sejak di jalankan usaha BUMG bersama dimaksud, pada tahun 2020 sampai sekarang, Keuntungan yang dapat di nikmati oleh pihak Gampong kami sebagai pemilik modal, hannya Rp 5 juta.

Baca Juga :  Kepala Staf LSM BARAK RI Meminta Kepada APH, Lidik Penggunaan Dana Desa Kute Bunin Tahun 2022-2023

Banyangkan Modal kami sebesar Rp 100 juta selama 3 tahun mengendap di BUMG itu, keuntungan yang kami dapatkan sebesar Rp 5 juta, dan menurut Kondisi Toko milik BUMG bersama kecamatan Lhoksukon saat ini, sepertinya telah bangkrut jangankan untung, modal dasar kami pihak Gampong, besar kemungkinan akan melayang, tak akan sanggup di kembalikan lagi, hal itu diduga akibat pengololaan dan manajemen BUMG itu, yang terkesan amburadul.”Jelasnya

Beberapa Waktu lalu, pernah saya dengar Aset milik BUMG yang masih tersisa, akan dilelang kepada salah satu BKAD di kecamatan dalam kabupaten Aceh Utara, dalam waktu singkat ini.

Tetapi sampai sekarang semua aset berupa barang bangunan, masih terlihat di dalam Ruko yang di sewa untuk usaha BUMG bersama tersebut.”Tutup Keuchik itu, yang namanya tak Mau di sebutkan oleh media ini

Atas adanya kabar miring yang berindikasi pada dugaan penyimpangan dana BUMG tersebut, diharap menjadi perhatian, dari pihak pemeriksaan keuangan desa, dan pihak penegak hukum di kabupaten Aceh Utara, untuk mengusut tuntas, terkait adanya dugaan penyelewengan dalam pengololaan dana BUMG bersama kecamatan Lhoksukon, yang terkesan menguntungkan pihak pengurus dan pengolola BUMG bersama itu sendiri.”

Sampai Berita ini di tayangkan, pihak pengurus BUMG bersama kecamatan Lhoksukon itu, belum memberikan keterangan apapun, nomor wa dan telpon yang di hubungi aktif, namun tidak di angkat dan pesan chat wa yang di kirim juga tidak di respon, sedang status pesan tercetak dua, sama hal nya dengan Pihak Camat kecamatan Lhoksukon, saat awak media ini, ingin meminta tanggapan terkait hal, camat juga tidak merespon.”

(Editor: T.M.Raja)

Berita Terkait

Diduga Sarat Mark-Up dan Fiktif, Pegiat Anti-Korupsi Desak Kejari Aceh Tenggara Usut Dana Desa Perdomoan II
Dugaan Manipulasi Tender Jembatan Lawe Alas, Kejari Aceh Tenggara Tetapkan Dua Tersangka
Skandal Bantuan Disabilitas Guncang Agara: Kursi Roda Diduga Jadi Alat Korupsi, Dana Rp 1,3 Miliar untuk Kaum Rentan Menguap!
Dugaan Pengurangan Volume pada Proyek Bronjong Rp6,9 Miliar di Aceh Tenggara Kian Menguat
Oknum Kepala Desa di Aceh Tenggara Ditahan dalam Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Rp 476 Juta
Dispora Aceh Tenggara Diduga Gelapkan Anggaran 2024, Kegiatan Minim dan Realisasi Keuangan Buram
Pembangunan SPAL Desa Kute Terutung Kute Tahun Anggaran 2025 Sarat Masalah, TPK Tak Dilibatkan dan Dikerjakan Orang Luar
Kejagung Harus Telisik Diduga Ada Peran HR dan MRC Untuk Pengadaan Minyak Mentah Pertamina dengan BUMN Irak

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 19:11 WIB

Nyalip di Tikungan, Pemotor di Pringsewu Tewas Usai Tabrak Truk Pengangkut Pasir

Senin, 27 Juli 2026 - 18:31 WIB

Pemkab Pringsewu Kembali Gelar Seleksi Magang Ke Jepang

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:05 WIB

Wabup Umi Laila Pringsewu Sampaikan Pesan Moral Pada Pengajian Triwulan PAC NU Pagelaran

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:48 WIB

Pansus DPRD Pringsewu Dorong Restrukturisasi OPD yang Efisien dan Tepat Fungsi

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:41 WIB

Kejari Pringsewu Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Pendataan SPPT PBB-P2, Kerugian Negara Rp1,1 Miliar

Senin, 13 Juli 2026 - 13:18 WIB

Pemkab & Kantah Pringsewu Gelar Rakor Reforma Agraria 2026

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:32 WIB

Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila Ajak Umat Islam Jaga Persatuan

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:38 WIB

Ratusan Pembalap Mobil Serbu Sirkuit Non Permamen Komplek Pemkab Pringsewu

Berita Terbaru

PRINGSEWU

Pemkab Pringsewu Kembali Gelar Seleksi Magang Ke Jepang

Senin, 27 Jul 2026 - 18:31 WIB