Aceh Tenggara Butuh Dukungan Alat Berat, Bupati Minta Perhatian Khusus dari BNPB

Waspada Indonesia

- Redaksi

Rabu, 29 Oktober 2025 - 12:13 WIB

50187 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH – Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara meminta perhatian serius dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terhadap kebutuhan logistik dan alat berat di wilayahnya. Permintaan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, SE, MM dalam rapat koordinasi penanggulangan bencana se-Aceh yang digelar di Banda Aceh, Selasa (28/10/2025).

Rapat yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, itu turut dihadiri Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, sejumlah kepala daerah dari kabupaten/kota di Aceh, serta pejabat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Dalam forum tersebut, Bupati Salim Fakhry memaparkan kondisi geografis Kabupaten Aceh Tenggara yang dinilai memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi, terutama banjir bandang dan tanah longsor. Struktur wilayah perbukitan dan keberadaan sungai-sungai besar, menurutnya, menjadikan kawasan tersebut sangat rentan terdampak bencana, khususnya saat curah hujan tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mencatat, setiap tahun ada potensi bencana alam yang mengganggu kehidupan masyarakat. Penanganan darurat di sejumlah titik yang sulit diakses membutuhkan dukungan logistik yang kuat dan alat berat yang memadai,” ujar Fakhry.

Baca Juga :  Menanti Taji APH di Aceh Tenggara: Antara Anggaran "Hantu" dan Pembiaran Sistematis

Ia menegaskan bahwa penanganan bencana tidak bisa berjalan optimal tanpa kesiapan sarana dan prasarana yang mendukung. Terlebih lagi, beberapa wilayah terdampak kerap kali berada jauh dari pusat kota atau memiliki akses jalan terbatas yang memperlambat proses evakuasi dan distribusi bantuan.

“Kita ingin merespons setiap kejadian dengan cepat dan tepat. Karena itu, kami sangat berharap BNPB dapat memperkuat dukungan logistik, termasuk tambahan alat berat yang siaga di lapangan,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Aceh Tenggara juga menyerahkan dokumen proposal rehabilitasi dan rekonstruksi kepada Kepala BNPB. Dokumen tersebut berisi usulan percepatan pemulihan infrastruktur pasca bencana seperti jembatan, jalan desa, serta fasilitas umum lain yang rusak akibat longsor dan banjir bandang di sejumlah kecamatan.

“Harapan kami, proses rehabilitasi pasca bencana dapat segera terlaksana. Semakin cepat perbaikan dilakukan, semakin cepat pula masyarakat bisa kembali pulih,” kata Fakhry.

Ia juga menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara terus aktif memperkuat mitigasi bencana melalui edukasi kepada masyarakat, pelatihan simulasi, serta peningkatan koordinasi antara BPBD dan jajaran TNI/Polri di tingkat lokal. Menurutnya, kesiapan masyarakat dan kolaborasi antarsektor merupakan kunci utama dalam mewujudkan tanggap darurat yang efektif.

Baca Juga :  Usai Musibah Perahu Terbalik, Warga 3 Desa di Kecamatan Leuser Alami Langka beras

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyambut baik masukan dan usulan dari pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa BNPB memiliki komitmen tinggi untuk memberikan dukungan maksimal kepada daerah-daerah yang berada di zona rawan bencana, termasuk Aceh Tenggara.

“Kami akan mencermati apa yang menjadi kebutuhan daerah. Dalam waktu dekat, BNPB akan meninjau langsung kondisi Aceh Tenggara untuk memastikan langkah-langkah dukungan yang dapat kami berikan,” ujar Suharyanto.

Ia menambahkan, BNPB terus mendorong pendekatan penanggulangan bencana yang berbasis risiko dengan memperhatikan kondisi geografis, kapasitas daerah, serta keberadaan infrastruktur pendukung. Menurutnya, efektivitas penanganan bencana sangat ditentukan oleh kekuatan sinergi antara pusat dan daerah.

Rapat koordinasi ini menjadi wadah strategis dalam penyusunan langkah-langkah terpadu menghadapi ancaman bencana yang masih menjadi tantangan besar di sebagian besar wilayah Aceh. Melalui forum ini, pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat merumuskan kebijakan yang lebih responsif, adaptif, dan berkelanjutan dalam menyikapi persoalan kebencanaan secara menyeluruh.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Protes Warga Desa Lawe Beringin Horas Meningkat, Kejaksaan Didesak Bertindak Tegas Terkait Kasus Dana Publik
Tabligh Akbar Peringati Isra Mi’raj di Aceh Tenggara Berlangsung Khidmat, Wakil Bupati Ajak Masyarakat Teladani Keteladanan Rasulullah SAW
DPRK Aceh Tenggara Akan Panggil BPBD Terkait Dugaan Penumpukan Logistik Bantuan
Kapolda Aceh Serahkan 300 Kasur untuk Korban Banjir Bandang di Ketambe
Menanti Taji APH di Aceh Tenggara: Antara Anggaran “Hantu” dan Pembiaran Sistematis
Respons Cepat Dinsos Agara: Nasi Bungkus untuk Korban Kebakaran Strak Pisang
Wakil Bupati Ajak Masyarakat Jadikan Isra Mi’raj Sebagai Momentum Memperkuat Iman dan Kepedulian Sosial
STKIP Usman Safri Kutacane Wisuda 87 Mahasiswa, Pemkab Apresiasi Kontribusi Dunia Pendidikan bagi Pembangunan Daerah

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:38 WIB

LSM LIRA Ungkap Dugaan Pelanggaran oleh Kasat Narkoba dalam Penanganan Bandar di Medan

Rabu, 7 Januari 2026 - 20:23 WIB

Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh mengerahkan 70 Relawan untuk membersihkan SMPN 5 Karang Baru Aceh Tamiang

Selasa, 6 Januari 2026 - 21:04 WIB

Ketum PPA Desak Presiden Ringankan Tagihan PDAM dan PLN bagi Korban Banjir di Aceh

Selasa, 6 Januari 2026 - 20:58 WIB

Aliansi Pers Akan Kawal Rehab Rekon Pasca Banjir Aceh, Sediakan Layanan Keluhan

Selasa, 6 Januari 2026 - 12:15 WIB

Hasil Evaluasi APBA 2026 dari Kemendagri Diterima, TAPA Segera Kaji dan Laporkan ke Gubernur

Rabu, 31 Desember 2025 - 19:23 WIB

Dari Dapil Ke Senayan : Kisah Jamaluddin Idham Mengawal Harapan Rakyat Selama 365 Hari

Selasa, 30 Desember 2025 - 16:55 WIB

Ketua DPRK Banda Aceh Bantu Petani Cabai Aceh Tengah

Jumat, 26 Desember 2025 - 13:22 WIB

Sekjen DPW Fanst Respon Aceh Desak Kapolda Bentuk Tim Lapangan Tangani Kayu Gelondongan Pascabanjir

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Polisi Bongkar Jual Beli Satwa Dilindungi di Riau, Owa Dijual Rp 10 Juta

Sabtu, 24 Jan 2026 - 00:17 WIB