Pemulihan Pascabencana di Aceh Tenggara Dipercepat, Kementerian PU dan PKP Diminta Fokus Tangani Infrastruktur dan Hunian Warga

Waspada Indonesia

- Redaksi

Jumat, 19 Desember 2025 - 22:58 WIB

50143 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE |  Redaksi menerima laporan terbaru dari Kabupaten Aceh Tenggara terkait dampak banjir bandang yang menerjang wilayah tersebut pada Kamis (27/11/2025). Peristiwa bencana alam yang terjadi menjelang akhir November lalu tidak hanya menyisakan kerusakan material dalam skala besar, tetapi juga duka mendalam bagi masyarakat. Sebanyak 15 warga dilaporkan meninggal dunia dan satu orang lainnya masih dalam pencarian setelah terseret arus banjir.

Kerusakan yang ditimbulkan akibat banjir bandang meliputi berbagai fasilitas umum dan infrastruktur dasar, mulai dari jembatan rangka baja, jalan nasional, hingga masjid dan rumah warga. Selain merusak fisik bangunan dan memutus konektivitas antarwilayah, bencana ini juga menyebabkan isolasi warga selama lebih dari dua pekan. Kecamatan Ketambe disebut sebagai wilayah terdampak paling parah, dengan jalur utama penghubung Aceh Tenggara dan Kabupaten Gayo Lues sempat terputus total. Masyarakat di daerah Rumah Bundar, Ketambe, serta kawasan perbatasan Gayo Lues terdampak langsung akibat terputusnya akses vital ini selama setidaknya 21 hari.

Menghadapi situasi tersebut, pemerintah diminta untuk mempercepat masa transisi pemulihan di wilayah Aceh Tenggara. Tokoh masyarakat sekaligus pengamat kebijakan publik asal Aceh Tenggara, Dr Nasrul Zaman, dalam pernyataannya pada Jumat (19/12/2025), menyampaikan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU), Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kemen PKP), Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh, serta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I dinilai perlu bergerak lebih cepat dan terstruktur dalam rangka penanganan pascabencana. Nasrul menekankan bahwa fokus utama selama 90 hari ke depan harus diarahkan pada perbaikan infrastruktur dasar dan pembangunan hunian bagi korban terdampak, di samping penanganan lingkungan di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS).

Baca Juga :  Kegiatan Penyuluhan Narkoba di Kecamatan Deleng Pokisen Agara Terkesan Hanya Menghabiskan Dana Desa

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Banjir bandang tidak hanya menggerus tebing sungai, tetapi juga membawa material kayu gelondongan dan bebatuan besar yang kini menumpuk di pemukiman penduduk dan sungai Alas. Aliran sungai yang terganggu dikhawatirkan dapat memperbesar risiko bencana susulan jika tidak segera dibersihkan dan dinormalisasi. Oleh karena itu, optimalisasi alat berat menjadi hal krusial untuk menangani dampak lanjutan bencana serta mengembalikan fungsi kawasan secara bertahap.

Laporan sementara menyebutkan bahwa sejumlah jembatan di Aceh Tenggara mengalami kerusakan parah. Jembatan Salim Pipit, Jembatan Natam, dan Jembatan Mbarung dilaporkan dalam kondisi rusak berat, sementara Jembatan Silayakh nyaris terputus. Dari keempat jembatan tersebut, baru Jembatan Silayakh yang kini dapat dilalui kendaraan roda empat setelah bagian opritnya selesai diperbaiki. Di sisi lain, Jembatan Salim Pipit dan Mbarung baru bisa dilintasi kendaraan roda dua dan roda tiga melalui jembatan alternatif yang dibangun sementara.

Sebagai pengganti jalur utama yang rusak, saat ini telah tersedia jalur alternatif yang memungkinkan kendaraan roda empat melintas menuju Rumah Bundar di Kecamatan Ketambe hingga ke Perbatasan Gayo Lues. Kendati demikian, keandalan jalur ini masih bersifat sementara dan membutuhkan peningkatan struktur serta pengawasan secara berkala untuk menjamin keamanan pengguna jalan.

Baca Juga :  Rumah Aspirasi Salim Fakhry Bagikan Tujuh Puluh Ribu Bibit Buah di Kecamatan Darul Hasanah Kabupaten Aceh Tenggara

Dr Nasrul menambahkan bahwa program hunian tetap bagi korban terdampak juga harus segera disusun. Sejumlah rumah warga di Desa Bener Bepapah dan wilayah sekitarnya hancur total diterjang banjir bandang. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi sosial dan psikologis masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, serta membutuhkan intervensi negara dalam bentuk program hunian sementara dan pembangunan kembali rumah terdampak.

Dorongan percepatan pemulihan juga disampaikan sebagai bagian dari tanggung jawab negara dalam menjamin hak dasar warga atas tempat tinggal yang layak, akses terhadap fasilitas umum, serta keamanan dalam aktivitas sehari-hari. Koordinasi lintas kementerian dinilai penting, terutama antara Kemen PU, Kemen PKP, BPJN Aceh, dan BWS Sumatera I, agar pelaksanaan penanganan dapat berjalan sistematis dan adaptif dengan kondisi geografis serta tantangan teknis di lapangan.

Proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh Tenggara akan menjadi tolok ukur kesiapsiagaan dan respons pemerintah dalam menghadapi bencana alam di wilayah rentan. Upaya berkelanjutan akan sangat dibutuhkan, baik dari segi teknis pembangunan maupun pendampingan sosial kepada masyarakat terdampak. Di tengah tantangan cuaca dan kondisi alam yang tidak dapat diprediksi, penanganan bencana secara terukur dan tanggap menjadi kunci agar pengalaman pahit ini tidak terulang dalam skala yang lebih besar di masa mendatang.

Laporan : Salihan Beruh

 

Berita Terkait

Jumat Berkah, Polres Aceh Tenggara Tebar Kepedulian untuk Sesama
BGN Hentikan Sementara 17 Dapur MBG di Aceh Tenggara dan Gayo Lues, Warga Harap Kepastian Layanan
H. Ran Bantah Tudingan Penjualan Aset Mobil PDAM Tirta Agara
Jaksa Agung Tunjuk Eddy Samrah, Putra Aceh Tenggara, Menjabat Aspidum Kejati Aceh
Delapan Penghargaan Nasional, Aceh Tenggara Kukuhkan Komitmen Bangun Keluarga Berkualitas dan Percepat Penurunan Stunting
Aset PDAM Tirta Agara Diduga Dijual Diam-diam, Penegak Hukum Mandek
Kinerja Polres Aceh Tenggara Diapresiasi, Yahdi Hasan Ramud Soroti Perlindungan Generasi Muda
Bupati HM Salim Fakhry Lepas 145 Mahasiswa KKN, Dorong Kemandirian dan Pemulihan Masyarakat Pascabencana di Aceh Tenggara

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 17:54 WIB

DPC LSM Trinusa Lamsel Desak Kejari Usut Dugaan Korupsi Dana BOS SDN Pamulihan

Jumat, 17 April 2026 - 17:24 WIB

LSM TRINUSA DPC Lampung Selatan Soroti Pengelolaan BOS SMK Nurul Huda, Ferdy Saputra: Kami Kantongi Bukti, Segera Laporkan ke APH

Selasa, 7 April 2026 - 17:27 WIB

LSM Trinusa DPD Provinsi Lampung Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-42 untuk IPDA Akhmad Tarmizi Setiawan, S.H., M.H.

Kamis, 2 April 2026 - 14:08 WIB

LSM JATI Minta Transparansi Pengelolaan Anggaran di BPKAD Lampung Selatan, Soroti Realisasi APBD 2025 dan LHKPN Kepala BPKAD

Rabu, 1 April 2026 - 17:39 WIB

LKPj 2025 Disampaikan, Pemkab Lamsel Catat Realisasi Pendapatan 97 Persen di Tengah Tekanan Ekonomi

Senin, 30 Maret 2026 - 07:33 WIB

Pemkab Lampung Selatan Tegaskan Tak Ada PHK Massal PPPK

Sabtu, 21 Maret 2026 - 19:02 WIB

Dagangan Ludes Diborong dan Dibagikan Gratis, Halalbihalal di Lamban Rakyat Berkahnya UMKM

Minggu, 15 Maret 2026 - 04:38 WIB

Pemprov Lampung Kembangkan Pelabuhan Ketapang untuk Dongkrak PAD

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Jumat Berkah, Polres Aceh Tenggara Tebar Kepedulian untuk Sesama

Jumat, 17 Apr 2026 - 18:53 WIB