KUTACANE, WASPADA INDONESIA | Pemerintah pusat kembali menggalang sinergi lintas daerah untuk memperkuat strategi nasional dalam mewujudkan swasembada pangan. Lewat forum virtual yang digelar dalam bentuk Zoom Meeting, berbagai pemangku kepentingan dari jajaran pemerintahan daerah, kementerian, hingga penyuluh pertanian hadir dan turut memberikan pandangan serta komitmen dalam mendukung agenda besar tersebut.
Salah satu kepala daerah yang menegaskan komitmen penuh dalam mendukung program pemerintah pusat adalah Bupati Aceh Tenggara, H.M. Salim Fakhry. Dalam kesempatannya menyampaikan sambutan, Salim menyatakan dukungan total Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara terhadap kebijakan strategis pemerintah pusat dalam mencapai kemandirian pangan nasional. Ia menilai bahwa visi Presiden RI dalam memajukan sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional sangat relevan dan dibutuhkan dalam menghadapi tantangan ekonomi global maupun ketidakpastian iklim yang berdampak langsung pada sektor pangan.
“Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara mendukung sepenuhnya program Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada pangan,” ujar Salim Fakhry dalam sambutannya. Ia juga menyampaikan apresiasi langsung kepada Presiden atas atensi dan keberpihakannya terhadap kebutuhan pokok rakyat, khususnya dalam memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia. Salim menyebut, kebijakan tentang swasembada pangan merupakan bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap sektor pertanian dan para pelaku utamanya, yakni petani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Mudah-mudahan dengan adanya swasembada pangan ini rakyat Indonesia akan lebih maju ke depannya. Hidup petani Indonesia, hidup rakyat Indonesia,” ucapnya dengan penuh antusias.
Rapat daring tersebut turut dihadiri oleh pejabat dari instansi terkait, serta kader-kader penyuluh pertanian yang menjadi ujung tombak keberhasilan swasembada pangan di tingkat lapangan. Meski acara mengalami keterlambatan dari jadwal semula yang direncanakan pukul 07.00 WIB dan baru dimulai sekitar pukul 11.30 WIB, jalannya diskusi tetap berlangsung tertib dan lancar. Para peserta menyimak dengan antusias presentasi dan arahan yang diberikan, terutama dalam membangun sinergi antara pusat dan daerah.
Swasembada pangan tidak hanya dipandang sebagai program strategis nasional, tetapi juga sebagai bagian dari kedaulatan negara di bidang ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Dalam agenda tersebut, dibahas pula berbagai hambatan yang selama ini menjadi kendala dalam pencapaian target swasembada, seperti distribusi pupuk, peningkatan kualitas lahan dan irigasi, serta penguatan kelembagaan petani. Para kepala daerah didorong untuk menyelaraskan program-program daerah dengan tujuan nasional agar keberhasilan swasembada pangan dapat dicapai secara menyeluruh.
Dengan semakin meningkatnya partisipasi pemerintah daerah seperti Aceh Tenggara, optimisme terhadap keberhasilan program swasembada pangan pun tumbuh. Dukungan politik, administratif, dan teknis dari seluruh elemen menjadi kunci penting bagi Indonesia untuk berdiri tegak sebagai negara yang mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya, sekaligus memperkuat posisi petani sebagai pilar utama pembangunan nasional dari sektor agraria.



































