KUTACANE — Seluruh wilayah Kabupaten Aceh Tenggara akan mengalami pemadaman listrik selama sembilan jam pada Sabtu, 7 Februari 2026. Pemadaman ini dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB dan dilakukan sebagai bagian dari kegiatan pemeliharaan infrastruktur kelistrikan oleh PT PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kutacane.
Dalam keterangan resmi yang disampaikan kepada awak media pada Rabu, 4 Februari 2026, pihak PLN menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk melakukan perbaikan sementara terhadap rembesan minyak konservator pada Trafo Daya 1 Kutacane, serta mengganti peralatan MTU (Lightning Arrester) 150 kV di Gardu Induk Kutacane, yang terletak di Desa Kelapa Gading, Kabupaten Aceh Tenggara.
Manajer PLN ULP Kutacane, Firwan Moesnadi, mengatakan bahwa pemeliharaan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan keandalan sistem kelistrikan di wilayah tersebut. Menurutnya, perbaikan yang dilakukan bersifat krusial untuk menjaga kestabilan pasokan energi ke masyarakat. Firwan menyampaikan bahwa peralatan yang bermasalah harus segera ditangani guna menghindari gangguan yang lebih luas di kemudian hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga diimbau untuk mempersiapkan kebutuhan penting sebelum pemadaman dimulai. Pihak PLN telah menyampaikan pemberitahuan lebih awal melalui berbagai saluran, termasuk media sosial dan aplikasi Mobile PLN, agar masyarakat dapat mengatur aktivitas mereka yang bergantung pada pasokan listrik.
“Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan ini. Pemeliharaan dilakukan untuk meningkatkan kehandalan sistem kelistrikan di seluruh wilayah Aceh Tenggara,” ujar Firwan.
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan berupaya menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai jadwal, bahkan mungkin lebih cepat apabila kondisi lapangan memungkinkan. Namun, PLN tetap mengantisipasi kemungkinan keterlambatan jika ditemukan kendala teknis saat proses berlangsung.

Meski rutin dilakukan secara berkala, pemadaman listrik tetap menjadi tantangan tersendiri bagi warga di daerah tersebut, terutama bagi pelaku usaha kecil, fasilitas layanan kesehatan, serta kegiatan pendidikan yang mengandalkan perangkat elektronik dan konektivitas digital. Masyarakat pun diharapkan dapat melakukan langkah antisipatif seperti menyiapkan sumber daya cadangan atau melakukan penyesuaian kegiatan.
Langkah pemeliharaan ini juga menandai komitmen PLN dalam menjaga kesiapan infrastruktur kelistrikan, khususnya dalam menghadapi permintaan energi yang terus meningkat seiring tumbuhnya aktivitas sosial dan ekonomi di kawasan Aceh Tenggara. PLN berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan menjamin ketersediaan pasokan listrik yang aman dan andal bagi seluruh pelanggan di wilayah tersebut.
LAPORAN : SALIHAN BERUH


































