KUTACANE | Hujan deras yang melanda wilayah Aceh Tenggara dalam beberapa pekan terakhir telah menyebabkan banjir hidrometeorologi di sejumlah kecamatan. Dampak bencana ini terasa nyata di tengah masyarakat, terutama di Kecamatan Ketambe, Tanoh Alas, dan Lawe Alas. Rumah-rumah warga terendam air, akses jalan terputus, dan aktivitas sehari-hari lumpuh. Di tengah situasi sulit tersebut, pemerintah daerah bergerak cepat untuk memberikan bantuan kepada warga terdampak.
Pada Jumat, 3 April 2026, Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, turun langsung ke lapangan untuk menyerahkan bantuan kepada masyarakat. Sebanyak 500 paket sembako didistribusikan di Kecamatan Ketambe, sementara 32 paket lainnya disalurkan ke Kecamatan Tanoh Alas dan Lawe Alas. Bantuan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Aceh, jajaran Kepolisian Daerah Aceh, Polres Aceh Tenggara, serta para donatur yang turut berpartisipasi. Penyaluran bantuan tersebut menjadi bukti nyata kepedulian berbagai pihak terhadap masyarakat yang tengah berjuang menghadapi dampak bencana.
Penyerahan bantuan berlangsung di tengah suasana haru dan penuh kehangatan. Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat daerah, di antaranya Anggota DPRK Aceh Tenggara, Dandim 0108/Agara, Ketua PMI Aceh Tenggara, Direktur Beacon Hospital, serta para camat dari Kecamatan Darul Hasanah, Badar, Ketambe, dan Tanoh Alas. Kehadiran mereka menjadi simbol solidaritas dan dukungan moral bagi warga yang terdampak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Ia menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian bersama untuk meringankan beban masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah berpartisipasi demi kepentingan masyarakat,” ujarnya. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada jajaran kepolisian dan TNI yang turut membantu proses distribusi bantuan hingga ke pelosok desa.
Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Yulhendri, menambahkan bahwa penyaluran bantuan ini adalah wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban warga yang terdampak banjir. “Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Di sisi lain, masyarakat penerima bantuan di Kecamatan Ketambe menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan pemerintah dan para donatur. Salah seorang perwakilan warga mengungkapkan bahwa bantuan sembako sangat berarti di tengah kondisi sulit saat ini. “Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah dan para donatur yang telah membantu masyarakat,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Banjir hidrometeorologi yang melanda Aceh Tenggara tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga menimbulkan trauma dan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Namun, kehadiran pemerintah dan berbagai pihak yang memberikan bantuan menjadi sumber harapan baru. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan solidaritas sosial yang sangat dibutuhkan dalam situasi darurat.
Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk pemulihan kondisi masyarakat. Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal, termasuk upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Di tengah tantangan yang dihadapi, semangat gotong royong dan kepedulian sosial menjadi modal utama untuk bangkit bersama.
Bencana memang tidak pernah diharapkan, namun respons cepat dan kepedulian bersama menjadi kunci untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan. Kisah di Aceh Tenggara menjadi pengingat bahwa di tengah kesulitan, solidaritas dan empati adalah kekuatan yang mampu menggerakkan perubahan dan memberikan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
Laporan : Salihan Beruh





































