Aset PDAM Tirta Agara Diduga Dijual Diam-diam, Penegak Hukum Mandek

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Selasa, 14 April 2026 - 00:03 WIB

50252 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE – Aroma busuk pengelolaan aset negara kembali tercium di Aceh Tenggara. Dua unit mobil dinas milik PDAM Tirta Agara, yakni Toyota Innova dan Grand Max, diduga raib dijual oleh mantan Direktur PDAM, Ali Amran. Ironisnya, kasus yang sudah berjalan lebih dari lima tahun ini justru mandek di tangan penegak hukum. Direktur baru PDAM, Mat Budiyaman, terang-terangan mengaku kecewa dan frustrasi atas lambannya penanganan kasus yang sudah dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara itu.

Fakta di lapangan berbicara gamblang. Mobil Innova dengan pelat BK 1704 dan Grand Max BK 1819, yang seharusnya menjadi aset perusahaan daerah, lenyap tanpa jejak. Lebih parah lagi, uang sebesar Rp149 juta sudah ditransfer ke mantan direktur dengan dalih perbaikan mobil. Namun, hingga hari ini, kedua kendaraan itu tak kunjung kembali ke garasi PDAM. “Sudah lima tahun lebih kasus ini jalan di tempat. Mobil tidak ada, uang sudah keluar, penegak hukum diam saja,” kata Mat Budiyaman dengan nada geram.

Baca Juga :  Kementerian PPPA Nobatkan Aceh Tenggara Kabupaten Layak Anak Predikat Pratama

Kejanggalan demi kejanggalan mengemuka. Bagaimana mungkin aset negara bisa berpindah tangan tanpa prosedur yang jelas? Mengapa uang perbaikan mobil justru mengalir ke rekening pribadi mantan direktur, sementara mobilnya sendiri tak pernah kembali? Lebih aneh lagi, kasus ini sudah sampai ke kejaksaan, tapi tak ada satu pun pejabat yang berani mengambil tindakan tegas. Apakah ada permainan di balik layar? Atau memang ada pembiaran sistematis terhadap praktik penggelapan aset di tubuh BUMD?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kritik keras patut diarahkan kepada aparat penegak hukum yang terkesan tutup mata. Sudah menjadi rahasia umum, kasus-kasus serupa kerap berakhir tanpa kejelasan. Masyarakat Aceh Tenggara, yang seharusnya menikmati pelayanan air bersih dari PDAM, justru dirugikan oleh ulah oknum pejabat yang bermain-main dengan aset publik. Uang rakyat melayang, fasilitas publik berkurang, dan kepercayaan terhadap institusi pemerintah makin tergerus.

Baca Juga :  Hari Bhayangkara ke-80, Lomba Menembak di Aceh Tenggara Pererat Sinergi TNI-Polri, Forkopimda, dan Masyarakat

Dampaknya nyata. PDAM Tirta Agara kini harus bekerja dengan fasilitas terbatas. Dua unit mobil yang seharusnya menunjang operasional, kini hanya tinggal cerita. Sementara itu, mantan direktur yang diduga terlibat masih melenggang bebas. Penegak hukum, yang seharusnya menjadi garda terdepan pemberantasan korupsi, justru terkesan lamban dan tak berdaya.

Kasus ini menjadi cermin buram pengelolaan aset negara di daerah. Jika penegak hukum terus bermain aman dan enggan menuntaskan kasus, bukan tidak mungkin praktik serupa akan terus berulang. Masyarakat Aceh Tenggara berhak tahu ke mana perginya aset mereka. Sudah saatnya aparat penegak hukum membuktikan keberpihakan pada kepentingan publik, bukan pada kepentingan segelintir oknum. Jika tidak, kepercayaan publik akan terus tergerus, dan PDAM Tirta Agara hanya akan menjadi contoh buruk pengelolaan BUMD di Indonesia.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Polres Aceh Tenggara Ungkap Peredaran Sabu di Lawe Alas, 30 Paket Diamankan
Tanggul Jembatan Natam Ambruk, Akses 28 Desa di Darulhasanah Aceh Tenggara Terancam Lumpuh
Bupati Aceh Tenggara Tutup Pintu Rapat untuk Tegakkan Disiplin Pejabat
Anak Curi Motor Milik Orang Tua, Polres Aceh Tenggara Tangkap MRH di Lawe Sigala-Gala
Polres Aceh Tenggara Musnahkan 4,6 Ganja dan 90,97 Gram Sabu
Wakil Bupati Aceh Tenggara Tinjau Pembangunan Jembatan Sementara Pascabanjir di Desa Mbarung
Polsek Bambel Respon Cepat, Lakukan Pengamanan Banjir di Desa Kuning I, Jalan Nasional Sempat Tergenang Air
Program P3-TGAI Mengalirkan Harapan Baru Bagi Pettani Aceh Tenggara

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 00:19 WIB

Dukungan Kapolres Bireuen untuk Pelantikan PW HUDA Jadi Sorotan Komitmen Keamanan

Minggu, 13 September 2026 - 19:22 WIB

Polres Bireuen Gencarkan Patroli Pencegahan Karhutla, Personel Pantau Sejumlah Titik Rawan dan Ingatkan Masyarakat

Minggu, 6 September 2026 - 22:33 WIB

Kapolres Bireuen Ajak Personel Teladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Pelaksanaan Tugas dan Kehidupan Bermasyarakat

Kamis, 3 September 2026 - 14:33 WIB

Kesiapsiagaan Tim Gabungan Ditegaskan oleh Kapolres Bireuen untuk Menekan Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026

Rabu, 2 September 2026 - 12:50 WIB

Kapolres Bireuen Ajak Mahasiswa Baru UNIKI Jadi Generasi Profesional dan Mitra Strategis untuk Aceh Maju

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:42 WIB

Kapolres Bireuen Ajak Mahasiswa Universitas Almuslim Jadi Mitra Polri Jaga Kamtibmas

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:58 WIB

Kapolres Bireuen Hadiri Haul ke-2 Tusop Jeunieb, Tekankan Kolaborasi Ulama dan Polisi dalam Membangun Harmoni

Selasa, 30 Desember 2025 - 22:21 WIB

Aksi Nyata : DPW GR Aceh Gait Mahasiswa Hukum Pidana Islam UIN Ar Raniry Bantu korban banjir dan longsor di Kabupaten Bireuen.

Berita Terbaru

LAMPUNG

Gubernur Mirza Lepas Ribuan Peserta Siger Run 2026

Senin, 14 Sep 2026 - 05:43 WIB