Akhirnya Pelaku Pembunuhan Lima Warga Aceh Tenggara Berhasil Ditangkap Polisi

Waspada Indonesia

- Redaksi

Senin, 23 Juni 2025 - 22:56 WIB

50129 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara – Setelah sepekan penuh menjadi buronan dan menciptakan kecemasan di tengah masyarakat, pelaku pembunuhan lima orang warga di Desa Uning Sigurgur, Kecamatan Babul Rahmah, Kabupaten Aceh Tenggara, akhirnya berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian.

Penangkapan terjadi pada Senin malam, 23 Juni 2025, di sebuah rumah warga yang berada di Desa Salim Pinim, Kecamatan Tanoh Alas. Tersangka ditangkap oleh tim gabungan Polres Aceh Tenggara setelah aparat melakukan pengintaian selama beberapa hari. Operasi penangkapan dilakukan dengan cepat dan tanpa suara, menghindari kepanikan serta kemungkinan pelaku melarikan diri.

Saat ditangkap, pelaku tampak pasrah dan tidak melakukan perlawanan. Petugas berpakaian preman segera menggiringnya ke dalam kendaraan operasional untuk dibawa ke Mapolres Aceh Tenggara di Kutacane. Di sana, pelaku akan menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap motif dan kronologi lengkap dari aksi pembunuhan yang mengguncang masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa tragis yang terjadi pada Senin pagi, 16 Juni 2025 itu, menewaskan lima anggota keluarga di rumah mereka sendiri. Korban terdiri dari orang dewasa hingga anak-anak. Satu korban lainnya ditemukan dalam kondisi kritis dan hingga kini masih menjalani perawatan di RSUD Haji Sahuddin Kutacane. Korban selamat tersebut diyakini menjadi saksi kunci dan masih terus mendapatkan pengawasan medis ketat.

Baca Juga :  Bupati Aceh Tenggara Tawarkan Solusi Hidup Sehat Lewat Program Rutin Berbasis Masyarakat

Penemuan lima jenazah sekaligus dalam satu rumah dengan luka parah akibat benda tajam membuat peristiwa ini menjadi perhatian publik secara luas. Masyarakat Desa Uning Sigurgur sempat berada dalam kondisi trauma dan waswas, terlebih karena pelaku diketahui melarikan diri sesaat setelah kejadian dan sempat menghilang tanpa jejak.

Poster buronan disebarkan ke seluruh pelosok desa. Aparat kepolisian menyisir kawasan perbukitan, ladang, dan wilayah terpencil yang diyakini menjadi jalur pelarian pelaku. Akhirnya, jejak pelaku terendus di wilayah Tanoh Alas, sekitar 40 kilometer dari lokasi kejadian, yang dikenal sepi dan jarang dilalui orang.

Camat Babul Rahmah, Rimandani Pagan SSTP, menyambut baik kabar penangkapan tersebut. Ia mengatakan bahwa sejak kejadian, masyarakat dilanda ketakutan dan duka mendalam, sehingga kabar keberhasilan aparat menangkap pelaku membawa sedikit kelegaan bagi warga.

“Alhamdulillah pelaku sudah diamankan. Kami mengapresiasi kerja cepat dan senyap aparat. Semoga proses hukum selanjutnya bisa berjalan dengan adil dan transparan,” ujarnya.

Menurut informasi awal dari sumber aparat, tersangka diduga memiliki hubungan dekat dengan para korban. Namun motif utama pembunuhan masih dalam pendalaman. Aparat tengah mengumpulkan bukti-bukti, termasuk hasil autopsi, keterangan saksi, serta rekonstruksi di lapangan yang akan segera digelar.

Baca Juga :  Dua Tersangka perambah Hutan ilegal Logging, Diamankan Polisi

Warga di Desa Uning Sigurgur hingga kini masih berduka. Rumah korban tampak masih sepi, bahkan sejumlah keluarga dekat korban belum sepenuhnya bisa menerima kenyataan pahit tersebut. Kehilangan lima orang sekaligus dalam satu hari menjadi luka besar yang sulit dilupakan.

Beberapa hari pasca kejadian, suasana desa tampak lumpuh. Aktivitas warga menurun drastis. Warung-warung tutup lebih awal, anak-anak tidak berani bermain di luar rumah, dan malam hari desa nyaris sunyi. Penangkapan pelaku menjadi momentum awal pemulihan psikologis masyarakat yang sempat porak poranda akibat tragedi tersebut.

Kepolisian berjanji akan menangani kasus ini secara tuntas. Mereka juga mengingatkan bahwa siapa pun yang terbukti membantu pelaku selama pelarian akan dikenai sanksi hukum. Saat ini, pihak penyidik masih memeriksa jaringan komunikasi pelaku, termasuk kemungkinan adanya orang lain yang mengetahui persembunyiannya.

Kasus ini akan dijerat dengan pasal pembunuhan berencana sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Jika terbukti, pelaku dapat dijatuhi hukuman maksimal, bahkan hingga hukuman mati.

Warga berharap proses hukum berjalan cepat dan terbuka. Masyarakat Aceh Tenggara kini menunggu keadilan ditegakkan, dan yang paling penting, memastikan tragedi semacam ini tidak terulang lagi di masa depan.

(Laporan Salihan Beruh)

Berita Terkait

BGN Hentikan Sementara 17 Dapur MBG di Aceh Tenggara dan Gayo Lues, Warga Harap Kepastian Layanan
H. Ran Bantah Tudingan Penjualan Aset Mobil PDAM Tirta Agara
Jaksa Agung Tunjuk Eddy Samrah, Putra Aceh Tenggara, Menjabat Aspidum Kejati Aceh
Delapan Penghargaan Nasional, Aceh Tenggara Kukuhkan Komitmen Bangun Keluarga Berkualitas dan Percepat Penurunan Stunting
Aset PDAM Tirta Agara Diduga Dijual Diam-diam, Penegak Hukum Mandek
Kinerja Polres Aceh Tenggara Diapresiasi, Yahdi Hasan Ramud Soroti Perlindungan Generasi Muda
Bupati HM Salim Fakhry Lepas 145 Mahasiswa KKN, Dorong Kemandirian dan Pemulihan Masyarakat Pascabencana di Aceh Tenggara
Dana CSR PLN Kutacane Dipertanyakan, Aliansi Pemuda Desak APH Turun Tangan

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 10:48 WIB

Belasan Organisasi Relawan Prabowo Gibran – Jokowi ke Mabes Polri, Laporkan Dugaan Makar Saiful Mujani dkk

Minggu, 12 April 2026 - 12:34 WIB

Polda Riau Ajak Masyarakat Peduli Gajah Sumatera Lewat Festival Seni Konservasi

Minggu, 12 April 2026 - 11:41 WIB

Pelantikan Pejabat Manajerial, Kakanwil Ditjenpas Riau Tekankan Amanah dan Integritas

Minggu, 12 April 2026 - 11:24 WIB

Respons Cepat Selamatkan Nyawa: Anggota Ditlantas Polda Riau Gagalkan Aksi Bunuh Diri Pria Bawa Anak

Kamis, 9 April 2026 - 20:12 WIB

56 Pegawai Lapas Pekanbaru Naik Pangkat, Kalapas Yuniarto: Momentum Perkuat Integritas dan Profesionalisme

Kamis, 9 April 2026 - 19:46 WIB

Lapas Pekanbaru Tampilkan Produk Unggulan Warga Binaan di Bazaar Pemasyarakatan, Giat Semarak HBP ke-62

Senin, 6 April 2026 - 02:56 WIB

Pemerintah Provinsi Riau Resmi Memberlakukan Work From Home (WFH) sebanyak Satu Hari Kerja dalam Seminggu Setiap Jumat.

Jumat, 3 April 2026 - 18:00 WIB

DPD IPK Provinsi Riau Semakin Solid, Terima SK Baru dari DPP IPK Pusat

Berita Terbaru