UGL Wisuda 388 Mahasiswa, Pemerintah Daerah Dukung Perjuangan Menuju Universitas Negeri

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Sabtu, 8 November 2025 - 20:45 WIB

50437 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE | Sebanyak 388 mahasiswa Universitas Gunung Leuser (UGL) resmi diwisuda dalam Sidang Senat Terbuka Angkatan ke-XI yang digelar dengan khidmat di halaman kampus UGL, Kompleks Pelajar, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, Sabtu (8/11/2025). Prosesi akademik ini disaksikan langsung oleh ratusan orang tua, keluarga wisudawan, dan tamu undangan, serta dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, pengurus yayasan, dan tokoh pendidikan di wilayah Aceh Tenggara. Wisudawan yang dilantik berasal dari empat fakultas, yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan sebanyak 119 orang, Fakultas Ekonomi 136 orang, Fakultas Pertanian 96 orang, dan Fakultas Teknik 37 orang. Dalam suasana yang penuh suka cita, para lulusan mengenakan toga dan mengikuti rangkaian acara secara tertib, menjadikan momen tersebut sebagai salah satu penanda penting dalam perjalanan hidup mereka.

Dalam sambutannya, Bupati Aceh Tenggara yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Gunung Leuser mengingatkan bahwa gelar sarjana bukan sekadar gelar akademik, tetapi juga merupakan tonggak awal dari babak baru pengabdian kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa ilmu yang diperoleh tidak boleh berhenti di ruang kelas, namun harus memberikan manfaat nyata bagi keluarga, masyarakat, dan daerah. Menurutnya, wisuda bukanlah garis akhir, melainkan gerbang menuju perjuangan yang lebih besar. Ia juga menyampaikan pesan moral yang kuat kepada para lulusan agar memiliki komitmen untuk kembali membangun kampung halamannya, memanfaatkan ilmu yang telah ditempa selama masa studi untuk membawa perubahan yang konstruktif dan berkelanjutan. Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kemajuan Universitas Gunung Leuser, termasuk menyuarakan aspirasi agar lembaga tersebut dapat segera bertransformasi menjadi universitas negeri yang representatif dan menjadi kebanggaan masyarakat Aceh Tenggara.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Didorong Berkantor di Aceh untuk Percepat Penanganan Banjir

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Cita-cita menjadikan UGL sebagai universitas negeri turut didorong oleh semangat kolaborasi antarsektor, yang diharapkan mampu membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas dan merata bagi masyarakat pelosok. Dukungan terhadap peningkatan status kelembagaan UGL dinilai penting untuk memastikan kualitas pendidikan terus meningkat, mengingat sebagian besar mahasiswa universitas tersebut berasal dari desa-desa di kawasan pedalaman Aceh Tenggara. Dari total lulusan tahun ini, sekitar 300 orang di antaranya tercatat berasal dari berbagai desa, mencerminkan peran strategis UGL dalam memajukan sumber daya manusia lokal. Pemerintah daerah pun mengajak seluruh unsur masyarakat, dunia pendidikan, serta tokoh daerah untuk bahu-membahu merealisasikan visi besar ini.

Rektor Universitas Gunung Leuser dalam pidatonya menyampaikan bahwa momentum wisuda merupakan puncak dari semangat, perjuangan, dan konsistensi yang selama ini ditunjukkan oleh para mahasiswa. Ia menekankan bahwa para lulusan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai positif ke tengah masyarakat. Khususnya bagi mereka yang berasal dari desa, diharapkan keberhasilan akademik tersebut tidak hanya berhenti pada prestasi pribadi, melainkan menjadi sarana untuk membangun, memberdayakan, dan menginspirasi masyarakat di sekitarnya. Menurutnya, pendidikan tinggi harus berorientasi pada kemanfaatan sosial yang luas, sehingga lulusan tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi dan mampu menjawab berbagai tantangan di lapangan secara nyata.

Baca Juga :  Relawan Prabowo Ikut Menanggung Malu, Jalan Nasional Kutacane–Medan Berulang Kali Terendam, Jembatan Kuning I Didesak Dibongkar

Universitas Gunung Leuser, dalam beberapa tahun terakhir, terus berupaya memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah demi meningkatkan mutu kurikulum, penguatan sumber daya dosen, serta perluasan akses pendidikan berbasis kearifan lokal. Tidak hanya berfokus pada perkembangan intelektual, kampus tersebut juga mengedepankan nilai-nilai sosial, budaya, dan kemanusiaan dalam membentuk karakter lulusan. Sejalan dengan semangat tersebut, pihak kampus terus mendorong berbagai bentuk inovasi, pengembangan teknologi tepat guna, serta memperluas kerja sama dengan dunia usaha dan industri agar para sarjana yang dilahirkan siap bersaing dan berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Upacara wisuda berlangsung dengan penuh semangat dan kebanggaan, diwarnai sorak gembira keluarga yang menyambut keberhasilan akademik anak-anak mereka. Hadir pula dalam acara tersebut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, anggota DPRK, Ketua Majelis Adat Aceh Tenggara terpilih, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, mantan Bupati Aceh Tenggara, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XIII Aceh, serta para tokoh dan pemangku kepentingan pendidikan lainnya. Kehadiran para tokoh ini memberikan makna tersendiri dalam penyelenggaraan wisuda ke-XI tersebut, menunjukkan bahwa keberadaan UGL tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang peduli terhadap pengembangan pendidikan tinggi di wilayah Aceh Tenggara.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Relawan Prabowo Ikut Menanggung Malu, Jalan Nasional Kutacane–Medan Berulang Kali Terendam, Jembatan Kuning I Didesak Dibongkar
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita
18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi
Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam
Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM
Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical
Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam
Yahdi Hasan Kawal Langsung Pemulangan Jenazah Warga Asal Aceh Tenggara dari Malaysia hingga Tiba di Kualanamu

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 02:58 WIB

18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:49 WIB

Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM

Minggu, 25 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Yahdi Hasan Kawal Langsung Pemulangan Jenazah Warga Asal Aceh Tenggara dari Malaysia hingga Tiba di Kualanamu

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:31 WIB

Sidang Kedua Dugaan Korupsi Proyek Jembatan Silayakh Jilid II Agara Digelar, Jaksa Agendakan Pemeriksaan Saksi

Berita Terbaru