KUTACANE , WASPADA INDONESIA | Penanganan material base course pada ruas jalan nasional di Kabupaten Aceh Tenggara mendapat perhatian serius dari pihak pelaksana proyek. Langkah-langkah teknis yang diambil dalam pekerjaan ini dinilai sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko kecelakaan, sekaligus solusi mobilitas masyarakat selama masa pemulihan pasca bencana, terutama menjelang momentum mudik Lebaran yang semakin dekat.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Nasional Wilayah 3.5 Batas Gayo Lues-Aceh Tenggara-Kota Kutacane, Jaya Yuliadi, menegaskan bahwa rehabilitasi dan rekonstruksi jalan nasional di ruas Gayo Lues-Aceh Tenggara merupakan prioritas utama lintas tengah di Provinsi Aceh. Ruas ini sangat vital sebagai jalur logistik dan transportasi masyarakat, khususnya dalam masa pemulihan pasca bencana yang melanda beberapa waktu lalu. Menurutnya, seluruh tahapan pekerjaan yang dilakukan tidak mengesampingkan prinsip-prinsip penanganan pemulihan yang efektif, terukur, dan terarah, dengan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat setempat.
Jaya Yuliadi menambahkan, setiap tahap penanganan, baik pada fase tanggap darurat maupun pembangunan rehabilitasi dan rekonstruksi, selalu berada dalam pengawasan ketat. Hal ini dilakukan untuk memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Ia menegaskan bahwa penggunaan material yang tersedia di lokasi merupakan solusi teknis yang diambil agar jalan dapat segera difungsikan, sehingga akses masyarakat tidak terhambat, terutama menjelang arus mudik Lebaran yang diprediksi akan meningkatkan volume kendaraan secara signifikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Project Manager PT Hutama Karya (Persero), Indradjati, menyampaikan bahwa percepatan perbaikan jalan nasional di ruas Gayo Lues-Aceh Tenggara merupakan respon darurat yang berorientasi pada keselamatan publik dan kepentingan umum. Ia menegaskan bahwa tindakan yang diambil merupakan bentuk akomodasi atas aspirasi masyarakat, dengan memanfaatkan material yang tersedia di lokasi sebagai solusi teknis agar jalan dapat segera digunakan secara aman dan layak.
Indradjati menekankan bahwa fokus utama perusahaan adalah mitigasi risiko kecelakaan dan pemulihan akses, bukan semata-mata aspek komersial. Menurutnya, penundaan pekerjaan justru akan memperbesar risiko bagi pengguna jalan, terutama di tengah kebutuhan mendesak masyarakat akan akses transportasi yang aman dan lancar. Ia juga menambahkan bahwa langkah percepatan ini merupakan wujud komitmen sosial perusahaan dalam menjaga kelancaran logistik dan mobilitas masyarakat, sekaligus bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden terkait percepatan penanganan dan pemulihan infrastruktur pasca bencana di Aceh Tenggara.
Upaya yang dilakukan oleh pihak pelaksana proyek jalan nasional di Aceh Tenggara ini mendapat respon positif dari masyarakat. Banyak pihak menilai, langkah percepatan dan pemanfaatan material lokal sebagai solusi teknis merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus upaya nyata dalam mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas di jalur vital tersebut. Dengan demikian, proses rehabilitasi dan rekonstruksi jalan nasional diharapkan dapat berjalan lancar, memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, serta mendukung kelancaran arus mudik dan distribusi logistik di wilayah Aceh Tenggara dan sekitarnya.
Laporan: Salihan Beruh

































