Ironi di Balik “Plat Merah”: Anggaran Cair, Jalan Nasional Masih “Mati Suri”

Waspada Indonesia

- Redaksi

Jumat, 9 Januari 2026 - 16:33 WIB

50497 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE – WASPADA INDONESIA-​Kasus keterlambatan perbaikan jalan nasional Kutacane – Blangkejeren oleh PT Hutama Karya (HK) bukan sekadar masalah teknis di lapangan. Ini adalah potret ironis di mana sebuah perusahaan raksasa negara (BUMN) yang memegang mandat strategis, justru dituding bekerja dengan ritme “siput” di tengah penderitaan rakyat pasca-bencana.

​1. Kontradiksi Dompet dan Progres
​Isu yang paling menyengat dalam laporan ini adalah realisasi anggaran. Jika benar anggaran sudah dicairkan namun fisik pekerjaan di lapangan masih stagnan, maka pertanyaan besarnya adalah: Ke mana uang itu mengalir? Dalam dunia konstruksi, pencairan dana seharusnya menjadi bahan bakar percepatan (akselerasi). Namun, di Aceh Tenggara, yang terjadi justru anomali. Ketika uang negara sudah berpindah tangan ke korporasi, namun akses transportasi tetap lumpuh, itu bukan lagi sekadar “lamban”, melainkan indikasi kegagalan manajemen atau—yang lebih buruk—potensi penyimpangan.

Baca Juga :  Kinerja Polres Aceh Tenggara Diapresiasi, Yahdi Hasan Ramud Soroti Perlindungan Generasi Muda

​2. Skandal Solar Subsidi: “Darah” Proyek yang Bermasalah
​Sorotan LSM terhadap dugaan penggunaan BBM Solar Subsidi pada alat berat PT HK adalah “peluru” yang sangat tajam. Secara regulasi, proyek strategis nasional dilarang keras menggunakan BBM subsidi yang menjadi hak rakyat kecil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Logikanya sederhana: Jika perusahaan sekelas BUMN masih “bermain” di ranah solar subsidi untuk menekan biaya operasional, maka integritas proyek tersebut patut dipertanyakan sejak dalam pikiran. Ini bukan hanya soal efisiensi, tapi soal potensi tindak pidana.
​3. Jalan Nasional: Antara Urat Nadi dan Luka Masyarakat

Baca Juga :  Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kute Tahun 2025

​Bagi masyarakat Ketambe dan sekitarnya, jalan ini bukan sekadar aspal. Ini adalah akses kesehatan, jalur logistik makanan, dan urat nadi ekonomi. Membiarkan jalan ini rusak berlarut-larut pasca-banjir sama saja dengan membiarkan ekonomi daerah terisolasi.
Ketidakmampuan PT HK untuk bertindak cepat (emergency response) menunjukkan lemahnya sensitivitas terhadap krisis. Sebagai BUMN, mereka memiliki sumber daya alat dan tenaga ahli yang jauh di atas kontraktor lokal. Jadi, alasan “medan sulit” terdengar sangat klise dan tidak masuk akal bagi perusahaan sekelas mereka. (*)

Berita Terkait

BGN Hentikan Sementara 17 Dapur MBG di Aceh Tenggara dan Gayo Lues, Warga Harap Kepastian Layanan
H. Ran Bantah Tudingan Penjualan Aset Mobil PDAM Tirta Agara
Jaksa Agung Tunjuk Eddy Samrah, Putra Aceh Tenggara, Menjabat Aspidum Kejati Aceh
Delapan Penghargaan Nasional, Aceh Tenggara Kukuhkan Komitmen Bangun Keluarga Berkualitas dan Percepat Penurunan Stunting
Aset PDAM Tirta Agara Diduga Dijual Diam-diam, Penegak Hukum Mandek
Kinerja Polres Aceh Tenggara Diapresiasi, Yahdi Hasan Ramud Soroti Perlindungan Generasi Muda
Bupati HM Salim Fakhry Lepas 145 Mahasiswa KKN, Dorong Kemandirian dan Pemulihan Masyarakat Pascabencana di Aceh Tenggara
Dana CSR PLN Kutacane Dipertanyakan, Aliansi Pemuda Desak APH Turun Tangan

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 08:04 WIB

Wabup Pringsewu Umi Laila saat mendampingi tim KONI Pusat di Bendungan Way Sekampung

Kamis, 16 April 2026 - 20:53 WIB

Didampingi Wabup, KONI Pusat Survei Venue Olahraga Dayung dan Ski Air PON 2032 Di Kabupaten Pringsewu

Kamis, 16 April 2026 - 13:24 WIB

Polres Tanggamus Evakuasi Mayat Pria Tanpa Identitas di Pantai Kota Agung Timur

Kamis, 16 April 2026 - 13:08 WIB

DPC ASWIN PRINGSEWU: JAWABAN KABAG UMUM DAN KEUANGAN SEKRETARIAT DPRD PRINGSEWU MEMBINGUNGKAN, PUBLIK BERHAK TAHU DATA ANGGARAN

Kamis, 16 April 2026 - 10:35 WIB

DPC ASWIN Pringsewu Desak Sekretariat DPRD Tegakkan Transparansi

Kamis, 16 April 2026 - 07:22 WIB

DATA TERUNGKAP: ANGGARAN MAKAN MINUM DPRD PRINGSEWU TAHUN 2025 MENCAPAI RP1,35 MILIAR, DINILAI TIDAK WAJAR DAN MEMBOROSKAN

Selasa, 14 April 2026 - 20:23 WIB

Wabup Pringsewu Umi Laila Hadiri Pengajian Akbar Harlah Ke-50 Ponpes Yasmida Ambarawa

Selasa, 14 April 2026 - 18:49 WIB

Bupati Pringsewu Buka Sosialisasi Literasi & Inklusi Keuangan Sicantiks

Berita Terbaru