Mahasiswa dan Pemuda Gelar Aksi di Kantor Bupati Aceh Tenggara, Tuntut Evaluasi Penanganan Bencana dan Dugaan Intimidasi

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Kamis, 15 Januari 2026 - 06:42 WIB

50219 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE |  Gerakan Mahasiswa Pemuda Bersatu (GMPB) Peduli Bencana Hidrometeorologi kembali menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Bupati Aceh Tenggara. Aksi yang berlangsung pada awal Januari ini merupakan lanjutan dari penyampaian aspirasi yang sebelumnya telah dilakukan pada 24 September 2025 lalu. Mahasiswa dan pemuda yang terlibat menilai tidak ada tanggapan yang serius dari pemerintah daerah atas tuntutan mereka, sehingga turun kembali ke jalan melalui demonstrasi jilid dua.

Massa aksi terdiri dari berbagai elemen organisasi mahasiswa dan kepemudaan, antara lain Ikatan Pelajar Mahasiswa Aceh Tenggara (IPMAT) Banda Aceh, IPMAT Medan, IPMAT Jabotabek, Ikatan Keluarga Mahasiswa Rikit Gaib (IKAMARA) Yogyakarta, SAPMA Pemuda Pancasila, Badan Eksekutif Mahasiswa STAI Syamsuddhuha Kutacane, Universitas Gunung Leuser (UGL), FKIP UGL, serta organisasi HMI Cabang Kutacane dan IMM Kutacane.

Penanggung jawab aksi, Sabaruddin, menyampaikan bahwa GMPB telah menyampaikan berbagai persoalan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara pada aksi sebelumnya, termasuk permintaan evaluasi kinerja penanggulangan bencana hidrometeorologi. Ia mengungkapkan bahwa pihak Pemerintah berjanji akan menggelar rapat evaluasi pada 29 Desember 2025, namun rapat tersebut tak kunjung terealisasi hingga akhirnya mereka kembali melakukan aksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah aksi pertama, salah satu koordinator demonstrasi, Hamas Muda, sempat mengkritik kebijakan pemerintah daerah melalui media sosial. Namun setelah itu, muncul dugaan intimidasi yang dilakukan oleh pihak yang disebut sebagai utusan Bupati kepada keluarga Hamas Muda. Sikap ini mendapat kecaman dari para peserta aksi. Menurut Sabaruddin, alih-alih merespons kritik secara terbuka dan dewasa, Bupati Aceh Tenggara justru menyampaikan pidato pada apel gabungan pada 5 Januari 2026 yang menyudutkan salah satu organisasi mahasiswa, yakni IPMAT Banda Aceh, dengan menuduh mereka sebagai pihak yang memprovokasi suasana saat daerah tengah dilanda bencana.

Baca Juga :  Presiden Prabowo kunjungi Korban Banjir Di Aceh Tenggara

Sabaruddin menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk antikritik yang tak sejalan dengan prinsip demokrasi. Ia meminta agar Bupati mencabut tuduhan tersebut dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada IPMAT Banda Aceh serta kepada keluarga Hamas Muda atas dugaan bentuk intimidasi yang terjadi. Ia juga menekankan agar pejabat publik tidak menjadikan tim sukses politik sebagai alat dalam menghadapi kritik masyarakat sipil.

Dalam seruan aksinya, GMPB meminta Pemkab Aceh Tenggara untuk mengevaluasi ulang penanganan bencana banjir, termasuk melakukan verifikasi data korban secara menyeluruh agar tidak ada masyarakat yang terabaikan dari pendataan maupun penerimaan bantuan. Mereka juga mendesak Aparat Penegak Hukum dan Kejaksaan setempat untuk menyelidiki dugaan penyelewengan bantuan bencana yang melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Aceh Tenggara.

Selain itu, mahasiswa dan pemuda meminta Bupati dan DPRK Aceh Tenggara untuk mengutamakan keberpihakan kepada korban bencana dan melakukan pemulihan secara adil dan bijaksana. Salah satu tuntutan utama mereka adalah evaluasi menyeluruh terhadap Kepala Pelaksana BPBD serta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Tenggara, yang dinilai gagal dalam menjalankan tugasnya secara transparan dan akuntabel.

Baca Juga :  Pelaku Penyembelihan Ustad Diduga Ulangi Aksi Kekerasan di Aceh Tenggara, Wartawan Jadi Sasaran

Saat ingin menyampaikan tuntutan secara langsung, massa menolak perwakilan Pemerintah Kabupaten, yakni Sekretaris Daerah Yusrizal, untuk berdialog dengan mereka. Massa menyatakan bahwa mereka hanya ingin menyampaikan tuntutan langsung kepada Bupati Aceh Tenggara. Yusrizal menjelaskan bahwa Bupati sedang berada di Jakarta untuk menghadiri undangan dari Kementerian Dalam Negeri terkait rapat koordinasi nasional. Ia turut menunjukkan surat undangan resmi kepada massa aksi sebagai bukti keberangkatan dinas.

Kendati demikian, massa tetap menyayangkan absennya kepala daerah dalam merespons aspirasi yang disampaikan langsung oleh warganya, terutama di tengah kondisi daerah yang masih dalam pemulihan pascabencana. Mereka menegaskan akan terus mengawal proses ini hingga ada jawaban konkret dari pemerintah daerah, termasuk terkait penyelidikan dugaan penyimpangan bantuan dan penyikapan atas bentuk-bentuk intimidasi yang terjadi pasca aksi pertama.

Aksi GMPB ini menambah deretan suara publik yang menuntut transparansi, akuntabilitas, dan kepekaan sosial pemerintah dalam menangani dampak dari bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Tenggara dalam beberapa bulan terakhir. Para demonstran menyatakan bahwa perjuangan mereka bukan semata soal politik, melainkan soal keadilan dan kemanusiaan bagi warga yang terdampak bencana.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Kepala SMA Negeri 1 Kutacane yang Baru Tekankan Budaya Sekolah dan Etika kepada Warga Sekolah
Sinergi untuk Aceh Tenggara yang Aman, Kapolres Agara Gelar Temu Ramah Bersama Wartawan dan LSM
Sinergi untuk Aceh Tenggara yang Aman, Kapolres Agara Gelar Temu Ramah Bersama Wartawan dan LSM
Dugaan Skandal Dana Ketahanan Pangan di Lembah Haji Semakin Menguat, APH Didesak Buka Siapa Penerima dan Pengendalinya
Diduga Sarat Mark-Up dan Fiktif, Pegiat Anti-Korupsi Desak Kejari Aceh Tenggara Usut Dana Desa Perdomoan II
BPK Temukan Kekurangan Volume Pekerjaan pada 31 Proyek di Aceh Tenggara, Potensi Kerugian Rp 604 Juta
Grasstrack Kapolres Agara Sukses Digelar, Semangat Bhayangkara dan Prestasi Berpacu di Sirkuit IMI Aceh Tenggara
Pelukan Terakhir di Bumi Sepakat Segenep, Kapolres Aceh Tenggara Berpamitan kepada Purnawirawan

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 18:31 WIB

Pemkab Pringsewu Kembali Gelar Seleksi Magang Ke Jepang

Senin, 27 Juli 2026 - 18:24 WIB

Bupati Pringsewu Sampaikan Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:05 WIB

Wabup Umi Laila Pringsewu Sampaikan Pesan Moral Pada Pengajian Triwulan PAC NU Pagelaran

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:48 WIB

Pansus DPRD Pringsewu Dorong Restrukturisasi OPD yang Efisien dan Tepat Fungsi

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:41 WIB

Kejari Pringsewu Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Pendataan SPPT PBB-P2, Kerugian Negara Rp1,1 Miliar

Senin, 13 Juli 2026 - 13:18 WIB

Pemkab & Kantah Pringsewu Gelar Rakor Reforma Agraria 2026

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:32 WIB

Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila Ajak Umat Islam Jaga Persatuan

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:38 WIB

Ratusan Pembalap Mobil Serbu Sirkuit Non Permamen Komplek Pemkab Pringsewu

Berita Terbaru

BATU BARA

Menjaga Mangrove, Mengamankan Masa Depan Bersama Inalum

Selasa, 28 Jul 2026 - 08:01 WIB